UTU Alokasikan Hibah PNBP Miliaran Rupiah untuk Riset dan Pengabdian Masyarakat

Meulaboh – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) resmi meluncurkan program dana hibah internal yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun anggaran 2026 pada Senin (25/5). Langkah ini diambil guna mendanai berbagai proyek riset ilmu pengetahuan serta aksi nyata dosen di tengah masyarakat sepanjang tahun ini.

Total anggaran yang dikucurkan pihak kampus mencapai miliaran rupiah. Secara rinci, UTU mengalokasikan dana sebesar Rp2.920.000.000 khusus untuk sektor penelitian. Sementara itu, untuk program pengabdian kepada masyarakat, anggaran yang disiapkan adalah sebesar Rp315.000.000.

Dimulainya program ini ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja sama yang berlangsung secara langsung. Prosesi tersebut dilakukan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTU, Ir. Yuliatul Muslimah, M.P., yang hadir mewakili Rektor UTU. Ia didampingi oleh Sekretaris LPPM, Herri Darsan, S.T., M.T., serta jajaran pimpinan universitas lainnya.

Dalam sambutan Rektor yang dibacakannya, Yuliatul Muslimah menyampaikan bahwa ketersediaan dana hibah internal ini ditargetkan menjadi stimulus bagi para dosen. Tujuannya agar mereka dapat menghasilkan karya ilmiah yang bermutu, kontekstual dengan kebutuhan publik, serta mampu menunjang perkembangan teknologi.

“Dana hibah internal PNBP ini diharapkan mampu mendorong dosen untuk terus menghasilkan penelitian yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu program pengabdian masyarakat juga menjadi sarana implementasi hasil riset agar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yuliatul.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan finansial yang ajek ini menjadi bukti fungsi perguruan tinggi yang tidak sebatas tempat kuliah, melainkan juga pusat perbaikan sosial. Melalui skema ini, UTU menargetkan lahirnya inovasi dan publikasi ilmiah baru yang bisa menjawab kendala riil di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris LPPM UTU, Herri Darsan, menitikberatkan pentingnya kebersamaan yang solid antara manajemen kampus, LPPM, dan para dosen yang menerima pendanaan tersebut. Hubungan kerja sama ini menjadi modal penting dalam membawa UTU menjadi kampus yang memiliki daya saing tinggi.

“Penandatangan kontrak hibah ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antar sivitas akademika. Semangat kebersamaan antara pimpinan universitas, LPPM, dan para dosen penerima hibah menjadi energi positif dalam mewujudkan visi UTU sebagai perguruan tinggi unggul dan berdaya saing,” kata Herri.

Herri optimistis program ini akan mendongkrak mutu dan jumlah luaran riset yang berdampak pada level lokal hingga global. Di samping itu, ia turut menyampaikan apresiasinya kepada seluruh panitia dan tim kerja LPPM, termasuk Kepala Sub-bagian (Kasubag), Muffaruddin, S.Sos., yang telah menyukseskan jalannya acara penandatanganan kontrak.

Kebijakan alokasi anggaran UTU ini juga sejalan dengan agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDGs poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim), poin 14 (Ekosistem Laut), dan poin 15 (Ekosistem Darat), di mana riset dan pengabdian dosen diarahkan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan bumi. Sementara itu, keterlibatan aktif seluruh elemen kampus dan kemitraan dalam pendanaan ini mencerminkan pencapaian SDGs poin 17, yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. [Humas UTU]

Laporan: Ahmad F. | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply