Meulaboh – UTUNews | Jurusan Sumber Daya Akuatik (SDA) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU) menginisiasi program kerjasama di bidang pendidikan dan penelitian dengan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Konservasi dan lembaga konservasi Flora dan Fauna Internasional (FFI). Kerjasama ini bertujuan untuk mendukung implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) PTN bagian Kerjasama.

Bentuk kerjasama yang akan dijalankan meliputi program magang mahasiswa, kolaborasi dalam pengambilan data di lapangan, dan penulisan karya ilmiah. Mitra kerjasama tidak hanya berperan dalam pengawasan program magang, tetapi juga berkontribusi dalam tukar pendapat penyusunan karya ilmiah, dengan harapan output kegiatan dapat bermanfaat bagi masyarakat Aceh, khususnya wilayah Barat Selatan (Barsela).

Sebagai langkah awal, dilakukan penyamaan persepsi terkait langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan. Pertemuan daring yang berlangsung pada 19 Maret 2025 ini mempertemukan pihak mitra dan mahasiswa yang berada di Banda Aceh dengan Koordinator Jurusan SDA yang berada di Aceh Barat.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Peni, Yandi, dan Putra dari UPTD Konservasi. Sedangkan FFI dihadiri oleh Rahmat Dirgantara dan Indra. Turut hadir empat mahasiswa peserta magang, yaitu Dandi Sardanul Alim, Imanda Sayuti, Ali Darma Kusuma, dan Farisda Aboni M. Dari pihak Jurusan SDA, hadir Ketua dan Sekretaris Jurusan beserta para dosen.

Pihak UPTD Konservasi, yang diwakili oleh Irfan, menyambut baik kerjasama ini. “Kami menyambut baik kerjasama ini karena kolaborasi merupakan salah satu upaya strategis dalam pelaksanaan program yang ada pada UPTD Konservasi karena adanya sharing knowledge antara akademisi (UTU) dan tenaga ahli (FFI) yang akan mempertajam output dari program UPTD Konservasi,” ujarnya.

Persepsi serupa disampaikan oleh perwakilan FFI, Rahmat Dirgantara dan Indra. “Untuk arahan kegiatan akan di-lead langsung oleh UPTD, namun untuk teknis di lapangan akan di-handling oleh FFI. Pihak kampus dapat berperan sebagai kontrol dan monitor dalam kegiatan sehingga akan terealisasi kegiatan yang akan bermanfaat bagi semua pihak,” kata mereka.

Sebagai penutup, perwakilan jurusan, Friyuanita Lubis, S.Pi., M.Sc., menyampaikan kesepakatan terhadap konsep teknis yang telah tersusun. “Kami sepakat dengan konsep teknis yang telah tersusun dalam bentuk matriks yang dijelaskan oleh Pak Indra. Kami akan mengevaluasi kegiatan bertahap melalui pelaporan online di portal MBKM dan mempersiapkan aspek legalitas berupa Surat Keputusan dan administrasi lainnya yang diperlukan dalam klaim IKU Kerjasama. Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan berkelanjutan,” ujar Friyuanita. [HUMAS UTU]

Teks: Nabil Zurba | Editor: Yuhdi Fahrimal | Foto: Nabil Zurba.

Meulaboh – UTUNews | Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M., bersama rombongan satuan kerja pemerintah kabupaten melakukan kunjungan resmi ke Universitas Teuku Umar (UTU) pada Senin, 10 Maret 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam bidang riset dan pengembangan daerah.

Bupati Aceh Barat beserta jajaran pemerintah kabupaten diterima langsung oleh Rektor UTU, Prof. Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si., beserta wakil rektor, dekan, kepala biro, serta ketua jurusan dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat senat UTU. Tutur hadir dalam pertemuan ini Dr. Safuadi, Kepala Kantor Wilayah DJBC Provinsi Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Rektor UTU, Prof. Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si., menegaskan komitmen kampus dalam mendukung pemerintah daerah melalui kebijakan berbasis riset.

“Sebagai institusi akademik, UTU memiliki sumber daya yang memadai untuk melakukan riset dan pengembangan yang dapat dimanfaatkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Prof. Ishak Hasan.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah pengembangan pusat penelitian ganja untuk kepentingan medis dan industri. Sebelumnya, UTU telah mempresentasikan konsep tersebut kepada Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh sebagai bagian dari upaya optimalisasi potensi daerah dalam penelitian dan inovasi.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M., menyambut baik gagasan tersebut dan menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam membangun kebijakan berbasis penelitian.

“Kampus adalah pusat pengetahuan dan inovasi. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat siap berkolaborasi dengan UTU untuk merumuskan kebijakan berbasis riset yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Tarmizi.

Masing-masing dekan lingkup UTU menyampaikan gagasan riset dan tawaran produk kebijakan yang dihasilkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Seperti sektor pertanian, perikanan, serta pengembangan masyarakat wilayah pedesaan. Selain itu pengembangan infrastruktur untuk mendukung konektivitas antar-wilayah dan ketahanan bencana turut menjadi agenda kebijakan yang didorong oleh para dekan.

 

Kunjungan ini diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan Universitas Teuku Umar. Kesepakatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan inovasi guna mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Aceh Barat.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan penelitian yang dilakukan oleh UTU dapat lebih berkontribusi dalam pembangunan daerah dan menghasilkan kebijakan yang berbasis data serta riset ilmiah. [HUMAS UTU]

Teks: Wardah Muharriyanti Siregar | Editor: Yuhdi Fahrimal | Foto: Zul Eman.

MEULABOHUTU | Universitas Teuku Umar (UTU) mencatat sejarah baru dengan menyelenggarakan wisuda perdana untuk lulusan program Magister. Dalam acara yang dihelat secara khidmat di Auditorium Universitas Teuku Umar, sebanyak 4 lulusan dari program studi magister Ilmu Perikanan resmi diwisuda pada Sabtu (22/2/2025).

Wisuda ini menandai pencapaian penting dalam pengembangan akademik Universitas Teuku Umar sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi baru terkemuka di Indonesia.

Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si dalam sambutannya menyampaikan kebanggaan atas prestasi ini dan mengapresiasi para lulusan yang telah berjuang keras hingga menyelesaikan pendidikan magisternya. “Hari ini adalah tonggak sejarah bagi Universitas Teuku Umar. Wisuda ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para lulusan, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat Aceh Barat. Lulusan magister pertama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Yang lebih membahagiakan, lanjut Rektor, keempat lulusan Magister perdana ini berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu singkat yaitu selama 18 bulan dengan pencapaian nilai Pujian dengan IPK sempurna yaitu 4.00

“Kita patut bangga dan berterimakasih atas perjuangan mereka yang berhasil menyelesaikan pendidikan Magisternya dalam waktu 3 semester. Selamat untum Prodi Magister Ilmu Perikanan, semoga prestasi ini dapat diikuti oleh program Studi Magister lainnya,” Kata Prof Ishak

Para lulusan ini telah melalui proses pendidikan yang intensif dengan fokus pada pengembangan keilmuan yang aplikatif dan relevan dengan tantangan lokal dan global.

Selain itu, Prof. Ishak Hasan juga menyatakan komitmen UTU untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas program magister di masa depan. “Dengan keberhasilan wisuda perdana ini, kami semakin optimis untuk mengembangkan program-program pascasarjana lainnya. Kami berkomitmen untuk menciptakan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.

Wisuda perdana ini juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga para wisudawan yang turut memberikan semangat dan dukungan.

Dengan lahirnya lulusan-lulusan magister ini, Universitas Teuku Umar semakin mengukuhkan perannya sebagai kampus sumber inspirasi dan referensi dalam bidang agro and marine industri yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia berkualitas dan berintegritas.

Salah satu lulusan terbaik, Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para dosen dan pihak kampus yang telah membimbing mereka selama masa studi. “Kesuksesan kami hari ini adalah hasil kerja keras dan bimbingan dari para dosen yang luar biasa. Kami siap untuk kembali ke masyarakat dan memberikan kontribusi nyata sesuai bidang ilmu yang kami pelajari,” ungkapnya.

4 lulusan Magister Ilmu Perikanan Raih IPK 4.00

Empat lulusan dari Program Magister Ilmu Perikanan berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yakni 4.00, pada wisuda perdana program magister yang berlangsung Sabtu (22/2/2025). Prestasi ini menegaskan kualitas pendidikan yang ditawarkan UTU dan komitmen para mahasiswa dalam meraih hasil akademik terbaik.

Keempat lulusan berprestasi tersebut adalah:

• Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pi

• Suryanita, S.Pd., M.Pi

• Nanda putri ranggayoni, S.Pi., M.Pi

• Arif Maulana, S.Pi., M.Pi

Di sela-sela prosesi wisuda XIX 2025, keempat lulusan terbaik tersebut mendapatkan penghargaan “Lulusan Perdana Program Magister” yang diserahkan langsung oleh Rektor UTU Prof Dr Ishak Hasan, M.Si yang turut didampingi oleh para Wakil Rektor, Ketua Senat Universitas dan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan.

Selain itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama UTU, Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric.Sc menegaskan bahwa pencapaian ini adalah wujud dari kualitas pembelajaran yang diterapkan di UTU. “Kami akan terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, baik dari sisi pengajaran maupun penelitian, agar para lulusan UTU dapat berkontribusi secara signifikan di masyarakat, khususnya dalam mengelola sumber daya perikanan yang berkelanjutan.”

Dengan prestasi yang diraih keempat lulusan ini, UTU terus berupaya untuk melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan berintegritas.

Dihubungi terpisah, Dekan FPIK UTU Prof. Dr. Ir. Ismail Sulaiman, S.TP., Maitrise., M.Sc., IPU didampingi Koordinator Program Magister Ilmu Perikanan Dr. Munandar, S.Kel., M.Sc menyebutkan bahwa Magister Ilmu Perikanan merupakan program Magister perdana yang dibuka di UTU dengan kurikulum yang berorientasi pada pengembangan sumber daya perikanan berkelanjutan.

“Tentu prestasi ini diharapkan semakin meningkatkan daya tarik program Magister Ilmu Perikanan dan menjadikan UTU sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka dalam bidang perikanan di Indonesia,” pungkas Dekan FPIK

Editor : Aduwina Pakeh
Foto   : Zul Eman

Meulaboh – UTUNews | Tepuk tangan memenuhi ruang Aula Cut Nyak Dhien saat nama-nama yudisiawan dari Program Studi Magister Ilmu Perikanan dibacakan oleh master of ceremony. Satu per satu dari mereka bangkit dari tempat duduknya. Dengan langkah yang pasti berjalan menuju panggung untuk menerima Surat Keterangan Lulus (SKL) dari Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UTU, Prof. Dr. Ir. Ismail Sulaiman, S.TP., Maitrise., M.Sc. IPU. Penyerahan SKL ini menandakan FPIK UTU telah berhasil mengantarkan lulusan Program Magister Ilmu Perikanan sebagai lulusan perdana program magister di Universitas Teuku Umar. Empat lulusan perdana program Magister Ilmu Perikanan ini diyudisium bersama 29 lulusan FPIK lainnya, Kamis, 13 Februari 2025.

Prof. Ismail Sulaiman, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan haru atas keberhasilan mahasiswa program magister ilmu perikanan yang telah menyelesaikan studinya dengan baik. Beliau juga berharap agar para lulusan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan selama masa perkuliahan untuk kemajuan sektor perikanan dan kelautan di Indonesia, khususnya di Aceh.

“Saya sangat bangga dan terharu melihat keberhasilan mahasiswa program Magister Ilmu Perikanan ini. Mereka adalah lulusan pertama dari program ini, dan saya berharap mereka dapat menjadi agen perubahan yang positif bagi sektor perikanan dan kelautan di Indonesia,” ujar Prof. Ismail Sulaiman.

Lebih lanjut, Prof. Ismail Sulaiman  juga berpesan agar para lulusan tidak pernah berhenti untuk belajar dan mengembangkan diri. Menurutnya, ilmu pengetahuan akan terus berkembang dan berubah, sehingga penting bagi para lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi diri agar dapat bersaing di era globalisasi.

“Saya berharap para lulusan tidak pernah berhenti untuk belajar dan mengembangkan diri. Ilmu pengetahuan akan terus berkembang dan berubah, sehingga penting bagi para lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi diri agar dapat bersaing di era globalisasi,” lanjut Prof. Ismail Sulaiman.

Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pi. yang didapuk menjadi perwakilan alumni untuk menyampaikan kesan dan pesan mengatakan rasa bangganya karena dapat melanjutkan studi pada program studi Magister Ilmu Perikanan FPIK UTU. Rasa ini menurut Sri Wahyuni dikarenakan biaya SPP yang terjangkau, fasilitas dan laboratorium yang standar nasional, serta para dosen juga terus memantau perkembangan studi anak didik sehingga dapat lulus tepat waktu.

Sementara itu untuk perwakilan dari orang tua mahasiswa/i disampaikan oleh Aduwina Pakeh, S,Sos., M.Sc. yang mengatakan keberhasilan studi mahasiswa merupakan kebahagian yang luar biasa dirasakan oleh keluarga, karena setiap hari kami berdoa untuk kelancaran studi dan berharap anak-anak kami dapat belajar dan mengasah keterampilan di bawah bimbingan bapak-ibu semua, terimakasih kepada Bapak/Ibu dosen yang tidak kenal lelah dalam mendidik anak-anak kami.

Kegiatan yudisium ini dihadiri oleh dosen FPIK UTU, perwakilan dari pemerintah daerah, serta para orang tua dan keluarga mahasiswa. Acara berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat.

Teks: Nabil Zurba | Editor: Yuhdi Fahrimal | Foto: Nabil Zurba.

Meulaboh – UTUNews | Program Studi (Prodi) Sumber Daya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UTU melaksanakan pembekalan kepada mahasiswa yang akan mengikuti program magang. Kegiatan pembekalan ini berlangsung secara daring melalui aplikasi zoom cloud meeting, Senin, 10 Februari 2024.

Dosen Prodi Sumber Daya Akuatik, Nabil Zurba, S.Pi., M.Si., kepada Humas UTU mengatakan bahwa kegiatan magang ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MKBM). Dalam program MBKM, mahasiswa diberikan kesempatan untuk magang baik di lembaga pemerintahan, organisasi non-pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun di industri. Sebelum mahasiswa diterjunkan untuk magang, maka pembekalan ini ditujukan untuk memberikan mahasiswa gambaran tata laksana magang guna menghindari kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan magang.

“Melalui pembekalan ini, kami harapkan mahasiswa yang ikut magang mendapatkan pengetahuan awal tentang tata cara dan etika selama magang. Kami meminta agar mahasiswa nanti dapat menjaga nama FPIK UTU dengan menunjukkan sikap dan etika yang baik selama magang,” ujar Nabil.

Pada program magang MBKM kali ini lanjut Nabil, mahasiswa Prodi Sumber Daya Akuatik akan magang di di Flora dan Fauna Indonesia, PT. Perindo, dan PPI Ujong Baroh. Menurut Nabil dengan mengikuti program magang, mahasiswa nantinya akan belajar langsung di lapangan sambil menerapkan ilmu yang telah mereka dapatkan di ruang kuliah.

“Kegiatan magang MBKM berbeda dengan perkuliahan secara reguler. Dalam program magang mahasiswa ditekankan untuk dapat mengembangkan kreativitas, responsibilitas, dan soft skill karena mahasiswa bertemu langsung dengan pelaku kegiatan dan masyarakat,” ungkap Nabil.

Narasumber dalam pembekalan magang ini adalah Nikanor Hersal Armos, S.Kel., M.Si. Putra asli Tana Toraja, Sulawesi Selatan ini merupakan alumni Universitas Hasanuddin Makassar dan Institut Pertanian Bogor. Saat ini bertugas di Universitas Nusa Cendana, Nusa Tenggara Timur.

Dalam paparannya Nikanor menyampaikan bahwa magang merupakan merupakan sarana yang baik untuk mengembangkan soft skill bagi mahasiswa. Teori-teori yang dipelajari di ruang kelas harus didapat diterapkan di lingkungan nyata. Oleh karena itu menurut Nikanor, mahasiswa yang mengikuti magang adalah mahasiswa terpilih yang mempunyai kesempatan untuk belajar secara praktis langsung dari para pelaku usaha.

“Adik-adik yang nantinya ikut program magang harus memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal. Ada tiga kunci kesuksesan, yaitu, pengetahuan, kejujuran, dan attitude. Belajarlah dengan baik selama magang karena kesempatan ini tidak akan terulang dua kali,” tutup Nikanor. [HUMAS UTU]

Teks: Nabil Zurba | Editor: Yuhdi Fahrimal | Foto: Nabil Zurba.

Meulaboh | UTUNews – Dalam rangka tindak lanjut rencana rencana pengelolaan sumber daya kelautan perikanan di Pulau Reusam, Kabupaten Aceh Jaya, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar (FPIK UTU) melaksanakan audiensi dan penandatangan nota kesepahaman dengan Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pangan (DKPP) Kabupaten Aceh Jaya, Senin, 10 Februari 2025. Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat DKPP Aceh Jaya dihadiri oleh Dekan FPIK UTU, Prof. Dr. Ismail Sulaiman, S.TP, Maitrise., M.Sc., IPU., dan ketua tim pengelolaan pulau binaan FPIK UTU, Afrizal Hendri, S.Pi., M.Si. Dari pihak DKPP Aceh Jaya dihadiri oleh Kepala DKPP, Teuku Ridwan, S.Pi., M.Si., para kepala seksi pada DKPP, dan perwakilan panglima laot lhok Aceh Jaya.

Prof. Ismail Sulaiman mengutarakan rencana kegiatan pengembangan pulau yang terdapat di Aceh Jaya untuk dapat dikembangkan secara bersama antara kampus dan pemerintah daerah. Terlebih kerja sama antara UTU dan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya telah terjalin lama, khususnya dalam sektor kelautan dan perikanan. Telah banyak dosen dan mahasiswa UTU yang melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Aceh Jaya.

“Kehadiran kami ke DKPP Aceh Jaya untuk bersilaturahmi sekaligus membicarakan rencana kolaborasi antara FPIK UTU dan DKPP Aceh Jaya untuk pengelolaan Pulau Reusam. Kerja sama ini bukanlah yang pertama kita lakukan, selama ini FPIK UTU dan dosen-dosen UTU telah banyak melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat di Aceh Jaya dan selalu didukung penuh oleh pemerintah Aceh Jaya.” ujar Prof. Ismail Sulaiman.

Lebih lanjut Prof. Ismail Sulaiman mengungkapkan bahwa rencana pengembangan Pulau Reusam sebagai pulau binaan nantinya akan berkonsep pemberdayaan masyarakat adat. Aktivitas program pengembangan pulau binaan nantinya akan diarahkan pada kegiatan yang berdampak langsung pada peningkatan perekonomian masyarakat. Pulau binaan nantinya juga akan menjadi pusat kegiatan akademik yang terdiri dari pendidikan, penelitian dan pengabdian civitas mahasiswa dan dosen lingkup Universitas Teuku Umar. 

“Kegiatan pengembangan Pulau Reusam diarahkan pada dua sektor, yaitu, pengelolaan perikanan tangkap dan pengembangan ekowisata. Semua program nantinya akan melibatkan masyarakat adat setempat. Kami berharap dengan kolaborasi ini semua program dan kegiatan akan berjalan dengan lancar.” kata Prof. Ismail Sulaiman.

Kepala dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Aceh Jaya, Teuku Ridwan, S.Pi., M.Si menyambut baik rencana kolaborasi yang ditawarkan oleh FPIK UTU. Menurut Teuku Ridwan, Pulau Reusam merupakan salah satu objek unggulan Kabupaten Aceh Jaya. Selama ini Pemerintah Aceh Jaya bersama masyarakat telah mengembangkan sektor pariwisata di Pulau Reusam. Namun masih terdapat beberapa kendala dalam pengelolaan dan pengembangan Pulau Reusam sehingga rencana kolaborasi ini diharapkan dapat menemukan solusi berkelanjutan bagi Pulau Reusam.

“Pulau Reusam itu potensinya sangat besar dan telah dikembangkan oleh masyarakat bersama Pemerintah Aceh Jaya dengan kemampuan yang ada. Memang diperlukan kajian dan program pengembangan yang melibatkan kampus agar sektor perikanan di Pulau Reusam berkelanjutan dan dengan sendirinya meningkatkan perekonomian masyarakat.” ujar Teuku Ridwan.

Pengelolaan pulau-pulau kecil telah diinisiasi pertama kali oleh Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si. yang menekankan pentingnya peran universitas dalam percepatan pembangunan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang ada di Indonesia, khususnya pesisir barat dan selatan provinsi Aceh. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di Dunia, yang terdiri dari 17.508 pulau dan garis pantai sepanjang 81.000 km serta wilayah laut teritorial seluas 5,1 juta km ditambah (63%) dari total wilayah teritorial Indonesia), dengan Zona Ekonomi Eksklusif seluas 2,7 juta km. Dengan luas wilayah laut yang teramat besar tersebut, Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam pesisir dan lautan yang sangat besar dan beraneka ragam. Salah satu potensi yang perlu dioptimalkan adalah keberadaan pulau kecil yang jumlahnya lebih dari 10.000 buah.

Kegiatan pengelolaan pulau oleh perguruan tinggi juga telah dideklarasikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang disampaikan secara simbolis pada pertemuan Konferensi Nasional ke-11 Pengelolaan Sumber Daya Laut, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (Konas Pesisir XI) tahun 2023 di Pontianak. Program Pulau Binaan yang dibahas dalam Coastal Leader Forum (CLF) ini sangat erat kaitannya dengan program prioritas KKP dalam pengawasan dan pengendalian pulau-pulau kecil, khususnya di kawasan perbatasan dan yang tidak berpenduduk untuk dapat dimanfaatkan secara optimal. 

Pulau reusam merupakan salah satu pulau yang terdapat di Kabupaten Aceh Jaya. Pulau Reusam termasuk dalam wilayah Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya. Dari segi ukurannya, Pulau Reusam termasuk pulau yang sangat kecil. Luasnya hanya sekitar 22 hektar. Lokasi Pulau Reusam hanya berjarak 8 km dari Kecamatan Calang, Kabupaten Aceh Jaya. Selama ini, pemanfaatan potensi pulau reusam hanya sebatas pada aktivitas ekowisata musiman dan aktivitas penangkapan ikan di sekitar perairan tersebut. Dengan adanya kolaborasi antara Universitas Teuku Umar melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dinas terkait di Kabupaten Aceh Jaya serta dukungan dari masyarakat dan jajaran panglima laot diharapkan menjadi motor penggerak yang lebih cepat dalam membangun potensi yang terdapat di pulau tersebut. Kegiatan pengelolaan ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan pulau kecil jangka panjang berbasis masyarakat adat yang nantinya dapat diterapkan pada sistem pengelolaan pulau-pulau kecil lainnya di Aceh dan Indonesia. [HUMAS UTU]

Teks: Afrizal Hendri | Editor: Yuhdi Fahrimal | Foto: Afrizal Hendri.

Meulaboh – UTUNews | Mengawali perkuliahan semester genap tahun ajaran 2024/2025, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar kedatangan siswa-siswi dari SMK Negeri 1 Calang, Aceh Jaya dan SMK Negeri 1 Samatiga, Aceh Barat. Kedatangan para siswa SMK tersebut dalam rangka melihat dan belajar lebih banyak mengenai Universitas Teuku Umar khususnya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Para siswa yang didampingi oleh pimpinan sekolah dan guru pendamping melakukan kunjungan selama dua hari, yakni, 4-5 Februari 2025.

Kedatangan para rombongan pimpinan sekolah, guru pendamping, dan para siswa disambut dengan hangat oleh Dekan FPIK, Prof. Dr. Ir. Ismail Sulaiman, S.TP., Maitrise., M.Sc., IPU., para wakil dekan, ketua jurusan, dan tenaga kependidikan lingkup FPIK UTU.

Dalam sambutannya, Prof. Ismail Sulaiman menyampaikan rasa bahagianya atas kedatangan para siswa dari SMK. Menurut Prof. Ismail Sulaiman siswa-siswi yang sedang menempuh jenjang pendidikan sekolah menengah atas/kejuruan merupakan generasi masa depan bagi Aceh dan Indonesia. Pendidikan menjadi kunci bagi masa depan.

Dengan berkunjung ke UTU lanjut Prof. Ismail Sulaiman, siswa-siswi dapat melihat fasilitas pendidikan yang disediakan UTU. Ruang-ruang kelas yang nyaman untuk kuliah serta fasilitas lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh setiap mahasiswa untuk mengembangkan akademik, minat, dan bakat mereka.

“ilmu yang didapat dari dunia Pendidikan merupakan investasi yang sangat berharga bagi kita semua. Dengan ilmu yang terus kita asah dalam dunia pendidikan tentunya akan mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif,” ujar Prof. Ismail Sulaiman.

Prof. Ismail Sulaiman juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan adab. Lembaga pendidikan adalah tempat mempertajam ilmu dan memperkuat adab bagi manusia. Menurut Prof. Ismail Sulaiman, tanpa adab ilmu tak akan berguna sama sekali.

Wakil Dekan 1 FPIK, Dr. Muhammad Rizal, S.Pi., M.Si., memaparkan profil program studi dan laboratorium yang dimiliki oleh FPIK UTU kepada para siswa. Dalam pemaparannya, Dr. Rizal menyampaikan fasilitas ruang kelas yang nyaman, sarana laboratorium yang mendukung pendidikan para mahasiswa, kualitas sumber daya dosen yang siap membantu mahasiswa selama melanjutkan studi di FPIK UTU.

“Di FPIK kami punya empat prodi dengan berbagai fasilitas yang diperuntukkan bagi mahasiswa agar mereka bisa belajar dengan nyaman. Kami mendukung setiap minat dan bakat mahasiswa untuk berkembang. Saya kira, jika nanti adik-adik dari SMK Negeri 1 Calang dan SMK Negeri 1 Samatiga ingin melanjutkan kuliah, FPIK UTU akan menyambut adik-adik dengan sangat bahagia,” ungkap Dr. Rizal yang disambut gelak tawa dari peserta.

Setelah mendengarkan pemaparan profil Prodi, para siswa diajak berkeliling ke berbagai fasilitas yang ada di UTU. Mereka diajak melihat hall of fame Teuku Umar sebagai mini museum edukasi tentang perjuangan Teuku Umar. Selain itu para siswa diajak melihat Pusat Edukasi Tsunami Aceh (PETA). Para siswa juga diajak melihat berbagai laboratorium program studi lingkup FPIK UTU. Berbagai alat laboratorium ditampilkan yang membuat decak kagum dari para siswa.

Riswan, salah satu siswa yang ikut dalam kunjungan studi ini tidak dapat menyembunyikan kekagumannya terhadap fasilitas yang ada di UTU. Riswan mengungkapkan rasa bahagianya melihat kemegahan bangunan UTU. Fasilitas publik seperti water fountain, lift, dan laboratorium membuat Riswan termotivasi untuk melanjutkan studi di UTU.

“saya tidak menyangka fasilitas di Universitas Teuku Umar sudah sangat modern dan canggih. Struktur bangunannya berbeda dengan kampus lain, semoga saya dapat melanjutkan studi di Universitas Teuku Umar,” ujar Riswan. [HUMAS UTU]

Editor: Yuhdi Fahrimal | Foto: Nabil Zurba.



Banda Aceh – UTUNews | Sektor perikanan dan keluatan Provinsi Aceh memiliki potensi yang sangat besar. Namun sektor ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Dalam rangka mengoptimalkan potensi tersebut, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar (FPIK UTU) melakukan penandatanganan Memorandun of Agreement (MoA) dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh. Kegiatan penandatangan MoA dilaksanakan di ruang rapat Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh, Jumat, 24 Januari 2024. Hadir dalam kegiatan tersebut, Dekan FPIK UTU, Prof. Dr. Ir. Ismail Sulaiman, S.TP., Maitrise., M.Sc., IPU. dan Afrizal Hendri, S.Pi., M.Si. dan Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTU, Herri Darsan, S.T., M.T. Sedangkan dari DKP Aceh dihadiri oleh Kepala DKP Aceh, Aliman, S.Pi., M.Si., dan para pejabat di lingkungan DKP Aceh.

Dekan FPIK UTU, Prof. Ismail Sulaiman kepada Humas UTU mengatakan bahwa kegiatan penandatangan MoA antara FPIK UTU dan DKP Aceh merupakan upaya UTU untuk berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan di Provinsi Aceh. Rencana inisiatif strategis ini difokuskan pada pulau binaan untuk pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan di Provinsi Aceh dengan prinsip berkelanjutan, inovatif, dan inklusif.

“Pulau Binaan ini merupakan wujud nyata dari tridarma perguruan tinggi yang kami jalankan. Ini juga menjadi komitmen UTU untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di Aceh. Kami yakin, melalui kolaborasi dengan DKP Aceh, DKP Kabupaten Aceh Jaya, Lembaga Panglima Laot, program ini dapat memberikan dampak positif yang luas,” ujar Prof. Ismail Sulaiman.

Menurut Prof. Ismail Sulaiman, rencananya program pembinaan akan dilaksanakan di Pulau Reusam, Kabupaten Aceh Jaya. Nantinya kegiatan akan berfokus pada lima pilar utama, yakni, pendidikan, penelitian, pengembangan, pengabdian kepada masyarakat, dan konservasi. Masing-masing pilar dirancang untuk memberikan dampak signifikan bagi masyarakat pesisir sekaligus mendukung pengelolaan ekosistem laut yang lebih baik.

Ketua tim program adopsi Pulau Reusam, Afrizal Hendri, S.Pi., M.Si. mengatakan bahwa audiensi ini juga membahas kolaborasi antara UTU dan DKP Aceh dalam mengintegrasikan pulau binaan ke dalam program kerja Pemerintah Aceh dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sinergi ini mencakup penyediaan data dan informasi berbasis riset, fasilitasi pendanaan, serta pendampingan teknis bagi masyarakat setempat.

Menurut Afrizal Hendri, nantinya pengembangan pulau binaan difokuskan pada beberapa aspek, seperti, aspek pendidikan dimana FPIK UTU akan menjadi katalisator dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di wilayah pesisir. Program pendidikan dirancang untuk memberikan pelatihan teknis kepada masyarakat, seperti pengelolaan budidaya laut, teknologi penangkapan ikan yang ramah lingkungan, dan manajemen pascapanen. Selain itu, FPIK UTU juga akan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan belajar berbasis proyek di pulau binaan sebagai bagian dari kurikulum akademik.

Untuk bidang riset, kata Afrizal Hendri, nantinya akan difokuskan pada kajian keanekaragaman hayati laut,teknologi budidaya yang efisien dan berkelanjutan, pengembangan produk perikanan bernilai tambah.

“Data riset ini akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan strategis di sektor kelautan dan perikanan,” ujar Afrizal Hendri.

Pulau Reusam nantinya akan menjadi model kawasan pengembangan ekonomi berbasis kelautan yang berkelanjutan. FPIK UTU bersama DKP Aceh, DKP Kabupaten Aceh Jaya, Lembaga Panglima Laot, serta stakeholder lainnya akan mendorong pembangunan infrastruktur pendukung, seperti pusat pengolahan hasil laut, blue corner bersama, dan instalasi energi terbarukan. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui diversifikasi ekonomi lokal.

Afrizal Hendri, M.Si., menambahkan untuk program pengabdian kepada masyarakat di Pulau Binaan nantinya akan dilaksanakan pelatihan manajemen usaha bagi nelayan, pengembangan koperasi berbasis komunitas pesisir, edukasi lingkungan untuk anak-anak dan pemuda setempat. Kegiatan pengabdian nantinya menggunakan pendekatan partisipatif dimana masyarakat diharapkan memiliki peran aktif dalam menjaga keberlanjutan pulau.

Sementara itu untuk konservasi dilakukan pada wilayah yang rentan terhadap kerusakan ekosistem di Pulau Binaan. Program konservasi meliputi restorasi ekosistem terumbu karang dan lamun, kampanye zona perlindungan laut, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan. Langkah-langkah tersebut akan memastikan keberlanjutan sumber daya laut untuk generasi mendatang. [HUMAS UTU]

Editor: Yuhdi Fahrimal | Foto: Afrizal Hendri.

Meulaboh – UTUNews | Dalam rangka penyegaran semangat kerja pada tahun 2025, Rektor UTU menyerahkan SK penetapan Ketua Tim Kerja di lingkup Universitas Teuku Umar. Penyerahan SK berlangsung secara khidmat dan hangat di ruang Senat UTU, Selasa, 07 Januari 2025. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor 2 bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd., para dekan lingkup UTU, para kepala biro, dan tenaga kependidikan yang menerima SK penetapan sebagai Ketua Tim Kerja.

Dalam sambutannya, Prof. Ishak Hasan mengatakan bahwa penyerangan atau mutasi ini merupakan hal yang lumrah terjadi di dalam organisasi. Tujuannya semata-mata untuk mengakselerasi pencapaian tujuan UTU sebagai institusi pendidikan tinggi di Indonesia.

Menurut Prof. Ishak Hasan penetapan Ketua Tim Kerja merupakan tugas tambahan kepada tenaga kependidikan di lingkup UTU yang dinilai memiliki kecakapan, profesionalisme, dan kemampuan yang handal. Penempatan ini lanjut Prof. Ishak Hasan sudah melalui pertimbangan yang matang dan sesuai regulasi yang ada. Rektor berharap dengan mutasi ini gerak organisasi UTU dapat berakselerasi dengan cepat. 

“Jangan ada prasangka bahwa penempatan ini adalah kehendak Rektor. Kita sudah pertimbangkan dengan sangat matang dan sesuai regulasi yang ada. Saya berharap Bapak/Ibu yang menerima SK pada hari ini dapat bekerja dengan profesional dan membantu setiap unit kerja penempatan untuk memaksimalkan layanan pendidikan tinggi.” ujar Prof. Ishak Hasan.

Menurut Prof. Ishak tahun 2025 UTU menghadapi berbagai tantangan seperti reakreditasi institusi, perubahan nomenklatur Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta transformasi Badan Layanan Umum (BLU). Untuk itu rektor berharap dukungan dari setiap Ketua Tim Kerja untuk mengelola timnya masing-masing sehingga UTU dapat beradaptasi dan melewati tantangan tersebut.

“Dalam waktu dekat kita akan menghadapi Re-APT. Tentu saja kita berharap meraih akreditasi unggul. Penyerahan SK Ketua Tim Kerja hari ini bagian dari upaya kita menyesuaikan diri menghadapi tantangan-tantangan yang ada.” ungkap Prof. Ishak.

Di akhir acara, Rektor menyerahkan SK Nomor 1731/UN59/KP.10.00/2024 tentang Penetapan Ketua Tim Kerja kepada masing-masing tenaga kependidikan. Selama prosesi penyerahan SK, Rektor UTU didampingi oleh Kepala Biro dan Dekan dari masing-masing unit kerja. [Humas UTU]

Reporter : Zul Eman|Editor : Yuhdi Fahrimal|Foto : Zul Eman

Berikut nama-nama Ketua Tim Kerja lingkup UTU berdasarkan SK Rektor UTU Nomor 1731/UN59/KP.10.00/2024

No

Nama Jabatan

Tugas Tambahan/Penempatan

Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni

1

Athaillah, S.E., M.Si. Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Muda Ketua Tim Kerja Pengelolaan Pembelajaran, Evaluasi, dan Pelaporan

2

Muhammad Idris, S.Pd., M.Pd. Arsiparis Ahli Madya Ketua Tim Kerja Pembinaan Prestasi dan Pengelolaan Kelembagaan Mahasiswa

3

Muhammad Edwar Effendy, S.E. Arsiparis Ahli Muda Ketua Tim Kerja Penalaran, Kesejahteraan Mahasiswa, dan Pemberdayaan Alumni

4

Ferawaliyanti, S.E., M.M. Ahli Pertama Pengembang Teknologi Pembelajaran Ketua Tim Kerja Registrasi dan Statistik

5

Mahdalena, S.E. Ahli Pertama Pranata Humas Ketua Tim Kerja Kerjasama

6

Ahmad Fauzi, S.Pd. Arsiparis Ahli Madya Ketua Tim Kerja Pengelola Rusunawa
Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum

1

Ilham, S.Pd.I Ahli Pertama Pranata Humas Ketua Tim Kerja Unit Layanan Terpadu

2

Romi Setiawan, S.Pd., M.Pd. Analis Anggaran Ahli Muda Ketua Tim Kerja Perencanaan dan Penganggaran

3

Said Adla Fauzan, S.P., M.P. Arsiparis Ahli Madya Ketua Tim Kerja Tata Usaha, Hukum, dan Tata Laksana

4

Wahyu Setiawan, S.E., Ak. Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda Ketua Tim Kerja Perbendaharaan dan Pelaksanaan Anggaran

5

Ahdi Mirza, S.E. Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda Ketua Tim Kerja Akuntansi dan Pelaporan Keuangan

6

Musrizal, S.T., M.T. Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda Ketua Tim Kerja Rumah Tangga dan Barang Milik Negara

7

Teuku Hananda, Lc. Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Muda Ketua Tim Kerja Pengelolaan dan Pengembangan SDM Dosen

8

Rahmad Hidayat, S.P. Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Muda Ketua Tim Kerja Pengelolaan dan Pengembangan SDM Tenaga Kependidikan

9

Salma Rusly, S.K.M., M.Epid. Arsiparis Ahli Madya Ketua Tim Kerja Kearsipan

10

Raflizar, S.STP., M.Si. Arsiparis Ahli Madya Ketua Tim Kerja Pengelola Pusat Edukasi Tsunami dan Hall of Fame
Fakultas Pertanian

1

Susanto, S.K.M., M.M Ahli Kebijakan Barang Milik Negara Ketua Tim Kerja Perencanaan, Keuangan, dan Umum

2

Seri Mulyani, S.E. Arsiparis Ahli Muda Ketua Tim Kerja Akademik dan Kemahasiswaan
Fakultas Teknik

1

Malahayati Ivonna, S.T., M.A.P. Pengelola Informasi Akademik Ketua Tim Kerja Perencanaan, Keuangan, dan Umum

2

Azhari, S.Pd.I. Ahli Pertama Arsiparis Ketua Tim Kerja Akademik dan Kemahasiswaan
Fakultas Ilmu Kesehatan

1

Riswansyah S., S.E. Pengelola Informasi Akademik Ketua Tim Kerja Perencanaan, Keuangan, dan Umum

2

Teuku Adilan, S.E., M.Sc. Ahli Pertama Arsiparis Ketua Tim Kerja Akademik dan Kemahasiswaan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

1

Dian Rosila, S.H. Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda Ketua Tim Kerja Perencanaan, Keuangan, dan Umum

2

Lita Fadriani, S.K.M. Arsiparis Ahli Muda Ketua Tim Kerja Akademik dan Kemahasiswaan
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

1

Zakaria, S.E. Pengelola Informasi Akademik Ketua Tim Kerja Perencanaan, Keuangan, dan Umum

2

Jufri, S.E. Ahli Pertama Arsiparis Ketua Tim Kerja Akademik dan Kemahasiswaan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis

1

Teuku Adelansyah, S.E. Pengolah Data Ketua Tim Kerja Perencanaan, Keuangan, dan Umum

2

Safriani Rahmayanti, S.H. Arsiparis Ahli Madya Ketua Tim Kerja Akademik dan Kemahasiswaan

MEULABOH – UTU  | Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan serta memastikan dosen memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan industri perikanan budidaya, TUK FPIK Universitas Teuku Umar melakukan program Uji Kompetensi dan Sertifikasi Keahlian Budidaya Perikanan bagi dosen di prodi akuakultur.

Program ini diinisiasi oleh prodi akuakultur sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perikanan melalui pendidikan yang unggul dan berbasis keahlian.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (9/10/2024) ini diikuti oleh sepuluh dosen prodi akuakultur. Tujuan utama dari program ini adalah memastikan dosen memiliki pengetahuan serta keahlian praktis yang memadai di bidang budidaya perikanan, yang sejalan dengan perkembangan teknologi terbaru serta kebutuhan pasar.

Dalam sambutannya, Mahendra, Ketua TUK FPIK UTU menyatakan bahwa sertifikasi ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan langkah penting dalam menjamin kualitas pengajaran di perguruan tinggi. “Dengan adanya sertifikasi ini, kami memastikan bahwa para dosen tidak hanya menguasai aspek teoretis, tetapi juga memiliki kemampuan praktik yang relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran mahasiswa. Pada akhirnya, ini akan berdampak pada kualitas lulusan yang siap bersaing di industri perikanan yang semakin kompetitif,” ujarnya.

Sementara itu Yusran Ibrahim, Ketua prodi akuakultur, menyampaikan bahwa Uji kompetensi ini mencakup berbagai aspek mulai dari teknik budidaya ikan modern, manajemen lingkungan budidaya, hingga pemanfaatan teknologi terkini dalam budidaya perikanan. Program ini juga dirancang untuk mendorong inovasi di kalangan dosen, agar mereka mampu menciptakan solusi yang aplikatif di bidang perikanan, baik dari segi teknologi, pengelolaan sumber daya, hingga kebijakan.

Program ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara akademisi dan lembaga sertifikasi nasional. Sertifikasi ini tidak hanya bermanfaat bagi dosen, tetapi juga memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri perikanan nantinya, yang pada akhirnya memberikan kontribusi signifikan kualitas SDM perikanan nasional,” tutup Yusran Ibrahim.

Dalam pelaksanaannya, TUK FPIK UTU menugaskan empat asesor metodologinya yaitu 1) Mahendra, 2) Afrizal Hendri, 3) Sufal Diansyah, 4) Zulfadhli, untuk memvalidasi portofolio para peserta dan wawancara. Program ini bekerja sama dengan LSP-KP dan BNSP. Sertifikat yang diterbitkan nantinya diakui secara nasional, dan diharapkan menjadi standar kompetensi bagi dosen di seluruh Indonesia.

Program Studi Akuakultur UTU adalah institusi yang berdedikasi untuk mencetak sumber daya manusia unggul di bidang perikanan budidaya. Dengan program-program pendidikan berbasis riset dan praktik langsung, kami berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi masa depan sektor perikanan budidaya Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: Tempat Uji Kompetensi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UTU Kabupaten Aceh Barat Kontak: 08526075838. (Humas UTU)