Meulaboh – UTU | Ratusan warga di wilayah terdampak bencana di Kabupaten Nagan Raya kini mulai menikmati akses air bersih yang layak. Hal ini terwujud setelah civitas akademika Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (FT UTU) berkolaborasi dengan Dekanat Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) membangun sistem penyediaan air bersih berbasis komunitas melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Penugasan Fakultas.
Sistem penyediaan air bersih tersebut memanfaatkan sumber mata air di kawasan pegunungan yang dialirkan menuju bak penampungan berkapasitas besar sebelum didistribusikan langsung ke rumah-rumah warga. Infrastruktur ini juga dilengkapi dengan instalasi listrik pendukung untuk operasional pompa serta program edukasi sanitasi agar pasokan air dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Pembangunan sarana vital ini telah dimulai sejak 20 Juni 2026 dan ditinjau langsung oleh jajaran dekanat kedua universitas pada 17–18 Juli 2026 untuk memastikan seluruh sistem berfungsi optimal sesuai perencanaan.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (FT UTU), Dr. Ir. Irwansyah, ST., M.Eng., IPM., menyatakan bahwa program kolaborasi ini memberikan dampak nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi ruang pembelajaran aplikatif yang sangat berharga bagi mahasiswa.
“Kehadiran sarana air bersih ini adalah solusi konkret untuk memulihkan kehidupan warga Nagan Raya di wilayah pasca-bencana. Bagi FT UTU, ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk pertanggungjawaban ilmiah kampus dalam menjawab persoalan riil di tengah masyarakat. Kami menerjunkan langsung mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk bergotong royong bersama dosen dan warga lokal. Melalui keterlibatan aktif ini, aktivitas mereka di lapangan langsung dikonversi menjadi tiga Satuan Kredit Semester (SKS),” ujar Dr. Ir. Irwansyah.
Pelaksanaan pembangunan di lapangan menghadapi tantangan medan yang cukup berat di kawasan perbukitan Nagan Raya. Karena keterbatasan akses kendaraan, mahasiswa FT UTU bersama dosen dan warga setempat harus memikul material bangunan seperti semen, pasir, pipa, hingga pompa air secara manual melewati jalur menanjak sejauh sekitar setengah kilometer. Selama masa KKN, mahasiswa FT UTU memegang peran penting mulai dari survei lokasi, pengukuran teknis, pemasangan instalasi, hingga melakukan pendampingan sosial kepada masyarakat.
Program terpadu ini dipimpin oleh Dekan FT UNJ, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati, dengan tema “Pengembangan Model Terpadu Penyediaan Air Bersih Pasca-bencana untuk Mendukung Ketahanan Masyarakat melalui Program Penugasan Fakultas.” Pendekatan yang digunakan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menekankan pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola dan memelihara fasilitas yang telah dibangun secara mandiri.

Selain pembangunan jaringan air utama berupa pemasangan instalasi listrik pendukung untuk mengoptimalkan operasional pompa distribusi air. Selain itu juga dilakukan pendampingan mengenai penguatan literasi sanitasi dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah munculnya persoalan kesehatan setelah bencana. Guna menjamin ketersediaan air di titik lain, turut dikembangkan sumur air tanah berbasis komunitas bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh.
Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari nota kesepahaman (MoU) antara FT UTU dan FT UNJ dalam mengintegrasikan aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Melalui sinergi antar-kampus ini, warga terdampak bencana di Nagan Raya kini memiliki kapasitas mandiri untuk mengelola fasilitas air bersih demi keberlanjutan hidup yang lebih sehat. [Humas UTU]
Laporan: Humas UTU | Foto: Istimewa




