
MEULABOH – UTU | Program Studi Magister Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian (MIP-FP) Universitas Teuku Umar menggelar sidang tesis angkatan pertama, Kamis (06/03/2025). Sidang tesis mahasiswa tersebut atas nama Suci Sunandar sebagai wujud eksistensi Magister Ilmu Pertanian dalam menghasilkan lulusan.
Ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam melaksanakan pendidikan berkualitas tinggi serta mendukung mahasiswa untuk mencapai target akademis sesuai dengan standar waktu yang ditetapkan.
Koordinator Program Studi Magister Ilmu Pertanian UTU Dr. Dewi Fithria, S.P., M.P mengatakan, keberhasilan Magister Ilmu Pertanian melaksanakan sidang perdana untuk angkatan pertama merupakan suatu kebanggaan.
“Alhamdulillah, hari ini merupakan sejarah baru bagi Program Magister Ilmu Pertanian UTU yang telah menghasilkan lulusan untuk angkatan pertama. Dengan adanya lulusan, nantinya akan mempermudah Program Magister Ilmu Pertanian dalam mengembangkan dan memperkenalkan program studi di ruang lingkup yang lebih besar,” ungkapnya.
Selain itu, diharapkan para lulusan nantinya juga akan berperan untuk memberikan gambaran jelas terhadap relevansi pemenuhan kebutuhan skill di bidang pertanian yang juga salah satu core product Universitas Teuku Umar yaitu Agro Industry.
Suci Sunandar mengambil judul tesis “Strategi Pengelolaan Air Berkelanjutan dalam Restorasi Lahan Gambut KHG Krueng Woyla Gampong Keub Kabupaten Aceh Barat,” dengan pembimbing Dr. Dewi Fithria, SP., MP dan Dr. Iswar, S.Pd.I., M.Pd dengan tim penguji Dr. Irvan Subandar, S.P., M.P dan Dr. Abdul Latif, S.P., M.P.
“Kita berbangga hati, mahasiswa kita sukses menempuh ujian tesis hari ini. Ini sejarah baru bagi kita, mahasiswa Program Magister Ilmu Pertanian berhasil meraih gelar Magister Ilmu Pertanian” Kata Ir. Rusdi Faizin, M.Si selaku Dekan FP UTU
“Selamat atas kelulusan saudara Suci Sunandar sebagai lulusan pertama Magister Ilmu Pertanian, sukses dan berkah. Semoga ilmu yang didapat bermanfaat bagi pengembangan diri dan kecakapan dalam bekerja kedepan,” ucap Rusdi Faizin
Dihubungi terpisah, Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si menyampaikan rasa bangga terhadap capaian ini. Capaian ini menunjukkan konsistensi dan keseriusan Program Studi Magister di UTU dalam mencetak lulusan berkualitas yang siap berkontribusi di berbagai sektor strategis secara profesional.
“Kami berharap lulusan ini mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam dunia kerja dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tuturnya.
UTU terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas pendukung bagi para mahasiswanya, sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta mampu bersaing di level nasional maupun internasional.
Editor : Aduwina Pakeh
Foto : Dr. Dewi Fithria

MEULABOH – UTU | Bertempat di ruang rapat Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama Universitas Negeri Jakarta (LSPP1-UNJ) pada hari Rabu, tanggal 26 Februari 2025 di Jakarta, telah dilaksanakan benchmarking tata kelola LSP (manajemen, kebijakan, serta strategi pengelolaan sertifikasi profesi) terhadap LSP UTU.
Kegiatan benchmarking dihadiri langsung oleh ketua LSPP1-UNJ yaitu Dr. Ir. Alsuhendra, M.Si, selain itu juga dihadiri oleh kepala bidang sertifikasi, kepala bidang mutu, dan kepala administrasi dan keuangan, serta tendik yang bertugas di LSPP1-UNJ.
Adapun perwakilan dari LSP UTU yang mengikuti benchmarking adalah ketua LSP UTU (Dr. Uswatun Hasanah, S.Si., M.Si.), kepala bidang sertifikasi (Dr. Munandar, S.Kel., M.Sc.), dan kepala bidang mutu (Dr. Vina Maulidia, S.P.).
Kegiatan benchmarking meliputi pelatihan manajemen tata kelola dan proses sertifikasi kompetensi yang telah dilakukan oleh LSPP1-UNJ sejak 2016, memiliki 86 asesor kompetensi, 7 skema sertifikasi kompetensi, dan 6 tempat uji kompetensi (TUK), serta telah melakukan sertifikasi kompetensi terhadap ribuan mahasiswa strata D3, S1 dan S2 Universitas Negeri Jakarta.
Selain itu, perwakilan LSP UTU juga mengunjugi beberapa TUK yang ada di UNJ seperti laboratorium keamanan pangan, dan laboratorium metodologi. Kepala bidang sertifikasi LSPP1-UNJ menyatakan bahwa sertifikat kompetensi yang akan dimiliki oleh mahasiswa, menjadi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang akan sangat berpengaruh jika digunakan dalam dunia pekerjaan.
Selain memperoleh pengetahuan mengenai manajemen tata kelola LSP dan proses sertifikasi kompetensi, kedua LSP ini juga melakukan penandatangan surat perjanjian kerja (SPK) mengenai; konsultasi terkait penguatan tata kelola kelembagaan LSP, menugaskan atau peminjaman asesor kompetensi, memberikan training kompetensi teknis bagi asesor kompetensi.
Selain itu juga menerima konsultasi pembuatan Materi Uji Kompetensi (MUK), memberikan konsultasi Materi Uji Kompetensi (MUK) dengan skema yang sejenis. meminjamkan Tempat Uji Kompetensi (TUK), dan asesor dapat mengikuti Recognition Current Competency (RCC)/Sertifikasi Ulang di LSPP1-UNJ.
Editor : Aduwina Pakeh
Foto : Dr. Munandar

MEULABOH – UTU | Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU). Saifullah, mahasiswa jurusan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UTU berhasil meraih Medali Silver dalam ajang International Innovation & Exhibition Fair (IIEF) 2025 yang diselenggarakan di Kolej MARA Kulim, Kedah, Malaysia pada 26-27 Februari 2025.
IIEF 2025 merupakan ajang inovasi internasional yang bertujuan untuk menampilkan kreativitas para inovator dan penemu dalam menghadirkan ide, metode, serta perangkat baru yang inovatif. Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara dengan berbagai kategori inovasi.
Dalam ajang ini, Saifullah berkompetisi dalam Kategori Online, Chapter A : Electrical & Electronics, ICT & Multimedia, IoT Innovation dengan karyanya yang bertajuk NutrixSense. NutrixSense merupakan Progressive Web App (PWA) yang memanfaatkan model kecerdasan buatan YOLO (You Only Look Once) untuk mendeteksi makanan melalui gambar serta menghitung jumlah kalori dan nutrisi dengan mudah.
Inovasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengelola pola makan secara lebih sehat dan efisien. Keberhasilan Saifullah dalam ajang ini tidak terlepas dari dukungan dan bimbingan dari para dosen pembimbing, yaitu Mirna Ria Andini, S.T., M.Sc. dan Hayatun Maghfirah, S.S.T., M.T., serta supervisor lomba, Abdurrahman Ridho, S.Kom., M.Kom.
Menanggapi kemenangan ini, Saifullah mengungkapkan rasa syukur dan bangganya bisa membawa nama baik Universitas Teuku Umar di tingkat internasional. “Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Terima kasih kepada para dosen pembimbing dan supervisor yang telah mendukung saya sejak awal. Semoga inovasi ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Pihak universitas juga memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Ketua Program Studi Teknologi Informasi UTU, Abdurrahman Ridho, S.Kom., M.Kom menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa UTU mampu bersaing di kancah global dengan inovasi berbasis teknologi.
Dengan keberhasilan ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa UTU yang termotivasi untuk berpartisipasi dalam ajang inovasi internasional dan terus mengembangkan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Editor : Aduwina Pakeh
Foto : Ardy

MEULABOH – UTU | Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKK) Universitas Teuku Umar melaksanakan kegiatan “Meningkatkan Motivasi dan Kreativitas Mahasiswa UTU dalam Menyongsong Kegiatan PKM, P2MW, dan PPK Ormawa Tahun 2025”.
Dalam kegiatan tersebut dihadirkan pembicara masing-masing bidang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) (Arie Saputra, S.T., M.Si), Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) (Said Achmad Kabiru Rafiie, SE., MBA), dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) (Yarmaliza, SKM., M.Si).
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (26/2/2025) lalu tersebut, beberapa hal penting yang perlu dicatat terkait pelaksanaan kegiatan tahun 2025 diantaranya adalah (1) Penerimaan proposal PKM, P2MW dan PPK Ormawa tahapn internal akan dibuka kembali setelah masing-masing panduan program tahun 2025 dirilis secara nasional; (2) jumlah proposal yang akan diunggah ke akun nasional membandingkan pada tahun sebelumnya maka untuk proposal PKM lebih banyak (diatas 150 proposal), dibandingkan P2MW (30 proposal), dan PPK Ormawa (20 proposal); (3) Memastikan terlebih dahulu terkait proposal yang diajukan terkait matakuliah di program studi yang dapat dikonversi nantinya bila program yang diajukan memperoleh pendanaan.
Pada paparan pemateri PKM (Arie Saputra) dijelaskan bahwa untuk memastikan kelayakan proposal PKM diperlukan ketelitian untuk mengikuti panduan dengan benar, sehingga dapat menghindari kesalahan format maupun hal teknis lainnya.
Selain itu, titik penjelasan juga perlu diperhatikan, karena masing-masing skema PKM memiliki keunikan dan tujuan khusus yang dicapai pada pelaksanaannya. Mempersiapkan ide-ide PKM yang terupdate dan unik juga menjadi penunjang untuk mempersiapkan proposal PKM yang berkualitas.
Pemateri PPK Ormawa (Yarmaliza) turut menekankan hal yang mirip, namun beberapa hal yang unik dari PPK Ormawa adalah berbentuk pengabdian, sehingga mahasiswa perlu melakukan koordinasi dengan desa setempat yang hendak dijadikan tempat pengabdian. Desa binaan kampus seyogyanya akan lebih memudahkan proses pengabdian.
Jarak antara desa pengabdian dengan kampus juga perlu diperhatikan, karena pelaksanaan program yang kontinyu, namun beberapa pengabdian di tempat yang cukup jauh masing memungkinkan, seperti pengalaman tim BEM FPIK yang melakukan pengabdian di Pulau Banyak Aceh Singkil. Satu hal penting dari program ini adalah hanya dapat diajukan oleh organisasi mahasiswa yang memiliki SK aktif, sehingga perlu perhatian lebih lanjut untuk hal tersebut.
Pemateri P2MW (Said Achmad Kabiru Rafiie) menjelaskan bahwa sebagai mahasiswa yang memiliki bisnis maupun ide bisnis dapat mengajukan proposal P2MW. Program tersebut sangat berpotensi karena dapat mendukung mahasiswa dalam mengembangkan bisnisnya dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Bantuan pendanaan pada program P2MW cukup besar untuk dijadikan modal, sehingga diharapkan mahasiswa dapat memperoleh kesempatan menciptakan usaha baru di lingkungan masyarakat.
Editor : Aduwina Pakeh
Foto : Dr. Mukhtarida

MEULABOH – UTU | Bertempat di ruang rapat Sekolah Vokasi Universitas Indonesia pada hari Selasa, tanggal 25 Februari 2025 di Jakarta, telah dilaksanakan benchmarking tata kelola Lembaga Sertifikasi Profesi (manajemen, kebijakan, serta strategi pengelolaan sertifikasi profesi) terhadap LSP UTU.
LSP UI diketuai oleh Dr. Rahmi Setiawati, S.Sos., M.Si, pada saat berlangsungnya benchmarking dihadiri oleh kepala bidang sertifikasi LSP UI (Hardika Widi Satria, S.Hum., M.Si) dan Administrasi keuangan LSP UI (Fitriana Dwi Asmarani, S.E.). Perwakilan dari LSP UTU yang mengikuti benchmarking adalah ketua LSP UTU (Dr. Uswatun Hasanah, S.Si., M.Si.), kepala bidang sertifikasi (Dr. Munandar, S.Kel., M.Sc.), dan kepala bidang mutu (Dr. Vina Maulidia, S.P.).
Kegiatan benchmarking meliputi pelatihan manajemen tata kelola dan proses sertifikasi kompetensi yang telah dilakukan oleh LSP UI sejak 2017, memiliki 136 asesor kompetensi, 23 skema sertifikasi kompetensi, dan 14 tempat uji kompetensi (TUK), serta telah melakukan dan mewajibkan sertifikasi kompetensi terhadap ribuan mahasiswa strata D3, dan S1 Sekolah Vokasi UI.
Selain itu, peserta pelatihan juga mengunjugi beberapa TUK yang ada di Sekolah Vokasi UI seperti laboratorium komputer, laboratorium fisioterapi, dan laboratorium Perkantoran. Kepala bidang sertifikasi LSP UI menyebutkan bahwa sertifikasi kompetensi yang dilakukan terhadap mahasiswa, menjadi syarat wajib lulusan Sekolah Vokasi UI sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang akan digunakan untuk bekerja.
Selain memperoleh pengetahuan mengenai manajemen tata kelola LSP dan proses sertifikasi kompetensi, kedua LSP ini juga melakukan penandatangan surat perjanjian kerja (SPK) mengenai; konsultasi terkait penguatan tata kelola kelembagaan LSP, menugaskan atau peminjaman asesor kompetensi, memberikan training kompetensi teknis bagi asesor kompetensi.
Selain itu juga menerima konsultasi pembuatan Materi Uji Kompetensi (MUK), memberikan konsultasi Materi Uji Kompetensi (MUK) dengan skema yang sejenis. meminjamkan Tempat Uji Kompetensi (TUK), dan asesor dapat mengikuti Recognition Current Competency (RCC)/Sertifikasi Ulang di LSP UI.
Editor : Aduwina Pakeh
Foto : Dr. Munandar

MEULABOH – UTU |Dalam rangka meningkatkan kompetensi, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitss Teuku Umar mengikuti pelatihan manajemen tata kelola dan Proses Sertifikasi Kompetensi di LSP Vokasi IPB University.
Bertempat di ruang rapat Sekolah Vokasi IPB University pada hari Senin, tanggal 24 Februari 2025 di Bogor, telah dilaksanakan pelatihan tata kelola LSP (manajemen, kebijakan, serta strategi pengelolaan sertifikasi profesi) terhadap LSP UTU.
Pembukaan pelatihan dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerja Sama, dan Pengembangan Sekolah Vokasi IPB University yaitu Dr. Ir. Anita Risitianingrum, M.Si., ketua LSP SV IPB University Uding Sastrawan, S.P., M.Si., serta seluruh pengurus LSP SV IPB University seperti kepala bidang sertifikasi, kepala bidang mutu, kepala TUK, Administrasi dan IT, serta beberapa asesor SV IPB University. Perwakilan dari LSP UTU yang mengikuti pelatihan adalah ketua LSP UTU (Dr. Uswatun Hasanah, S.Si., M.Si.), kepala bidang sertifikasi (Dr. Munandar, S.Kel., M.Sc.), dan kepala bidang mutu (Dr. Vina Maulidia, S.P.).
Kegiatan pelatihan meliputi pelatihan manajemen tata kelola dan proses sertifikasi kompetensi yang telah dilakukan oleh LSP Vokasi IPB sejak 2016, dan telah memiliki 100 asesor dengan 26 skema sertifikasi kompetensi, serta telah melakukan sertifikasi kompetensi terhadap ribuan mahasiswa strata D3 dan S1 Sekolah Vokasi IPB. Selain itu, peserta pelatihan juga mengunjugi beberapa TUK yang ada di Sekolah Vokasi IPB seperti laboratorium kultur jaringan, laboratorium komputer, laboratorium media, dan laboratorium CA Kuliner da Diet.
Ketua LSP Vokasi IPB menambahkan pentingnya dilakukan sertifikasi kompetensi terhadap mahasiswa, karena selain memperoleh ijazah akademik, mahasiswa juga dapat memiliki Sertifikat Kompetensi sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang akan menjadi peunjang untuk digunakan dalam dunia kerja.
Selain memperoleh pengetahuan mengenai manajemen tata kelola LSP dan proses sertifikasi kompetensi, kedua LSP ini juga melakukan penandatangan surat perjanjian kerja (SPK) mengenai; konsultasi terkait penguatan tata kelola kelembagaan LSP, menugaskan atau peminjaman asesor kompetensi, memberikan training kompetensi teknis bagi asesor kompetensi, menerima konsultasi pembuatan Materi Uji Kompetensi (MUK), memberikan konsultasi Materi Uji Kompetensi (MUK) dengan skema yang sejenis. meminjamkan Tempat Uji Kompetensi (TUK), dan asesor dapat mengikuti Recognition Current Competency (RCC)/Sertifikasi Ulang di LSP Vokasi IPB.
Editor : Aduwina Pakeh
Foto : Dr. Munandar

MEULABOH – UTU |Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (FT-UTU), dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1446 Hijriah melaksanakan bakti sosial (baksos)di Masjid Nurul ‘Ilmi Universitas Teuku Umar (25/02/25).
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Mokhammad Haikal menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk Solidaritas sosial sebagai ekspresi kesadaran keagamaan dalam mengisi bagian dari bentuk ibadah dan kebersamaan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.
“Bakti sosial ini juga sebagai wujud kebersamaan kita dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan Kegiatan ini sudah menjadi program kerja HMM menjelang Ramadhan,” ujar Haikal.
Baksos HMM sambut bulan suci Ramadhan di Masjid Nurul Ilmi Kampus UTU dihadiri juga Ketua beserta Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul ‘Ilmi Universitas Teuku Umar dan Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Umum.
M. Danil. K selaku Ketua Panitia Baksos dan Kabid Keagamaan HMM FT UTU menyampaikan, selain Bakti sosial HMM FT UTU telah menyiapkan berbagai Program Ramadhan, seperti Safari Ramadhan meliputi buka puasa bersama, tarawih bersama masyarakat, tadarus Al-Qur’an, kajian Subuh, serta kegiatan lainnya
“Kami ingin memberikan manfaat nyata kepada kampus dan masyarakat sekitar, terutama menjelang bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini juga menjadi momen untuk memperkuat kebersamaan di antara anggota Himpunan,” ujarnya.
Dengan adanya persiapan ini, diharapkan Ramadhan tahun ini dapat dijalani dengan penuh keberkahan dan semangat, tutup Haikal Ketua Umum HHM FT UTU.
Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Umum, Zulfirman, M.Si didampingi Ketua DKM Masjid Nurul ‘Ilmi UTU, Tgk. Sulaiman Ali, S.T., MT saat dikonfirmasi humas UTU turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa Teknik Mesin yang selalu aktif dalam kegiatan sosial. “Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini, yang tidak hanya mendidik mahasiswa secara akademik, tetapi juga membangun jiwa sosial mereka,” ungkapnya.
Kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa, terutama dalam membangun rasa empati dan semangat gotong royong. Di akhir acara, mahasiswa bersama pengurus masjid juga mengadakan doa bersama untuk kelancaran persiapan Ramadhan dan kegiatan ibadah selama bulan suci.
Dengan semangat kebersamaan, HMM UTU berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan di masa mendatang, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di berbagai tempat yang membutuhkan bantuan.
Editor : Aduwina Pakeh
Foto : Sulaiman Ali

MEULABOH – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) mencatat sejarah baru dengan menyelenggarakan wisuda perdana untuk lulusan program Magister. Dalam acara yang dihelat secara khidmat di Auditorium Universitas Teuku Umar, sebanyak 4 lulusan dari program studi magister Ilmu Perikanan resmi diwisuda pada Sabtu (22/2/2025).
Wisuda ini menandai pencapaian penting dalam pengembangan akademik Universitas Teuku Umar sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi baru terkemuka di Indonesia.
Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si dalam sambutannya menyampaikan kebanggaan atas prestasi ini dan mengapresiasi para lulusan yang telah berjuang keras hingga menyelesaikan pendidikan magisternya. “Hari ini adalah tonggak sejarah bagi Universitas Teuku Umar. Wisuda ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para lulusan, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat Aceh Barat. Lulusan magister pertama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Yang lebih membahagiakan, lanjut Rektor, keempat lulusan Magister perdana ini berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu singkat yaitu selama 18 bulan dengan pencapaian nilai Pujian dengan IPK sempurna yaitu 4.00
“Kita patut bangga dan berterimakasih atas perjuangan mereka yang berhasil menyelesaikan pendidikan Magisternya dalam waktu 3 semester. Selamat untum Prodi Magister Ilmu Perikanan, semoga prestasi ini dapat diikuti oleh program Studi Magister lainnya,” Kata Prof Ishak
Para lulusan ini telah melalui proses pendidikan yang intensif dengan fokus pada pengembangan keilmuan yang aplikatif dan relevan dengan tantangan lokal dan global.
Selain itu, Prof. Ishak Hasan juga menyatakan komitmen UTU untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas program magister di masa depan. “Dengan keberhasilan wisuda perdana ini, kami semakin optimis untuk mengembangkan program-program pascasarjana lainnya. Kami berkomitmen untuk menciptakan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.
Wisuda perdana ini juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga para wisudawan yang turut memberikan semangat dan dukungan.
Dengan lahirnya lulusan-lulusan magister ini, Universitas Teuku Umar semakin mengukuhkan perannya sebagai kampus sumber inspirasi dan referensi dalam bidang agro and marine industri yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia berkualitas dan berintegritas.
Salah satu lulusan terbaik, Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para dosen dan pihak kampus yang telah membimbing mereka selama masa studi. “Kesuksesan kami hari ini adalah hasil kerja keras dan bimbingan dari para dosen yang luar biasa. Kami siap untuk kembali ke masyarakat dan memberikan kontribusi nyata sesuai bidang ilmu yang kami pelajari,” ungkapnya.
4 lulusan Magister Ilmu Perikanan Raih IPK 4.00
Empat lulusan dari Program Magister Ilmu Perikanan berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yakni 4.00, pada wisuda perdana program magister yang berlangsung Sabtu (22/2/2025). Prestasi ini menegaskan kualitas pendidikan yang ditawarkan UTU dan komitmen para mahasiswa dalam meraih hasil akademik terbaik.
Keempat lulusan berprestasi tersebut adalah:
• Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pi
• Suryanita, S.Pd., M.Pi
• Nanda putri ranggayoni, S.Pi., M.Pi
• Arif Maulana, S.Pi., M.Pi
Di sela-sela prosesi wisuda XIX 2025, keempat lulusan terbaik tersebut mendapatkan penghargaan “Lulusan Perdana Program Magister” yang diserahkan langsung oleh Rektor UTU Prof Dr Ishak Hasan, M.Si yang turut didampingi oleh para Wakil Rektor, Ketua Senat Universitas dan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan.
Selain itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama UTU, Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric.Sc menegaskan bahwa pencapaian ini adalah wujud dari kualitas pembelajaran yang diterapkan di UTU. “Kami akan terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, baik dari sisi pengajaran maupun penelitian, agar para lulusan UTU dapat berkontribusi secara signifikan di masyarakat, khususnya dalam mengelola sumber daya perikanan yang berkelanjutan.”
Dengan prestasi yang diraih keempat lulusan ini, UTU terus berupaya untuk melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan berintegritas.
Dihubungi terpisah, Dekan FPIK UTU Prof. Dr. Ir. Ismail Sulaiman, S.TP., Maitrise., M.Sc., IPU didampingi Koordinator Program Magister Ilmu Perikanan Dr. Munandar, S.Kel., M.Sc menyebutkan bahwa Magister Ilmu Perikanan merupakan program Magister perdana yang dibuka di UTU dengan kurikulum yang berorientasi pada pengembangan sumber daya perikanan berkelanjutan.
“Tentu prestasi ini diharapkan semakin meningkatkan daya tarik program Magister Ilmu Perikanan dan menjadikan UTU sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka dalam bidang perikanan di Indonesia,” pungkas Dekan FPIK
Editor : Aduwina Pakeh
Foto : Zul Eman

MEULABOH – UTU | Senat Universitas Teuku Umar (UTU) kembali menyelenggarakan Rapat Terbuka dengan agenda Wisuda Lulusan Program Sarjana dan Pascasarjana ke-XIX pada Sabtu (22/2/2025). Wisuda kali ini diikuti seramai 460 orang lulusan dari 6 Fakultas lingkup UTU yang terdiri dari 456 lulusan program Sarjana dan 4 orang lulusan program Pascasarjana.
Dilaksanakan di Auditorium Teuku Umar, Gedung Kuliah Terintegrasi (GKT) Kampus UTU, acara wisuda berlangsung meriah. Wisuda yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri oleh Rektor UTU, Prof. Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si, Wakil Rektor bidang Akademik dan Kerjasama, Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric.Sc, Wakil Rektor bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ibrahim, SKM., M.NSc, Ketua Senat UTU Basri, SH., M.H, Para Dekan, segenap anggota senat, ketua IKA UTU, pejabat struktural, dosen dan tenaga kependidikan, serta segenap undangan, dan para wisudawan/ti beserta orangtua/wali.
Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Ishak Hasan dalam pidatonya mula-mula menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan. Suatu kebanggaan bagi lulusan bisa merayakan hari wisuda bersama orang tua dan keluarga besar. “Alhamdulillah. Saya melihat wajah-wajah bahagia di tempat ini baik wisudawan maupun orang tua dan keluarga. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk masa depan yang lebih baik,” ucapnya.
Rektor mengharapkan kepada para wisudawan/ti dengan gelar akademis yang berhasil disandang, diharapkan lulusan UTU dapat mengamalkan ilmu yang dimiliki, menapaki karier dan kembali ke tengah masyarakat, serta memberikan kontribusi yang terbaik untuk bangsa dan negara.
Prof Ishak Hasan juga menyampaikan tantangan lulusan ke depan semakin tidak mudah. Perubahan zaman dengan segala tuntutan kompetensi di dalamnya mau tidak mau mengharuskan lulusan bisa beradaptasi dan berkolaborasi untuk melahirkan inovasi. Karena itu, para lulusan benar-benar disiapkan di bangku kuliah. Baik dari aspek akademik maupun aspek non-akademik.
Selain itu, mahasiswa juga dibekali dengan hard skills dan soft skills di bidangnya masing-masing. Selain belajar di kampus, mahasiswa juga dilepas untuk mengembangkan diri dan kompetensi di luar kampus melalui program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM).
Guna memperkuat lulusan, UTU menjalin banyak kerja sama dengan berbagai lembaga dan perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri. Rektor juga berpesan kepada para lulusan untuk tetap menjaga nama baik almamater dan membawa perubahan di mana pun berada.
“Lahirkan inovasi dan terus berikan kontribusi terbaik untuk masyarakat, bangsa dan negara. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain. Doa dan dukungan kami selalu mengiringi langkah Anda semua,” pungkas Prof. Ishak Hasan memotivasi lulusan.
Adapun ke-460 peserta yang mengikuti wisuda angkatan 19 tahun 2025 ini terdiri dari 59 wisudawan dari Fakultas Ilmu Kesehatan, 120 Wisudawan dari Fakultas Teknik, 58 Wisudawan dari Fakultas Pertanian. Berikutnya dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) seramai 33 Wisudawan, Fakultas Ekonomi sebanyak 59 Wisudawan dan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik sebanyak 131 Wisudawan.
Adapun sejak wisuda angkatan pertama hingga Wisuda ke XIX, jumlah wisudawan yang telah lulus dari UTU sebanyak 9,699 lulusan. Sementara jumlah mahasiswa aktif sebanyak 8,335 orang.
Editor : Aduwina Pakeh
Foto : Zul Eman

Meulaboh – UTUNews | Dalam pengembangan tata kelola organisasi di lingkup Universitas Teuku Umar, Satuan Pengawas Internal (SPI) mengadakan kegiatan workshop Penyusunan Profil Risiko dan Risk register di lingkup UTU. Merujuk Permendikbud Nomor 66 tahun 2015, manajemen risiko merupakan suatu keharusan bagi sebuah institusi pendidikan tinggi. Hal ini sejalan dengan kebutuhan dokumen Akreditasi Perguruan Tinggi UTU menuju unggul.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan unit masing-masing di lingkup Universitas Teuku Umar seperti Dekan dan wakil Dekan lingkup UTU, Satuan Penjaminan Mutu Fakultas Lingkup UTU, Tim Area 5 Zona Integritas lingkup UTU, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), dan Unit Penunjang Akademik (UPA) lingkup UTU. Workshop berlangsung pada 24-25 Februari 2025 di Auditorium Universitas Teuku Umar. Narasumber yang hadir pada kegiatan ini adalah Prof. Dr. Witarsa, M.Si., CRA., CRP., CFrA.,CRMP.,CFA. selaku Ketua Dewan Kehormatan SPI PTN Indonesia.
Ketua Tim Pengelola Manajemen Risiko UTU, Delfian Masrura, S.T.,M.T., CRA, dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan workshop ini merupakan upaya Universitas Teuku Umar untuk memastikan bahwa manajemen risiko di lingkup Universitas Teuku Umar dapat dibangun dan berjalan secara transparan dan akuntabel.
“Kita ingin dengan kegiatan ini, para pimpinan unit kerja dapat menjalankan manajemen risiko sebagai salah satu wujud mitigasi risiko yang juga menjadi salah satu syarat penting dalam Akreditasi, ISO dan Zona Integritas masing-masing unit kerja.” ucap Delfian Masrura.
Fatmayanti, S.E., M.Si., selaku Ketua SPI UTU, menambahkan bahwa identifikasi manajemen risiko yang ada unit kerja di lingkup UTU adalah sebuah proses sistematis untuk mengenali dan memahami segala potensi ancaman dan kejadian yang dapat menghambat capaian mutu di lingkup UTU.
Rektor UTU, dalam hal ini diwakili oleh Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum, Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd. berharap para pimpinan unit kerja lingkup unit kerja UTU benar-benar fokus dalam menyusun profil risiko.
“Terlebih manajemen risiko adalah salah satu hal yang sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas, serta kepatuhan terhadap standar yang sudah ditetapkan oleh lembaga maupun Unit kerja, sehingga semua Tindakan terukur dan kekurangan segera bisa dicatat.” ujar Prof. Nyak Amir.
Dalam sesi pemaparan materi, Prof. Dr. Witarsa mengatakan bahwa tujuan utama manajemen risiko adalah langkah penting sebagai pertimbangan tingkat kemungkinan risiko yang harus terdeteksi sejak awal. Seberapa besar kemungkinan, serta seberapa besar dampak jika sesuatu hal terjadi. Hal-hal mana saja yang bisa diprioritaskan. Menurut Prof. Witarsa, identifikasi itu untuk mencegah kegagalan dari indikator yang sudah menjadi target dan hendak dicapai oleh universitasKegiatan ini berjalan lancar dengan diskusi panel secara interaktif bersama narasumber dan diakhiri oleh presentasi profil risiko dan risk register unit kerja lingkup UTU masing masing unit kerja sebagai luaran kegiatan workshop ini. Luaran kegiatan ini dapat menjadi bahan pertimbangan UTU dalam memitigasi kemungkinan risiko yang dihadapi oleh masing masing unit kerja di lingkup UTU. Manajemen risiko yang baik dalam sebuah organisasi memerlukan keterlibatan berbagai pihak sehingga adanya kegiatan ini dapat menjadi salah satu pendukung keberhasilan pelaksanaan manajemen risiko di lingkup UTU. [HUMAS UTU]