Meulaboh – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) menggelar diskusi terpumpun (sharing session) yang membahas praktik terbaik dalam pengelolaan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan. Acara yang berlangsung di kampus UTU ini menghadirkan dua peneliti internasional, yaitu, Prof. Dr. Wan Maznah Wan Omar dari Universiti Sains Malaysia (USM) dan Mrs. Naina Islam dari University of Chittagong, Bangladesh.
Kegiatan yang dihadiri oleh dosen perwakilan dari setiap fakultas di UTU ini merupakan bagian dari rangkaian acara The 2nd International Conference on Agro and Marine Industry (ICONAMI) yang diselenggarakan pada 20–21 Mei 2026. Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim), poin 14 (Ekosistem Laut), poin 15 (Ekosistem Daratan), dan poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Dalam sesi pertama, Prof. Dr. Wan Maznah Wan Omar memaparkan materi mengenai manajemen limpasan air hujan (stormwater management). Ia membagikan pengalaman Universiti Sains Malaysia yang telah menerapkan sistem pengelolaan air tersebut dengan baik. Melalui River Engineering and Urban Drainage Research Centre (REDAC), USM berhasil menciptakan sistem manajemen air yang terbukti menekan angka insiden banjir sekaligus meningkatkan kualitas air sebelum dialirkan ke badan sungai. Langkah ini selaras dengan upaya mitigasi perubahan iklim dan menjaga kelestarian ekosistem daratan serta perairan.
Sementara itu, Naina Islam pada sesi kedua menyoroti persoalan limbah plastik dan berbagai upaya yang telah berjalan untuk menekan dampak buruknya di Bangladesh. Di hadapan para dosen UTU, ia membagikan pengalaman riset dan pengabdiannya bersama komunitas nelayan lokal. Salah satu program yang sukses dilakukan adalah mengolah alat tangkap ikan yang sudah rusak dan tidak layak pakai menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis. Inisiatif ini berkaitan langsung dengan perlindungan ekosistem laut dari pencemaran mikroplastik.
Guna memperluas dampak dari riset-riset tersebut, Naina Islam mengajak para dosen UTU untuk menjalin kerja sama dalam program tridharma perguruan tinggi melalui kemitraan global.
“Kami mengajak para dosen di UTU untuk berkolaborasi dalam berbagai kegiatan ke ke depan, seperti penelitian bersama (joint research), bimbingan mahasiswa bersama (joint supervision), hingga penulisan proposal hibah internasional secara kolektif,” ujar Naina Islam dalam paparannya.

Ajakan kolaborasi internasional tersebut disambut positif oleh para dosen UTU yang hadir. Diskusi berjalan interaktif ketika para peserta mulai membagikan pengalaman riset dan pengabdian masyarakat yang telah mereka lakukan di Aceh. Para dosen juga memanfaatkan momentum ini untuk meminta pandangan dari kedua pemateri internasional terkait tantangan pelaksanaan di lapangan, keberlanjutan program, hingga strategi agar hasil riset lokal dapat diadopsi secara luas oleh masyarakat.
Melalui pertemuan ini, UTU memproyeksikan lahirnya peluang kerja sama lanjutan yang lebih erat dengan Universiti Sains Malaysia dan University of Chittagong. Selain itu, kegiatan ini ditargetkan mampu memacu atmosfer penelitian di lingkungan internal UTU guna menghasilkan karya ilmiah di bidang agro-maritim yang lebih berkualitas, relevan dengan kebutuhan zaman, serta mampu bersaing di tingkat global. [Humas UTU]
Laporan: Munandar | Editor: Yuhdi F. | Foto: Zul Eman.




