Samadua – UTU | Mahasiswa Program Belajar Lapangan (PBL) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Teuku Umar (UTU) bersama kader Posyandu mendata sebagian besar dari 50 warga berusia 40 hingga 80 tahun di Desa Jilatang, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan mengalami kondisi tekanan darah tinggi. Temuan tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan tekanan darah langsung ke rumah-rumah warga (home visit) yang dilaksanakan pada Kamis (23/7/2026).
Berdasarkan evaluasi di lapangan, tingginya angka kasus hipertensi di desa tersebut dipicu oleh dominasi pola makan yang kurang sehat, rendahnya tingkat aktivitas fisik harian, serta kebiasaan masyarakat yang sering begadang.
Menanggapi temuan klinis tersebut, lima mahasiswa PBL UTU yang terdiri dari Nurul Pahrisa, Novi Arsinta, Novi Firmadanti, Nisa Mahfirah, dan Syarifah Murtisa memberikan edukasi tatap muka secara langsung. Penjelasan mencakup penanganan teknis faktor risiko, pengenalan gejala, bahaya komplikasi, hingga pentingnya membatasi konsumsi garam, memperbanyak asupan buah dan sayur, rutin berolahraga, serta memeriksakan tekanan darah secara berkala.

Untuk memperluas daya jangkau literasi gizi masyarakat, tim mahasiswa melanjutkan langkah penanganan melalui program edukasi bertema “Isi Piringku untuk Mencegah Hipertensi” di Posyandu Desa Jilatang. Kegiatan interaktif yang dirangkai dengan kuis pemahaman materi ini mencatatkan partisipasi sebanyak 25 warga, melampaui target awal yaitu 15 orang atau mengalami lonjakan kehadiran sebesar 166 persen.
Dalam forum tersebut, warga mendapatkan instruksi teknis terkait konsep gizi seimbang dan tata kelola pola makan harian khusus penderita hipertensi. Penetrasi informasi kesehatan ini juga diperkuat dengan penyebaran serta pemasangan poster edukasi hipertensi permanen di area publik Posyandu, di samping pembagian lembar edukasi saat penjangkauan rumah warga.
Keuchik Desa Jilatang, Edi Mulyadi, mengapresiasi langkah edukasi yang dinilainya memberikan pemahaman praktis dan aplikatif bagi perubahan pola hidup warga desa. Pihaknya berharap program penanganan serupa dapat bergulir secara berkelanjutan.
Di tingkat kecamatan, dampak pengabdian mahasiswa diperluas melalui penguatan kapasitas kelembagaan kader Posyandu. Berkolaborasi dengan kelompok mahasiswa PBL dari Desa Ujung Kampung, Desa Gunung Ketek, dan Desa Tampang, tim mendesain ajang “Laga Cermat Kader Antar-gampong” yang dihadiri oleh Camat Samadua, para keuchik, bidan desa, dan jajaran kader kesehatan se-kecamatan. Dalam kompetisi uji kompetensi teknis pelayanan tersebut, Kader Desa Jilatang berhasil meraih Juara I.

Camat Samadua, Muhammad Iqbal, S.H., menyampaikan bahwa inovasi pemberdayaan yang digagas mahasiswa UTU efektif meningkatkan kompetensi teknis kader Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan gampong, sekaligus membangun sinergi lintas desa dalam mendukung penanganan masalah kesehatan wilayah.
Seluruh rangkaian program kerja lapangan ini dirancang dan dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Teungku Nih Farisni, S.K.M., M.Kes., sebagai bentuk integrasi keilmuan akademis dengan kebutuhan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif.
“Melalui Program Belajar Lapangan ini, mahasiswa belajar menjadi agen perubahan di masyarakat. Harapannya, berbagai intervensi sederhana seperti skrining kesehatan, edukasi gizi, dan penguatan kapasitas kader dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sehingga mampu mencegah penyakit tidak menular, khususnya hipertensi,” ujar Teungku Nih Farisni.

Rangkaian kegiatan terpadu yang menggabungkan deteksi dini penyakit, edukasi nutrisi terukur, penyediaan media informasi visual, serta peningkatan kapasitas mitra strategis Posyandu ini menjadi pijakan nyata pengabdian mahasiswa Universitas Teuku Umar dalam mendorong kemandirian dan kesadaran kesehatan masyarakat Desa Jilatang secara berkelanjutan. [Humas UTU]
Laporan: Tengku Nih F. | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.




