
MEULABOH – UTU | Unit Kegiatan Mahasiswa – Penanggulangan Kebencanaan Universitas Teuku Umar (UKM-PK UTU) melaksanakan aksi sosial berupa penggalangan dana untuk membantu perbaikan di pesantren Babul Maghfirah, Desa Cot Keung, Kecamatan Kuta Baroe, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (4/12/2024).
Kebakaran yang terjadi beberapa hari lalu ini menghanguskan sejumlah fasilitas pesantren, termasuk ruang belajar santri, dapur dan tempat tinggal pengurus. Aksi penggalangan dana ini dilakukan di lampu merah Simpang Kisaran RSUD Cut Nyak Dien, Meulaboh. para mahasiswa membawa kotak donasi sambil menyampaikan informasi mengenai musibah kebakaran tersebut kepada masyarakat.
Menurut ketua UKM-PK UTU, Ahmad Abul Khair, kegiatan ini merupakan wujud solidaritas dan tanggap bencana UKM-PK terhadap para korban kebakaran yang terjadi pada waktu yang lalu.
“Kami ingin membantu meringankan beban para santri dan pengurus pesantren yang kehilangan tempat tinggal dan fasilitas pendukung pendidikan” ujarnya.
Selain penggalangan dana di jalan, UKM-PK juga menggalang bantuan melalui media sosial dengan informasi dan nomor rekening untuk donasi disebar secara luas agar masyarakat dari berbagai wilayah dapat turut berpartisipasi.
Musibah kebakaran di pesantren Babul Maghfirah ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk pemerintah Daerah dan berbagai komunitas relawan. UKM-PK UTU berharap kegiatan mereka dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk peduli terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan, mereka juga berkomitmen untuk terus melakukan aksi-aksi serupa di masa mendatang.
“Penggalangan dana ini direncanakan berlangsung selama tiga hari ke depan. UKM-PK UTU optimis bawa semangat solidaritas masyarakat Aceh dapat membantu memulihkan kondisi pesantren dan memberikan harapan baru bagi santri yang terdampak bencana,” tutup usah sapaan akrabnya.
Bagi masyarakat yang ingin berdonasi dapat di salurkan melalui rekening BSI 7209993575 a.n Suci Maulizar atau rekening Bank Aceh 06402240031154 a.n Suci Maulizar. dapat menghubungi Ferdi Hasmin nomor kontak: 085161983100. (Humas UTU).

Meulaboh, UTU News | Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof. Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si. menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Rektor Universitas Pembangunan (UPN) “Veteran” Jakarta, Dr. Anter Venus, MA., Comm. yang berlangsung di Banda Aceh, 03/12/2024.
Salah satu agenda pelaksanaan MoU ini nantinya adalah pelaksanaan pendampingan pembukaan program studi Kedokteran si Universitas Teuku Umar.
Dalam sambutannya Prof. Ishak menyampaikan rasa terima kasihnya kepada UPN “Veteran” Jakarta yang telah bersedia bekerjasama dengan UTU. Sebagai kampus yang sama-sama dinegerikan pada tahun 2014, UPN “Veteran” Jakarta telah menjadi perguruan tinggi Badan Layanan Umum (BLU).
“UTU juga perlu belajar dari strategi yang dilakukan oleh UPN “Veteran” Jakarta dalam upaya transformasi kelembagaan pendidikan tinggi termasuk membuka prodi Kedokteran.” ungkap Prof. Ishak.
Lebih lanjut Prof. Ishak mengatakan bahwa kerjasama kedua belah pihak sebenarnya sudah lama ingin diwujudkan, namun selalu ada aktivitas yang menghambat terwujudnya niat baik ini. Oleh karenanya, kesempatan penandatangan MoU hari ini menjadi kebahagiaan bagi kedua belah pihak.
“Kita sudah rencanakan MoU ini sejak lama. Tapi kami memahami kesibukan kita semua sehingga hari ini baru terwujud kesepakatan kerja sama.” ujar Prof. Ishak.
Rektor UPN “Veteran” Jakarta, Dr. Anter Venus, MA., Comm. menyampaikan rasa bahagianya atas terwujudnya kesepakatan kerjasama dengan UTU.
“Kami sebenarnya sangat ingin berkunjung ke UTU. Apa lagi katanya perjalanan ke UTU disuguhi dengan pemandangan Samudera Hindia yang sangat indah.” ujar Dr. Anter Venus.
Menurut Dr. Anter Venus, ke depan UPN “Veteran” Jakarta siap berbagai strategi dan langkah yang dilakukan oleh kampusnya saat membuka program studi Kedokteran.
“Kami di UPN sangat senang dengan kerjasama ini. Nantinya kita akan terus intens berkoordinasi dan komunikasi untuk mewujudkan cita-cita Pak Rektor Ishak membuka prodi Kedokteran di UTU.” tutur Dr. Anter Venus.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor 3 UTU, H. Ibrahim Laweung, S.K.M., MNSc. Sementara dari UPN “Veteran” Jakarta turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UPN “Veteran” Jakarta (UPNVJ) adalah Dr. dr. Ria Maria Theresa, Sp.K., Dekan Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jakarta, Dr. Suherman, S.H., LL.M. (Humas UTU)

MEULABOH – UTU | Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (FT UTU) menjadi tuan rumah dalam 2 (dua) agenda penting yaitu Rapat Evaluasi Kerja Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) Wilayah Barat sekaligus pelaksanaan Program Bina Desa 2024 yang akan berlangsung dari Tanggal 1-5 Desember 2024. Kegiatan relevan dengan yang diinginkan FDTI yaitu “Sinergitas dan Kolaborasi untuk Penguatan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian di Bidang Teknik”.
Acara pembukaan kegiatan ini berlangsung pada hari Senin, 2 Desember 2024, di Auditorium Gedung U2C Universitas Teuku Umar, Aceh Barat yang dihadiri oleh Rektor UTU, Prof. Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si beserta jajaran, Camat Kecamatan Samatiga, seluruh dekan lingkup UTU, dan para Dekan Teknik dari universitas di Wilayah Barat diantaranya Universitas Samudra Langsa, Universitas Lampung, Universitas Trisakti, Universitas Malikussaleh, Universitas Sumatera Utara, Universitas Tanjungpura, Universitas Riau serta perwakilan lainnya baik secara luring maupun daring. Hadir pula para Kaprodi FT UTU, dosen, mahasiswa Bina Desa, dan stakeholder terkait.
Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik UTU Dr. Ir. Irwansyah, S.T.,M.Eng.,IPM selaku panitia FDTI Wilayah Barat dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa Raker FDTI wilayah Barat dan Pelaksanaan program Bina Desa yang akan dilaksanakan di Desa Cot Pluh kecamatan Samatiga bertujuan ”mengevaluasi program kerja yang telah dijalankan oleh FDTI selama satu tahun terakhir dan menjalankan tridharma perguruan tinggi dalam pengabdian dimasyarakat”. Dalam rapat kerja juga nantinya akan disampaikan berbagai capaian, tantangan, dan usulan strategis untuk memastikan program kerja FDTI ke depan lebih relevan dan berdampak luas, ujarnya.
Kemudian arahan dan sambutan sekaligus membuka acara Rapat Kerja FDTI oleh Rektor UTU, Prof. Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si. Beliau menyampaikan bahwa momen besar ini harus dilaksanakan sebaik-baiknya, sehingga tujuan dari forum ini dapat terlaksana sesuai dengan tujuan yang diharapkan dimana Forum ini juga berfungsi sebagai wadah penguatan kerja sama antar Fakultas Teknik di Indonesia khususnya untuk Wilayah Barat, guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kami akan terus mensupport kegiatan-kegiatan positif yang mendukung Tridharma perguruan tinggi, ujar Rektor.
Selanjutnya Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Dekan FT Universitas Teuku Umar dengan Dekan Teknik Universitas Lampung, penyerahan plakat yang diberika kepada Ketua FDTI Wilayah Barat Prof. Dr. Ir. Fahmi, ST., M.Sc., IPM dan Kepala LLDIKTI Wilayah XIII Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., MT.
Sesi penyampaian materi dari LLDIKTI Wilayah XIII, menyajikan paparan mengenai Peran LLDikti dalam Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi dimana fungsinya membantu peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi dan bagaimana lembaga layanan Dikti dan PT harus berpedoman pada indikator kinerja utama dana menetapkan dan menyusun rencana kerja serta evaluasi pencapaian kinerja.
Rapat evaluasi kerja FDTI Wilayah Barat sendiri langsung dipandu oleh Prof. Dr. Ir. Fahmi, ST., M.Sc., IPM, dan selanjutnya selanjutnya dilakukan city tour ke daerah/lokasi yang terdampak Tsunami 2004 mulai dari museum Tugu Tsunami di Kampung Pasir, Ujong Karang, Mesjid Agung Baitul Makmur dan Tugu tsunami Batu Putih. (Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Tim Kajian Lingkungan Hidup – Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (KLHS-RPJPD) dari Pusat Penelitian Pembangunan Rendah Karbon P3RK Universitas Teuku Umar yang dipimpin oleh Dr. Rahmat Pramulya, S.TP., MM melaksanakan kegiatan Konsultasi Publik I Identifikasi Capaian Tujuan Pembangunan dan Isu Prioritas pada KLHS RPJP kabupaten Simeulue Tahun 2025-2045.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Penjabat Bupati Kabupaten Simeulue, Teuku Reza Fahlevi, MM yang dipusatkan di Aula Kantor BAPPEDA Kabupaten Simeulue pada hari Senin 2 Desember 2024. Penjabat Bupati Simeulu dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah diwajibkan menyusun KlHS untuk RPJP, dengan tujuan untuk menjaga keberlangsungan sumber daya, menjamin keselamatan, kesejahteraan mutu hidup generasi masa depan dengan tetap memperhatikan prinsip tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dijekaskannya, menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 13 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2016 tetang tata cara penyelenggaraan Kajian Lingkungan Hidup Strategis adalah rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegritas dalam pembangunan suatu wilayah dan atau kebijakan, rencana, dan program.
Artinya, dalam KLHS ini kita harus memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah dimasukkan dalam proses penyusunan RPJP serta peningkatan kualitas RPJP sebagai upaya meminimalkan potensi pengaruh negatife atau resiko pelaksanaannya terhadap kondisi lingkungan hidup sehingga mewujudkan kompleksitas permasalahan pembangunan yang kita jalankan diharapkan bisa terlaksana dengan baik dan lancar, terang Reza.
Oleh karena itu melalui forum ini, dia mengharapkan semua pihak dapat memberi masukan dari semua pihak yang terlibat untuk pembangunan Kabupaten Simelue 2025-2045.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue, Andi Millian, Asisten I Asludin, SE., M.Kes , sejumlah Kepala SKPK dan Para Camat dalam Kabupaten Simuelue. Adapun Tim penysun KLHS – RPJP Kabupaten Simeulue yang terlibat terdiri dari :
Dr. Tjahjo Tri Hartono, S.Hut., M.Si (Tenaga Ahli Lingkungan PPLH IPB)
Dr. Rahmad Pramulya, S.TP., MM (Tenaga Ahli Sumber Daya Alam dan Karbon)
Ir. Meylis Safriani, ST., MT (Tenaga Ahli Hidrologi dan Spasial)
Yasrizal, SE., M.Si (Tenaga Ahli Ekonomi)
Rachmatika Lestari, SH., MH (Tenaga Ahli Hukum)
Riki Yulianda, S.Sos., M.Si (Tenaga Ahli Sosial)
Mawaddah Putri Arisma Siregar, S.P., M.Agr (Tenaga Ahli Pertanian)
Dr. Zaulfikar (Tenaga Ahli Lingkungan)

MEULABOH – UTU | Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (UTU) telah menjalin kerjasama dengan PT. Solusi Bangun Andalas (SBA), dimana kegiatan ini (Selasa, 26 Nvember 2024 bertempat di Auditorium UTU) merupakan salah stau bentuk real kegiatan yang dilakukan antar keduanya dengan mengangkat tema “PT. Solusi Bangun Andalas Goes To Campus: Implementasi Bisnis Proses Tambang dan Semen Berkelanjutan”.
Acara tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas beserta jajarannya, pimpinan program studi, dosen, serta ratusan mahasiswa yang antusias menyimak paparan dari para narasumber.
Ketua panitia pelaksana Quarry Day ini di pimpin oleh Fahri Kamal. Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik UTU Dr. Ir. Irwansyah, S.T.,M.Eng.,IPM, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi yang terjalin antara PT. Solusi Bangun Andalas dan Fakultas Teknik UTU.
“Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang penerapan konsep keberlanjutan dalam dunia industri, khususnya tambang dan semen. Kerja sama seperti ini adalah bentuk nyata dari link and match antara dunia pendidikan dan industri,” ujar Dekan.
Dalam Sesi sharing ini menghadirkan narasumber berkompeten, yaitu Dr. Fitra Phalevi yang membahas Best Practice Implementasi Norma-norma Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) di PT SBA, berikutnya Muhammad Yasar – Mengulas Overview Penambangan PT SBA, dan Syaf Hidayat yang meemaparkan Proses Produksi Semen.
Selanjutnya Ilham Saputra yang memaparkan Pengelolaan aspek lingkungan perusahaan & area sekitar perusahaan, dan Mahdani yang mengupas pentingnya Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) serta kebermanfaatannya bagi masyarakat sekitar area perusahaan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara PT. Solusi Bangun Andalas dan Fakultas Teknik-UTU dalam rangka memajukan pendidikan dan penelitian berbasis keberlanjutan.
Mahasiswa yang hadir melebihi 200 mahasiswa, dimana mereka menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga termotivasi untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan industri yang lebih hijau dan berkelanjutan, dimana mahasiswa antausias mencatat dan bertanya untuk sesi tanya jawab.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif serta quiziz, di mana para narasumber memberikan jawaban inspiratif atas pertanyaan-pertanyaan mahasiswa. Diharapkan, kerja sama antara PT. Solusi Bangun Andalas dan UTU akan terus berkembang, membuka peluang-peluang baru untuk masa depan yang lebih baik. (Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Salah satu bentuk realisasi kerjasama (SPK) antara Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar (FPIK UTU) dan Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Aceh Barat (DKP) yaitu diadakannya kegiatan pelatihan perikanan budidaya yang aktivitasnya meliputi (i) pelatihan pembenihan ikan, (ii) pelatihan pembuatan pakan ikan bagi pembudidaya ikan di Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari (2-8 Desember 2024) yang di pusatkan di kampus UTU dengan pendekatan ceramah dan praktikum.
Kegiatan ini telah dibuka oleh dekan FPIK Dr. Ir. Ismail Sulaiman, S.TP., Maitrise., M.Sc., IPU dan Kadis DKP Aceh Barat, Mulyadi, S.Hut., M.Si dan dihadiri oleh 10 peserta pembudidaya ikan.
Dr. Ismail Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini. Pelatihan ini adalah salah satu wujud nyata dari upaya kita bersama untuk mendukung pengembangan potensi sektor perikanan, khususnya di bidang budidaya yang saat ini menjadi salah satu fokus pembangunan berkelanjutan.
“Pelatihan ini tidak hanya menjadi wadah untuk belajar, tetapi juga kesempatan untuk berbagi pengalaman, menggali ilmu baru, dan mempererat sinergi antara akademisi dan masyarakat. Saya berharap, melalui pelatihan ini dapat membawa ilmu yang diperoleh untuk diaplikasikan di lapangan sehingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi lokal” ujar Ismail Sulaiman
Pada kesempatan ini FPIK menugaskan 2 master trainernya yaitu (1) Afrizal Hendri, S.Pi., M.Si/master breeder, (2) Khairul Samuki, S.Pi., M.Si/master feed formulator.
Sementara itu, Kadis DKP menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan pembudidaya ikan, terutama dalam dua aspek penting: (1) Teknologi Pembenihan Ikan, (2) Pembuatan Pakan Mandiri. Karena itu perlu dukungan ahli dan praktisi dari kampus UTU untuk memberikan panduan teknis dan berbagi pengalaman langsung di lapangan.
Salah satu peserta/pembudidaya ikan, Solekhan Coko menyampaikan bahwa kami sangat antusias mengikuti pelatihan ini, karena sangat terbantu. Teknologi pembenihan dan pakan mandiri yang diajarkan memberikan solusi nyata untuk meningkatkan usaha kami.
Diakhir pelatihan ini, diharapkan para pembudidaya ikan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas usaha budidaya mereka, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam mendorong perikanan yang mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing. (Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Universitas Teuku Umar bersama sejumlah universitas lainnya di Indonesia diundang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan bersama Korea International Cooperation Agency -ICAB = IPB University -Seoul National University Center for Agriculture and Bioscience) untuk mendiskusikan langkah aksi restorasi ekosistem hingga 2030.
Kegiatan workshop 2024 International Workshop Protected Area Management and Mangrove Forest Restoration with Community Livelihood Enhancement tersebut berlangsung selama dua hari, yaitu pada 28 – 29 November 2024 bertempat di Manggala Wanabakti, Perkantoran KLHK, Jakarta.
Pada kesempatan ini, UTU mengirimkan perwakilan Tim Mangrove dan Gender Pusat Penelitian Pembangunan Rendah Karbon, Dr Wintah, M.Si yang turut memaparkan presentasi berjudul “Aksi Restorasi Mangrove dan Peran Masyarakat Lokal”.
Tim Mangrove dan Gender UTU beranggotakan Dr Dewi Fithria, Dr Wintah dan Eka Lisdayanti, M.Si yang telah melakukan riset perhitungan karbon biomassa dan monitoring pertumbuhan vegetasi pada lahan mangrove yang direstorasi dan pengabdian masyarakat terkait produk olahan dengan melibatkan perempuan.
Pusat Pembangunan Rendah Karbon UTU juga telah bekerjasama dengan masyarakat di Kabupaten Nagan Raya, Aceh Barat dan Aceh Jaya. Di Aceh Jaya, Pusat PRK UTU bekerjasama dengan Aceh Jaya Mangrove Institute.
Pembicara kunci pada worksop menyampaikan semakin dibutuhkannya restorasi mangrove mengingat semakin berkurangnya lahan mangrove yang disebabkan kegiatan manusia. Selama ini pemulihan lanskap melalui penanaman dan monitoring di lahan mangrove memiliki ketahanan yang kuat dan keberlanjutan kedepan. Program restorasi mangrove menjadi aksi nyata mendukung SDGs Perubahan Iklim. (Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Pada harin senin tanggal 25 November 2024 LPPM – PMP UTU Kembali di Audit mutu internal ( AMI) oleh TIM SPMP ( Sistim penjaminan mutu internal ) Universitas Teuku Umar yang dikoordinir oleh ketua Tim yaitu Syukarni Ali, ST,’MT.
Syukarni Ali dalam kata sambutannya mengatakan Audit yang akan dilakukannya bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program dan kegiatan di LPPM-PMP berjalan sesuai dengan perencanaan,memenuhi standar mutu dan berkontribusi terhadap pencapaian Visi misi intitusi imbuhnya.
Pada kesempatan lain syukarni Ali mengucapkan terima kasih atas kekompokan dan perhatian serta kerja sama yang baik semoga hasil audit nantinya dapat memberikan manfaat besar bagi kemajuan Lembaga tentunya LPPM-PMP dan universitas Teuku Umar.
Ketua LPPP-PMP Ir. Yuliatul Muslimah, M.Si dalam kata sambutanya menyampaikan bahwa menyambut baik atas kegiatan audit ini. Yuliatul menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung peningkatan kualiatas institusi dimana Audit mutu internal ini menjadi salah satu bagian penting dalam mengevaluasi kegiatan.
Audit ini juga bertujuan untuk mengindentifikasi kelemahan, tantangan serta mengukur pencapaian yang sudah dikerjakan dan yang sudah diperoleh demi kemajuan yang berlanjut dan harus dilakukan secara sistematis dan terukur untuk mencapai standar lebih baik Imbuhnya.
4Pada Acara audit tersebut dihadiri oleh Seretaris LPPM-PMP Herri Darsan ST.’MT yang didampingi oleh Ahmad Fauzi selaku koordinator Keuangan dan Sulaiman selaku koordinator Tata Usaha serta di hadiri oleh seluruh staf LPPM-PMP.
Pada kesempatan lain Heri Darsan selaku sekretaris menyampaikan Apresiasinya kepada seluruh unsur di LPPM-PMP atas kekompakannya dan kerja sama yang baik . ( Humas UTU)

MEULABOH – UTU | Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (UTU) menggelar acara Kunjungan dan Penandatanganan Kerja Sama dengan SMK Dharma Shalihat 2 Ujong Patihah. Acara ini berlangsung di Aula Cut Nyak Dhien, Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Universitas Teuku Umar, dan menjadi langkah penting dalam membangun kolaborasi pendidikan antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan. (21/11/24).
Acara ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Teknologi Informasi UTU, Abdurrahman Ridho, S.Kom., M.Kom., serta Kepala SMK Dharma Shalihat 2 Ujong Patihah, Almi Nurvita, M.Pd. Selain itu, kegiatan ini juga turut dihadiri oleh siswa dan guru dari SMK Dharma Shalihat 2 Ujong Patihah, serta dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi UTU. Kehadiran para peserta ini semakin memperkuat suasana kolaboratif antara kedua institusi.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Teknologi Informasi menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya UTU untuk memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala SMK Dharma Shalihat 2 Ujong Patihah menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk bekerja sama dengan Universitas Teuku Umar. Ia menegaskan pentingnya sinergi ini untuk meningkatkan mutu pendidikan kejuruan di Aceh, khususnya dalam memberikan pengalaman praktis dan akses ilmu pengetahuan yang lebih luas kepada para siswa.
Ruang Lingkup Kerja Sama
Nota Kesepahaman yang ditandatangani mencakup berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di kedua institusi. Ruang lingkup kerja sama ini meliputi:
Kegiatan akademis seperti seminar, pelatihan, dan program pengajaran bersama.
Kegiatan non-akademis untuk mendukung pengembangan soft skills dan kegiatan ekstrakurikuler siswa.
Pelatihan bagi pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Teuku Umar Fakultas Teknik dan SMK Dharma Shalihat 2 Ujong Patihah.
Pendampingan manajemen pembelajaran bagi guru di SMK Dharma Shalihat 2 Ujong Patihah.
Penunjukan penguji eksternal Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) di SMK Dharma Shalihat 2 Ujong Patihah.
Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk siswa SMK Dharma Shalihat 2 Ujong Patihah di bawah bimbingan Universitas Teuku Umar.
Dukungan terhadap penelitian mahasiswa dan dosen, program magang, serta akses data dan informasi terkait kewirausahaan yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan.
Program-program lain yang disepakati bersama di masa depan.
Komitmen Jangka Panjang
Kerja sama ini akan berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang melalui kesepakatan bersama. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung percepatan peningkatan kualitas pendidikan, baik di tingkat pendidikan tinggi maupun pendidikan menengah kejuruan, sehingga mampu menciptakan lulusan yang siap bersaing di era industri 4.0.
Selain sesi penandatanganan, acara ini juga diisi dengan diskusi interaktif antara kedua institusi. Diskusi ini membahas potensi kerja sama di masa depan, termasuk rencana pelaksanaan pelatihan berbasis teknologi dan inovasi, serta kegiatan pendampingan penelitian untuk siswa dan guru.
Ketua Program Studi Teknologi Informasi UTU menyampaikan, “Kami sangat antusias dengan kerja sama ini. Semoga ini menjadi awal dari kolaborasi yang bermanfaat bagi kedua institusi, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda yang kompeten di bidang teknologi informasi.”
Di sisi lain, Kepala SMK Dharma Shalihat 2 Ujong Patihah menyatakan, “Kerja sama ini merupakan peluang besar bagi sekolah kami untuk berkembang. Kami berharap dengan dukungan dari Universitas Teuku Umar, para siswa dapat memperoleh pengalaman yang lebih kaya, baik dalam bidang akademis maupun praktis.”
Acara ini diakhiri dengan sesi foto bersama peserta acara sebagai simbolisasi kolaborasi yang baru saja dimulai. (Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat bersama Pengurus Cabang Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Aceh Barat sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Series III pada Senin, 18 November 2024. Acara ini sekaligus menjadi momen pelantikan pengurus baru PII Aceh Barat periode 2024-2027.
Seminar yang berlangsung di Auditorium Universitas Teuku Umar (UTU) Gedung U2C ini menghadirkan Rektor UTU yang diwakilkan oleh Dr. Ir. M. Aman Yaman,M. Agric.,Sc dalam sambutan rektor UTU, kemudian sambutan oleh Kementerian PU diwakilkan oleh Kepala Seksi Preservasi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh Ir. Faisal, M.T. dan sambutan sekaligus pembukaan kegiatan Seminar Nasional PII Series II sekaligus Pelantikan Pengcab PII Aceh Barat oleh Pj Bupati Aceh Barat yang diwakilkan oleh Marhaban, S.E.,M.Si. dan kegiatan ini dikuti oleh seluruh Pengcab PII Aceh Barat, pengurus PW Aceh dan mahasiswa.
Kegiatan Seminar Nasional Series III PII disampaikan oleh 2 (dua) pemateri utama, yaitu
Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU, APEC Eng, yang juga Ketua PII Wilayah Aceh sekaligus Rektor Universitas Syiah Kuala, serta Dr. Ir. Kurdi, ST, MT, IPM, ASEAN-Eng,
Kadis PUPR Aceh Barat sekaligus Ketua PII terpilih Aceh Barat. Seminar ini dipandu oleh
Ir. Fitriadi, ST, MT, IPM.
Dalam pemaparannya, Prof. Marwan menekankan “pentingnya peran insinyur dalam pembangunan berkelanjutan di Industri Aceh”. “Insinyur memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan solusi teknis yang mendukung visi pembangunan berkelanjutan. Kompetensi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mewujudkan infrastruktur yang tangguh dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Tantangan pengembangan industri di Aceh belum sepenuhnya memadai, pun begitu dengan keterbatasan penerapan inovasi teknologi modern menjadi kendala yang menghambat efisiensi dan peningkatan nilai tambah bahkan daya saing industri lokal. Dalam paparannya, Prof Marwan juga mneyampaikan bahwa peluang terhadap pengembangan industri di Aceh dapat dijalankan bila kebijakan-kebijakan mendukung investasi, dan emningkatkan investasi di berbagai sektor seperti energi terbarukan dan lainnya. Startegi pengembangam baik infrastruktur, SDM, ekosistem usaha dan lainnya perlu dipertimbangkan, ujarnya.
Sementara itu, Dr. Kurdi menyampaikan pandangannya tentang pengembangan kompetensi keahlian insinyur dalam implementasi teknologi di sektor industri. Dalam paparannya, Dr Kurdi menyampaikan bagaimana “Perkembangan teknologi utama yang menuntut peningkatan kompetensi insinyur” dan bagaimana “Peran kunci insinyur dalam transformasi teknologi”. Banyak tantangan teknis yang dihadapi mulai dari kompleksitas integrasi sistem, implementasi teknologi baru yang beresiko terhadap serangan cyber, keterbatasan infrastruktur bahkan pemeliharaan dan perawatan sistem yang tinggi.
Selain itu “tantangan manajerial” juga dihadapi, bagaimana pengambilan keputusan didasarkan data serta manajemen resiko dan kepatuhan. Akhir paparannya, ketua PII aceh Barat menyampaikan bahwa kompetensi utama yang harus dikembangkan insinyur berupa keahlian teknis maupun nonteknis. Sealin itu kolaborasi riset dengan universitas-universitas dan lembaga riset perlu terus dilakukan sehingga dapat memperluasa wawasan dan peluang bagi solusi indutri yang inovatif, imbuhnya. “Seminar ini menjadi momentum untuk mendorong inovasi dan meningkatkan kapasitas para insinyur di Aceh Barat. Kami juga terus berkomitmen dalam mendukung program pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan bermanfaat luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Acara ini juga diisi dengan diskusi interaktif yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pejabat daerah, akademisi, dan para insinyur. Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan ide-ide segar untuk memperkuat peran insinyur dalam pembangunan Aceh Barat ke depan.
Pelantikan pengurus PII Aceh Barat periode 2024-2027 menjadi bagian penting dalam agenda ini, di mana Dr. Kurdi resmi melanjutkan kepemimpinannya bersama 58 pengurus lainnya. Dengan komitmen baru, PII Aceh Barat bertekad menjadi motor penggerak kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan di wilayah ini. (Humas UTU).