Meulaboh – UTU | Pengabdian ratusan mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) dalam Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan XXVI di Kabupaten Aceh Barat resmi usai, Jumat (28/8/2026). Selama satu bulan menempati gampong-gampong di Kecamatan Bubon, Samatiga, dan Arongan Lambalek, para mahasiswa menyelesaikan tugas utama pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sekaligus menghasilkan sejumlah program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.
Di Kecamatan Bubon, mahasiswa tidak hanya berkutat dengan data sosial ekonomi. Mereka menata fasilitas desa lewat pembuatan denah gampong, pemetaan wilayah, penanda batas, gapura, hingga pemasangan pemantul cahaya (reflektor) di titik-titik jalan yang minim penerangan. Guna mendukung ketahanan pangan warga, mahasiswa memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun tanaman obat keluarga (TOGA) serta kebun sayur bersama yang ditanami kangkung, cabai, dan kacang panjang. Selain itu, mereka membantu pihak kecamatan menginput data Indeks Desa Membangun (IDM).

Dari interaksi harian di Bubon, mahasiswa memetakan persoalan krusial terkait kemampuan dasar warga. Temuan lapangan menunjukkan masih ada warga dewasa yang buta aksara dan belum lancar berhitung. Keterbatasan serupa juga dijumpai pada sejumlah anak usia sekolah dasar, bahkan di tingkat kelas 4 SD. Situasi ini mendorong tim KKN merumuskan rekomendasi penguatan pojok baca dan pendampingan belajar berkelanjutan bagi pemerintah daerah.
Sementara di Kecamatan Samatiga, pelepasan mahasiswa ditandai penandatanganan berita acara serah terima oleh Camat Samatiga, Drs. Kaharuddin, M.Si. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTU, Ir. Yuliatul Muslimah, M.P., mengapresiasi keaktifan mahasiswa yang sigap menangkap peluang ekonomi desa di luar tugas pendataan.
“Mahasiswa KKN di Samatiga bergerak cepat. Selain menuntaskan DTSEN, mereka memetakan sektor-sektor unggulan desa yang bisa dikembangkan lebih lanjut,” ujar Yuliatul.

Perwakilan mahasiswa dari Prodi Ilmu Hukum UTU, Rahim Daeli, menyampaikan terima kasih atas kehangatan warga dan aparatur gampong yang memfasilitasi kegiatan mereka. Sambutan hangat tersebut dibalas oleh Ketua APDESI Kecamatan Samatiga, Ramlan, yang berharap jejaring antara gampong dan perguruan tinggi ini tidak terputus setelah masa KKN selesai.
Sentuhan inovasi ekonomi terlihat menonjol di Kecamatan Arongan Lambalek. Penutupan KKN di wilayah ini diisi dengan forum lokakarya yang dipandu oleh Anisah Nasution, S.E., M.Si. Di hadapan Camat Arongan Lambalek Erna Martina, S.Pd., A.Kp., para keuchik, dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), mahasiswa memaparkan hasil olahan kelapa—komoditas utama warga setempat—menjadi produk turunan yang siap dipasarkan sebagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Selvi Yunita Anggraini, mewakili mahasiswa di Arongan Lambalek, menyebutkan bahwa dorongan mengolah kelapa muncul dari melimpahnya bahan baku yang selama ini hanya dijual mentah dengan harga murah. Keuchik Gampong Suak Bidok, Ahmad Hamdani, menyambut baik terobosan tersebut dan berencana melanjutkan formula produksi kelapa ini melalui unit usaha desa.
Menutup rangkaian kegiatan, Kepala Pusat KKN dan MBKM UTU, Dr. Ir. Fitriadi, S.T., M.T., IPM, menginstruksikan seluruh mahasiswa menyusun seluruh temuan lapangan, data DTSEN, serta rekomendasi potensi desa secara rinci dalam laporan akhir. Dokumen tersebut akan diserahkan kembali kepada pemerintah kabupaten dan gampong sebagai basis data perencanaan pembangunan daerah. [Humas UTU]
Laporan: Fitriadi | Foto: Istimewa




