FPIK UTU dan Universiti Sains Malaysia Perkuat Kolaborasi Internasional Melalui International Collaboration Programme 2026

Meulaboh – UTU | Sembilan akademisi dan peneliti dari Universiti Sains Malaysia (USM) tiba di Kampus Universitas Teuku Umar (UTU) pada Selasa (1/9/2026) untuk memulai rangkaian USM–UTU International Collaboration Programme 2026. Program ini menitikberatkan pada riset terapan agro-marine, penguatan kapasitas ilmu kelautan, serta program yang berdampak langsung bagi nelayan dan masyarakat pesisir di wilayah Barat Selatan Aceh.

Rombongan awal mitra asal Malaysia yang terdiri atas empat dosen, dua mahasiswa magister, dan seorang mahasiswa doktoral menyertai pembukaan agenda di kampus UTU. Dua dosen pimpinan riset USM lainnya dijadwalkan menyusul pada 6 September mendatang untuk memperkuat tim ahli hingga penutupan program pada 10 September 2026.

Penggagas program yang juga Dekan FPIK UTU, Prof. Dr. Ir. Ismail Sulaiman, S.TP., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa rangkaian kegiatan yang dirintis sejak 2025 ini dirancang sebagai wadah eksekusi riset dan aksi lapangan, bukan sebatas agenda formalitas.

“Ukuran keberhasilan agenda internasional ini tidak dihitung dari berapa banyak seminar yang digelar atau lembaran dokumen kerja sama yang ditandatangani. Tolok ukur utamanya adalah kebermanfaatan kerja sama riset ini bagi masyarakat nelayan, kemajuan akademik UTU, serta dampak ekonomi-lingkungan bagi kawasan Barat Selatan Aceh,” ujar Prof. Ismail di hadapan para delegasi.

Prof. Ismail menambahkan, perguruan tinggi di kawasan pesisir memiliki kewajiban moral untuk mengalirkan hasil laboratorium sains ke tengah masyarakat. Fokus kolaborasi mencakup penanganan isu-isu krusial seperti ketahanan pangan laut, pemanfaatan keanekaragaman hayati (biodiversity), pengelolaan parasitologi dan entomologi lingkungan, hingga inovasi pengolahan hasil perikanan. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk pengembangan kurikulum Program Pascasarjana Ilmu Perikanan UTU agar berstandar global.

Mewakili pimpinan universitas dalam seremoni penyambutan, Wakil Rektor I UTU, Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric.Sc., menyampaikan bahwa manajemen universitas telah merumuskan indikator keberhasilan yang terukur. Kerja sama disyaratkan menghasilkan publikasi ilmiah bersama pada jurnal bereputasi, skema pertukaran mahasiswa dan dosen (student and staff mobility) yang berkelanjutan, hingga pemanfaatan bersama fasilitas laboratorium riset.

Secara terpisah, Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., menyampaikan dukungan penuh terhadap sinergi FPIK UTU dan USM agar diproyeksikan menjadi kemitraan institusional jangka panjang. Menurutnya, potensi sumber daya alam Barat Selatan Aceh yang melimpah membutuhkan sentuhan inovasi riset multidisiplin agar dapat memberikan nilai tambah sosial-ekonomi yang nyata bagi daerah.

Person in Charge (PIC) program dari USM, Dr. Norhafiz Hanafi menyampaikan kesiapan tim akademisi Malaysia untuk mentransfer pengalaman pengelolaan sains kelautan dan agro-marine yang mereka kembangkan. Pihak USM menilai kawasan Barat Selatan Aceh memiliki kekayaan keanekaragaman hayati darat dan laut yang sangat potensial untuk dijadikan basis laboratorium lapangan internasional.

Sejalan dengan itu, Koordinator Program dari UTU, Dr. Munandar menjelaskan bahwa selama sepuluh hari ke depan, para peneliti USM tidak hanya berdiskusi di dalam ruang rapat, tetapi juga diajak berinteraksi langsung dengan ekosistem pesisir, mengamati karakteristik sosial-ekonomi masyarakat lokal, serta mengenali kearifan lokal Aceh dalam menjaga kelestarian laut.

Dr. Munandar menambahkan, FPIK menjadi pintu masuk awal bagi model internasionalisasi kampus berbasis potensi daerah. Ke depan, skema kolaborasi lintas disiplin ini akan dibuka secara bertahap bagi fakultas lain di lingkungan Universitas Teuku Umar demi memperluas cakupan dampak pemberdayaan bagi masyarakat luas. [Humas UTU]

Laporan: Ismail S. | Foto: Istimewa

Related Posts

Leave a Reply