Meulaboh – UTU | Riuh tepuk tangan memenuhi ruang pertemuan Gedung Rektorat Universitas Teuku Umar (UTU) saat peluncuran platform integrasi data berbasis digital resmi dibuka. Inovasi ini digagas oleh Zulfirman, S.E., M.Si., peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026, untuk menyatukan seluruh rekam jejak Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam satu pintu.
Sistem baru tersebut dirancang untuk mengakhiri kerumitan pengelolaan dokumen yang selama ini terpisah di berbagai unit kerja. Lewat platform tunggal ini, rekam jejak pendidikan, hasil penelitian, hingga kegiatan pengabdian masyarakat dihimpun secara waktu nyata (real-time). Dampaknya langsung dirasakan pada kecepatan evaluasi internal: proses pemantauan kinerja dosen dan unit yang sebelumnya memakan waktu mingguan kini bisa ditinjau dalam hitungan detik.

Dalam pemaparannya di hadapan jajaran pimpinan universitas, Zulfirman menunjukkan bagaimana alur data yang saling terhubung mampu memangkas birokrasi pelaporan.
“Sistem yang saling terhubung ini membuat pengelolaan data jauh lebih efektif dan akurat. Pengambilan keputusan pimpinan kini sepenuhnya didasarkan pada data lapangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Zulfirman di tengah peragaan simulasi dashboard data di layar utama.
Wakil Rektor bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum (PKU) Dr. Mursyidin, MA., yang hadir mewakili Rektor menegaskan bahwa pihak rektorat mendukung penuh operasionalisasi sistem ini di seluruh tingkatan fakultas. Menurutnya, pembenahan manajemen data digital menjadi kebutuhan mendesak agar kampus mampu bersaing secara nasional.
“Gagasan ini berbarengan dengan arah pembenahan tata kelola kampus yang profesional dan berdaya saing. Dampak positifnya langsung menyasar pada efisiensi layanan internal. Kami juga menyiapkan sistem ini agar kelak bisa dirujuk oleh kampus-kampus lain yang ingin membenahi manajemen datanya,” tegas Dr. Mursyidin.

Pengintegrasian data Tri Dharma di UTU diresmikan sebagai respons atas tuntutan keterbukaan publik serta efisiensi tata kelola birokrasi kampus modern.
Zulfirman menambahkan, keberhasilan implementasi platform ini di UTU diharapkan menjadi cetak biru bagi perguruan tinggi negeri maupun swasta lain yang menghadapi kendala serupa.
“Harapannya model integrasi digital ini dapat diterapkan secara luas di institusi pendidikan tinggi lain guna mendorong standar pengelolaan kampus yang lebih transparan dan responsif terhadap perubahan zaman,” kata Zulfirman menutup pemaparannya. [Humas UTU]
Laporan: Shinta | Foto: Istimewa




