Gelar Kuliah Perdana, UTU Hadirkan Guru Besar Manajemen

Memasuki Tahun Akademik Baru 2016/2017, Universitas Teuku Umar menggelar Kuliah Perdana dengan tema “Modal Manusia Dalam Organisasi”. Kuliah perdana ini menghadirkan pemateri Prof. A. Rahman Lubis, Ph.D, Guru Besar Universitas Syiah Kuala yang juga merupakan Direktur Program Doktor Ilmu Manajemen Unsyiah. Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor II, Dr. Ishak Hasan, M.Si , Dekan dan Wakil Dekan di Lingkup UTU, serta dosen dan mahasiswa UTU turut hadir pada acara tersebut.

Read more...
 
FISIP UTU Gelar Seminar Internasional

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar (FISIP UTU) menggelar seminar internasional. Seminar yang bertemakan “Aceh Referensi Resolusi Konflik dan Perdamaian” ini digelar atas kerjasama antara FISIP UTU dengan Universiti Utara Malaysia. Kegiatan ini berlangsung di Aula Utama UTU pada Kamis, (18/08/2016). Seminar Internasional ini turut dihadiri oleh para mahasiswa dari Universitas Utara Malaysia dan juga dosen serta mahasiswa UTU.

Read more...
 
22 Agustus 2016, Di Mulai Kuliah Perdana

Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) akan memulai melaksanakan kuliah secara serentak pada 6 (enam) Fakultas yang ada dalam lingkup Universitas Teuku Umar, Senin 22 Agustus 2-016. Sebelum mengikuti kuliah dalam ruang khusus setiap fakultas, mahasiswa pada hari pertama kuliah, diwajibkan mengikuti kuliah umum Prof. A. Rahman Lubis, Ph.D dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Kegiatan kuliah umum dilaksanakan di Aula Utama UTU.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 50

Cakrawala UTUNEWS

Barsela Menuju Sentral Perkebunan Aceh

Provinsi Aceh dengan luas wilayah 5.677.081 hektar memiliki potensi sumberdaya alam yang berlimpah mulai dari sumberdaya hutan, perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan, pertambangan dan sebagainya. Pada saat Prof. Dr. Ibrahim Hasan menjabat sebagai Gubernur Aceh, beliau membagi wilayah Aceh ini menjadi dua zona, yaitu zona industri wilayah pantai utara dan timur, dan zona pertanian terdiri dari wilayah pantai barat, selatan dan tengah. Menurut penulis, pembagian zona ini sangat tepat untuk pengembangan wilayah sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah yang ada. Kini zona tersebut telah pudar dan tidak digunakan lagi sebagai pedoman dalam pengembangan wilayah berbasis zonasi dan potensi daerah. Oleh sebab itu kita perlu menggali kembali potensi wilayah dan permasahalaan yang terjadi ditengah masyarakat dan mencoba menyelesaikannya sendiri berdasarkan kekuatan dan kearifan lokal masyarakat.

UMB-PTN 2016




UNIVERSITAS TEUKU UMAR


Chat Langsung

Diskusi Bersama



Tamu Online

We have 18 guests online