Kisah Kepemimpinan Prof. Ishak Hasan dalam Membangun UTU Resmi Dibukukan

Meulaboh – UTU | Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Teuku Umar (UTU) meluncurkan dan membedah buku berjudul “Membangun Tanpa Banyak Kata: Kepemimpinan Sunyi Ishak Hasan” di Auditorium Teuku Umar, Meulaboh, pada Senin (8/6/2026). Buku ini mengulas rekam jejak dan dinamika kepemimpinan Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., dalam merintis dan mempertahankan institusi tersebut.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UTU, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat juga tampak hadir di lokasi, antara lain Bupati Nagan Raya Dr. T. Raja Kemangan, SH., MH., perwakilan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Barat, Kepala KPPN Meulaboh, serta Pimpinan Dayah Nurul Ikhwah H. Surianto Sudirman, Lc., MA.

Buku setebal memoar tersebut ditulis oleh akademisi Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) sekaligus tokoh muda Aceh Barat, Dr. Rahmad Syah Putra, M.Pd., M.Ag., bersama Kepala UPA Perpustakaan UTU yang juga dosen Ilmu Komunikasi FISIP UTU, Yuhdi Fahrimal, S.I.Kom., M.I.Kom.

Dalam laporannya, Kepala UPA Perpustakaan UTU, Yuhdi Fahrimal, menguraikan bahwa proses penyusunan buku memakan waktu hampir satu tahun. Ide awal penulisan ini lahir dari obrolan ringan di sela-sela kegiatan pemilihan Duta Baca UTU pada tahun 2025 lalu. Judul buku tersebut diinspirasi oleh kutipan Prof. Edward W. Said dalam buku The Representation of Intellectual yang menyebutkan bahwa jalan intelektualitas adalah jalan yang sunyi dan terasing.

“Buku ini menceritakan kisah tentang seorang anak manusia yang berkat ketekunan, kedisiplinan, dan kesabaran berhasil menjadi cendekiawan yang diperhitungkan dan memimpin salah satu perguruan tinggi besar di Indonesia, Universitas Teuku Umar yang kita cintai,” kata Yuhdi.

Yuhdi juga menambahkan bahwa banyak cerita di balik layar yang diangkat ke dalam buku ini agar tidak hilang begitu saja. “Banyak kisah yang tidak muncul di media dan tidak tampil dalam cerita di warung kopi yang kami ceritakan di buku ini. Terima kasih telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menulis kisah Bapak. Terima kasih telah mendukung kami untuk menelusuri setiap jejak, menyatukan informasi yang terserak, mengabadikan setiap gerak, guna menceritakan yang tak tampak,” ujarnya.

Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap tim penulis atas terbitnya karya ini. Menurutnya, buku tersebut memuat dokumen penting yang merekam perjalanan pembangunan kampus.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan kerja keras tim penulis yang berhasil membukukan rekam jejak kepemimpinan di UTU. Buku ini bukan sekadar biografi, melainkan juga menjadi salah satu literatur untuk memahami bagaimana sebuah institusi besar dirintis dan dipertahankan dengan kerja keras yang nyata,” tutur Prof. Ishak Hasan.

Setelah prosesi peluncuran, acara dilanjutkan dengan sesi bedah buku yang dipandu oleh moderator Dr. Afrizal Tjoetra, M.Si. Sesi ini menghadirkan tiga narasumber ahli, yaitu Guru Besar Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Humam Hamid, MA., Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Eka Srimulyani, MA., serta salah satu penulis buku, Dr. Rahmad Syah Putra, M.Pd., M.Ag.

Dr. Rahmad Syah Putra menjelaskan bahwa buku ini dirancang khusus sebagai memoar akhir jabatan Prof. Ishak Hasan.

“Kami ingin menyajikan sebuah catatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi refleksi objektif mengenai bagaimana sebuah keteladanan bekerja di ruang-ruang sunyi birokrasi kampus,” jelas Rahmad.

Meninjau dari sudut pandang tata kelola institusi, Prof. Dr. Eka Srimulyani, MA., memaparkan bahwa kepemimpinan sunyi bukan berarti ketiadaan suara, melainkan penekanan pada kekuatan sistem. Menurutnya, ada tiga karakter utama dari model kepemimpinan ini, yakni mengutamakan arah strategis jangka panjang institusi di atas pencitraan personal sesaat, tekun mengeksekusi kebijakan melalui aksi nyata, serta membangun mekanisme sistem yang tetap berjalan mandiri meskipun figur pemimpin tersebut telah habis masa jabatannya.

Prof. Eka menilai buku ini berhasil memperluas peta model kepemimpinan dengan mengangkat keberhasilan dari daerah, sekaligus membuktikan bahwa transformasi pendidikan tinggi nasional tidak hanya lahir dari pusat metropolitan.

Sementara itu, sosiolog Prof. Dr. Ir. Humam Hamid, MA., menyoroti posisi kepemimpinan Prof. Ishak Hasan dalam mengembangkan UTU melalui pola ilmiah pokok agro and marine industry. Ia menyandingkan perkembangan UTU dengan pola pertumbuhan kampus di Amerika Serikat seperti Yale University. Berdasarkan perbandingan tersebut, Prof. Humam menilai UTU mengalami perkembangan yang cukup pesat.

“Capaian dan torehan prestasi yang ada telah terbukti dan tidak mungkin dapat diraih tanpa adanya kepemimpinan yang kokoh. Kemampuan membawa kampus ini fokus pada sektor agro dan maritim menunjukkan visi yang tajam dalam melihat potensi daerah,” pungkas Prof. Humam. [Humas UTU]

Laporan: Yuhdi F. | Foto: Zul Eman

Related Posts

Leave a Reply