
MEULABOH – UTU | Kurikulum Program Studi Kesehatan Masyarakat mewajibkan mahasiswanya mengambil Praktek Belajar Lapangan (PBL) yang dilaksanakan setiap tahun pada semester Ganjil dan semester Genap. Pada tahun ini pelaksanaannya telah dilakukan selama tiga pekan untuk mahasiswa berada di lapangan atau luar kampus.
Pelaksanaan kegiatan PBL kali ini dilakukan secara serentak antara PBL I dan PBL II mulai dari tanggal 8 s.d 27 januari 2024 dengan lokasi prakteknya yang berbeda yaitu di puskesmas sebagai lokasi PBL I dan di Desa atau Gampong sebagai Lokasi PBL II yang ada di wilayah kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya.
Selama dilokasi PBL mahasiswa mendapatkan data untuk kemudian dianalisis secara teknis dan menemukan permasalahan untuk kemudian dibuat perencanaan dan di intervensi guna memecahkan permasalah Kesehatan Masyarakat.
Setelah mahsiswa peserta PBL melakukan semua kegiatan selanjutnya pada hari Rabu tanggal 28 Februari 2024 mereka melakukan seminar hasil pelaksanaan PBL dari lokasi masing-masing untuk mempresentasikan kegiatan yang selama ini sudah dilakukan secara sistematis sesuai dengan ilmu dan teori selama ini yang di dapatkan dari kampus.
Pada kegiatan ini ketua Prodi Kesehatan Masyarakat FKM UTU Maiza Duana, SKM., M.Kes dalam sambutan nya menyampaikan harapan semoga dengan PBL ini dapat meningkatkan ilmu dan skil mahasiswa yang telah memperoleh ilmu langsung di lapangan dalam Praktek Belajar Lapangan.
Dekan FKM Dr. T. Alamsyah, SKM., MPH. dalam sambutan nya juga menyampaikan kegiatan PBL ini merupakan suatu proses akademik yang merupakan pembelajaran dilapangan dimana selama ini mahasiswa telah mendapatkan pengetahuan dasar belajar dikelas dan dilapangan berbeda hasilnya dan banyak terdapat beberapa permasalahan yang diluar dari teori dan perencanaan kita.
Harapannya kedepan mahasiswa terus banyak melakukan survey permasalahan Kesehatan Masyarakat agar dapat melakukan intervensi yang banyak terhadap permasalahan Kesehatan yang ada dimasyarakat.
Adapun kegiatan seminiar hasil PBL ini juga dihadiri oleh supervisor/pembimbing lapangan dari lokasi dan dosen pembimbing lapangan. Peserta PBL I berjumlah 165 mahasiswa dan Peserta PBL II berjumlah 174 mahasiswa. Pelaksaan kegiatan seminar hasil dilaksanakan 2 sesi yaitu PBL I dilaksanakan pada sesi 1 Pagi Hari dan PBL II dlaksanakn pad asesi 2 siang ahari sampai dengan selesai.
Dalam melakukan seminar hasil juga dilakukan penilai terhadap masing-masing kelompok yaitu penilaian Poster PBL, Video kegiatan PBL dan presenter terbaik laporan PBL kelompok, sebagai reward kelompok yang menjadi pemenangnya diberikan sertifikat penghargaan. Tutur Jun Musnadi Is, SKM., M.Kes selaku ketua panitia PBL Prodi Kesmas FKM UTU. (Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar (FKM UTU) kembali melakukan yudisium sarjana yang ke-XXIV Semester Genap Tahun Akademik 2023/2024 yang dilaksanakan dalam rapat senat terbuka yang dipimpin oleh Ketua Senat Fakultas Jun musnadi is, SKM, M.Kes.
Acara yang diselenggarakan di Aula Utama Gedung Kuliah Terintegrasi Kampus UTU, Alue Penyareng pada Senin, 19 Februari 2024 ini merupakan wujud dari kesuksesan akademik para mahasiswa FKM khususnya dari Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat dan prodi Gizi yang telah menyelesaikan studi mereka dengan prestasi gemilang.
Sebagai informasi, untuk prodi Kesehatan Masyarakat yudisium kali ini merupakan yang 24, sementara untuk prodi gizi ini adalah yudisium perdana.
Dalam sambutannya dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UTU Dr. T. Alamsyah, SKM., M.P.H mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh peserta yudisium yang telah menyelesaikan studi dengan baik. Jangan berhenti untuk terus belajar, karena sumber belajar bukan hanya dari dosen dan kampus. Pengalaman merupakan sumber belajar terbaik sepanjang hidup.
“Di era disrupsi, sarjana kesehatan masyarakat dan sarjana ilmu gizi harus terus meningkatkan kemampuan baik hardskill maupun softskill untuk menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi kesehatan pada masyarakat agar dapat meningkatkan darajat kesehatan masyarakat,” kata Dekan
Lanjutnya, saat ini dunia kerja membutuhkan lulusan yang memiliki ketrampilan, oleh sebab itu kami berharap kepada para yudisiawan untuk terus mengasah diri untuk terus mencoba dan memperoleh ketrampilan.
“Sementara untuk yang ingin melajutkan jenjang magister, kesempatan beasiswa juga besar peluangnya saat ini, yang penting kemampuan bahasa harus ditingkatkan agar dapat memperoleh beasiswa magister” pungkasnya
Yudisium yang diikuti 76 orang mahasiswa tersebut diikuti seluruh pimpinan FKM UTU yang meliputi para wakil dekan, Ketua dan Sekretaris Prodi Ilmu Kesehatan Masyatakat, Prodi Gizi dan Prodi Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta para dosen dan tenaga kependidikan.
Untuk diketahui, dari seluruh lulusan, 68 orang adalah perempuan, sisanya adalaj laki-laki. Adapun IPK tertinggi adalah 3,93 diraih oleh Redha Riska Fatwati dari Prodi Kesehatan Masyarakat. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan memastikan bahwa proses belajar mengajar serta kegiatan akademik lainnya di program studi senantiasa memenuhi standar yang ditetapkan, maka perlu dilakukan upaya penguatan dan peningkatan standar layanan yang ditandai dengan pencapaian akreditasi unggul.
Menyikapi hal demikian, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar sebagai entitas perguruan tinggi dalam mengimplementasikan standar mutu akademik dan pencapaian akreditasi unggul menyelenggarakan workshop penyusunan sejumlah dokumen untuk kebutuhan akreditasi sejumlah program studi dibawah naungan FKM.
Workshop yang berlangsung di ruang rapat senat GKT, Kampus UTU pada Senin (12/2/2024) ini dihadiri oleh para pimpinan Fakultas, ketua dan sekretaris Prodi dan sejumlah anggota tim persiapan Akreditasi.
Hadir sebagai narasumber utama pada kegiatan tersebut adalah Dr. Ir. M. Aman Yaman, M. Agric. Sc yang merupakan Wakil Rektor Bidang akademik dan kerjasama Universitas Teuku Umar menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi perbaikan dan memastikan bahwa semua persyaratan akreditasi yang telah ditetapkan oleh Lembaga Akreditasi Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM PTKes) dapat terpenuhi.
Salah satu sesi workshop yang menjadi fokus utama adalah pembahasan dokumen akreditasi Laporan Evaluasi Diri (LED). Para peserta workshop secara bersama-sama melakukan evaluasi mendalam terhadap setiap bagian dokumen tersebut, mencari potensi penyempurnaan, dan memastikan bahwa informasi yang disajikan sesuai dengan kondisi aktual di program studi.
Selain itu, Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) juga menjadi perhatian utama dalam workshop ini. Para peserta secara kolaboratif menganalisis pencapaian dan proyeksi pengembangan program studi. Evaluasi ini melibatkan penilaian terhadap aspek kurikulum, fasilitas, sumber daya manusia, dan hubungan Prodi dengan stakeholder terkait.
Dalam pembukaan workshop, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Dr. T. Alamsyah SKM. MPH yang diwakili Wakil Dekan 1 Safrizal, SKM., M.Kes menyampaikan harapannya agar kegiatan penyusunan dokumen ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat secara umum dan penguatan kualitas dokumen akreditasi yang akan diajukan untuk penilaian.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan relevansi mutu pendidikan di unit kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat. Workshop penyusunan dokumen ini adalah langkah nyata untuk memastikan bahwa seluruh prodi dibawah FKM siap untuk menyongsong penilaian akreditasi untuk memperoleh hasil yang terbaik. Hal ini juga untuk tetap memastikan bahwa program studi di FKM menjadi pilihan utama bagi para calon mahasiswa yang ingin mengembangkan diri dalam bidang Kesehatan Masyarakat” ujar Safrizal.
Sementara itu Wakil Dekan II FKM Teungku Nih Farisni, SKM., M.Kes selaku penanggung jawab kegiatan juga menuturkan kegiatan ini merupakan refleksi kesiapan Fakultas Kesehatan Masyarakat untuk menghadapi pengajuan akreditasi yang akan segera berakhir.
“Ada beberapa dokumen yang akan kita siapkan untuk kelancaran Akreditasi program studi, diantaranya dokumen panduan akademik, Renstra dan renop, Pelampauan SN Dikti, dokumen tracer study, dokumen roadmap penelitian dan pengabdian dan dokumen evaluasi capaian kinerja,” kata Teungku Nih Farisni
Workshop ini diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut untuk implementasi perbaikan dan pengembangan yang diidentifikasi selama kegiatan. Para peserta sepakat untuk terus berkolaborasi dan melibatkan semua pihak terkait guna mencapai standar akreditasi yang lebih tinggi dan memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi mahasiswa di Fakultas Kesehatan Masyarakat. (Aduwina Pakeh / Humas UTU)

MEULABOH – UTU | Program Studi Gizi FKM-UTU menjalin kerja sama dengan RSUD Tgk. Chik Ditiro dengan penandatanganan MOA oleh Dekan FKM-UTU Bapak Dr.T.Alamsyah, SKM., MPH dan Direktur RSUD Tgk. Chik Ditiro Bapak drg. Mohd Riza Faisal, MARS di Sigli Pada Hari Senin (29/01/2024).
Pelaksanaan kerjasama ini dalam rangka menjalankan program magang angkatan ke II yang dilakukan oleh Prodi Gizi FKM-UTU di RSUD Chik Ditiro dengan melepas 7 mahaiswa Prodi Gizi guna mendapatkan pembelajaran langsung dari Rumah Sakit yang akan ditempatkan di Instalasi Gizi. Penyerahan 7 mahasiswa Prodi Gizi oleh Dekan FKM UTU bapak Dr. T. Alamsyah, SKM., MPH yang didampingi oleh Dosen Pendamping Lapangan magang Ibu Wardah Iskandar, SKM., MPH kepada Rumah sakit yang diterima langsung oleh Direktur RSUD Tgk. Chik ditiro Bapak drg. Mohd Riza Faisal, MARS.
Program magang ini merupakan rangkaian program magang gizi dimana mahasiwa melaksanakan magang di instalasi gizi dibawah pengawasan para CI Rumah sakit. Pendekatan akademik magang gizi rumah sakit ini berkaitan dengan salah satu capaian lulusan mahasiswa di prodi Gizi UTU yaitu mahasiswa diharapkan dapat memahami Manajemen Sistem Penyelenggaraan Institusi (MSPM) dan Manajemen Asuhan Gizi klinik (MAGK).
Dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat membantu terlaksana program magang gizi rumah sakit Prodi Gizi FKM-UTU untuk menerapkan seluruh teori yang telah mahasiswa dapatkan selama perkuliahan dan dapat melihat secara langsung bagaimana implementasi dari seluruh teori yang didapat, selain itu semoga Rumah Sakit juga terbantu dengan adanya program magang ini. (Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Para dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Teuku Umar berkumpul untuk menggelar rapat evaluasi pembelajaran semester ganjil dan persiapan pembelajaran semester genap tahun akademik 2023-2024. Acara ini dilangsungkan di ruang rapat Senat, Gedung Kuliah Terintegrasi, Kampus UTU, Jum’at (19/1/2024).
Rapat kali ini dihadiri Kepala Biro AKPK UTU Rinaldi Iswan, ST., M.Sc, Dekan FKM Dr. T. Alamsyah, SKM., MPH, Wakil Dekan II, Teungku Nih Farisni, SKM., M.Kes, Ketua SPMF Siti Maisarah, SKM., M.Kes, para ketua dan sekretaris Prodi lingkup FKM dan para koordinator pokja serta tenaga kependidikan lingkup FKM.
Rapat yang dipimping langsung oleh Dekan Dr. T. Alamsyah ini berlangsung dalam suasan penuh keakraban. Dekan didalam penyampaiannya mengucapkan terimakasih bagi dosen yang telah mengajar dengan penuh dedikasi pada semester ganjil lalu, juga kepada para tendik yang telah pro aktif memfasilitasi dan melayani mahasiswa FKM. Semoga semakin baik untuk semester berikutnya.
“Agenda rapat kali ini adalah evaluasi pembelajaran semester lalu dan persiapan pembelajaran semester berikutnya diantaranya pembagian dosen pengampu mata kuliah untuk semester genap,” kata Dekan
Dekan juga mengajak semua pihak untuk senantiasa saling mendukung dan menciptakan lingkungan yang nyaman, penuh semangat, dan bebas dari permasalahan.
Dekan juga mengungkapkan harapannya agar ke depan seluruh Program Studi lingkup FKM mampu mempersiapkan akreditasi dengan predikat unggul, minimal baik sekali dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Menurut Dr. T. Alamsyah akreditasi adalah ruh perguruan tinggi, oleh karenannya diharapkan seluruh prodi dapat meningkatkan nilai akreditasi menjadi unggul.
“Ruh perguruan tinggi ketika mampu mengangkat nilai akreditasi, dan nilai-nilai akademik. Kalau akademik sudah matang, maka semuanya akan aman,” katanya.
Selain itu juga perlu perumusan agar dunia kerja cepat menyerap alumni, salah satunya dengan membuat FKM dikenal seperti mempersiapkan diri untuk mengikuti akreditasi internasional. “Selain itu juga perlu dioptimalkan peran alumni, sehingga alumni lebih banyak yang mendapatkan pekerjaan yang layak” Kata Dr. T. Alamsyah
Dekan juga menyinggung terkait Indikator Kinerja Utama (IKU), dalam hal penulisan artikel ilmiah, kemungkinan bisa dicapai apabila didesain dengan baik maka jumlah hasil penelitian akan semakin banyak yang dihilirisasi oleh masyarakat.
Diakhir rapat juga diumumkan dosen terbaik di masing-masing program studi dalam hal proses pembelajaran yaitu Prodi Kesehatan Masyarakat Firman Firdaus., M. Kes, Prodi Gizi diraih oleh Rinawati, M. Pd dan Prodi K3 diraih oleh Jun Musnadi Is., M. Kes. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Peran Pemimpin dalam Membangun Budaya K3”, Kamis (30/11/2023). Kegiatan tereebut berlangsung di Aula Cut Nyak Dhien, Gedung Kuliah Terintegrasi, Kampus UTU yang diikuti oleh mahasiswa Prodi K3 hingga umum.
Ketua Prodi K3 UTU, Jun Musnadi, SKM., M.Kes menyampaikan bahwa bidang keilmuan K3 dapat diimplementasikan secara luas sehingga mahasiswa perlu dibekali dengan berbagai ilmu K3 yang ada.
Sebagai prodi yang baru lahir dari minat studi K3 prodi kesmas FKM UTU prodi K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) dalam penyelenggarakan kegiatan kuliah umum ini dengan 100 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa yang diundang dari berbagai prodi yang ada di UTU dan beberapa mahasiswa dari kampus lain yang ada di kota meulaboh.
Pada hari yang sama juga dilaksanakan Pelatihan RPS besbasis Case Methode bagi 50 orang dosen FKM yang terdiri dari Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat, Dosen Prodi Gizi dan Dosen Prodi K3 FKM UTU.
Kuliah tamu ini menghadirkan Guru Besar Prodi K3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yaitu Prof. Doni Hikmat Ramdhan, SKM., M.KKK., PhD sebagai narasumber utama.
Sebagai seorang safety officer mungkin Anda pernah melontarkan pertanyaan, “dari mana kita mulai membentuk sebuah budaya K3 di perusahaan?”. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para ahli K3 dunia pun dengan tegas menjawab, “pembentukan budaya K3 dimulai dari manajemen puncak”.
Yang mereka maksudkan di sini adalah tonggak awal pembentukan sebuah budaya K3 di mulai dari manajemen puncak, yakni pemimpin. Komitmen dan keteladanan pemimpin adalah faktor paling penting penentu keberhasilan dibangunnya budaya K3 (safety culture) di perusahaan. Safety leadership-lah yang berperan besar dalam menggerakkan partisipasi pekerja untuk selalu memprioritaskan K3 dalam setiap kegiatan operasi.
Rektor UTU yang diwakili Wakil Rektor 3 Ibrahim Laweung SKM, MNSc, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedepan sarjana K3 akan sangat besar kebutuhannya serta peranannya diwilayah barat selatan aceh khususnya dalam peningkatan kesehatan sumberdaya tenaga kerja dibeberapa perusahaan yang sudah ada seperti PLTU, pertambangan batu bara dan beberapa pabrik sawit yang sudah ada selama ini dan juga perusahan yang akan ada kedepan nantinya.
Dr. T. Alamsyah, SKM, MPH selaku Dekan FKM UTU dalam sambutannya menyampaikan kegiatan kuliah umum ini merupakan salah satu moment yang dilakukan Prodi K3 untuk melahirkan dan menjadikan Peran Pemimpin dalam membangun Budaya K3 di industri dan masyarakat nantinya agar selalu sehat dan bisa bekerja secara produktifi.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan oleh partisipan. Dengan terselenggaranya kegiatan perkuliahan umum ini tentu menjadi salah satu upaya menghasilkan lulusan unggul dan kompeten di bidang keselamatan dan kesehatan kerja. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Dua dosen Prodi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar, Khairunnas, DCN, M.Kes dan Teuku Mulyadi, S.Tr. Gz, MKM menjadi narasumber dalam kegiatan tatalaksana gizi buruk yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya, Rabu -Jum’at tanggal 29 November – 1 Desember 2023.
Khairunnas membawakan materi mengenai pengelolaan terintegrasi upaya penanggulangan gizi buruk pada belita sementara Teuku Mulyadi menyampaikan materi seputar kebijakan pencegahan dan tata laksana gizi buruk pada balita.
Khairunnas kepada Humas UTU mengatakan kegiatan itu dilaksanakan sebagai upaya menekan angka stunting di provinsi Aceh. Mengingat tingginya angka Gizi Buruk terutama di Propinsi Aceh dari 10 Propinsi di Indonesia.
“Aceh termasuk 10 besar angka status Gizi buruknya, hal tersebut berdasarkan hasil Survey Gizi tahun 2022. Dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya mengadakan pelatihan Tata Laksana Penanggulangan Gizi Buruk di Kabupaten Nagan Raya,” kata Khairunnas yang juga ketua prodi Gizi UTU
Acara tersebut diadakan di Hotel Grand Nagan yang dikuti oleh Dokter Puskesmas, Ahli Gizi dan Bidan yang dinas di Puskesmas se Kabupaten Nagan Raya.
Kegiatan pelatihan tersebut bertujuan untuk menekan kematian bayi atau balita, dan menurunkan prevalensi gizi kurang dan buruk di Kabupaten Nagan Raya.
Kegiatan ini juga salah satu cara dalam penanganan anak stunting yang saat ini menjadi perhatian pemerintah Pusat. Agar anak yang gizi buruk tidak sampai mengalami stunting tatalaksana gizi buruk yang tepat dapat menjadi solusi, sambung Teuku Mulyadi
“Salah satu cara untuk menanggulangi masalah gizi kurang dan gizi buruk adalah dengan menjadikan tatalaksana gizi buruk sebagai upaya menangani setiap kasus yang ditemukan oleh tim kesehatan yang ada di fasilitas kesehatan,” kata Teuku Mulyadi
Peran serta kader kesehatan dalam pemantauan tumbuh kembang anak yang dilaksanakan setiap bulan di Posyandu menjadi sangat penting untuk segera mungkin memberikan intervensi gizi kepada bayi dan anak yang gizi buruk. Semoga kedepan tim dalam penanganan gizi buruk dapat bekerja dengan baik menuju generasi emas Nagan Raya yang kita dambakan. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).