Meulaboh – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Teuku Laksamana Haji Ibrahim Dayah Jeumala Amal. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung di Ruang Rapat Senat, Kampus UTU, pada Senin (20/7/2026).
Langkah sinergis ini dirancang untuk memberikan dampak langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan, pelaksanaan penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia di Aceh. Melalui kesepakatan ini, kedua belah pihak akan mendesain berbagai program implementatif, seperti program magang, penyelenggaraan seminar dan pelatihan, kuliah umum, publikasi ilmiah bersama, penguatan kapasitas tenaga pendidik, hingga program pemberdayaan masyarakat secara langsung.
Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Nyak Amir menyatakan bahwa kemitraan dengan Dayah Jeumala Amal merupakan langkah terukur dalam mengintegrasikan potensi akademis perguruan tinggi dengan nilai-nilai pendidikan berbasis pesantren.
“Kerja sama ini diorientasikan untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia pendidikan. Keterlibatan lintas lembaga seperti ini mempercepat hadirnya inovasi pembelajaran dan riset berbasis potensi daerah yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh santri, mahasiswa, dosen, maupun masyarakat luas,” kata Prof. Dr. Nyak Amir.

Dayah Jeumala Amal sendiri didirikan pada tahun 1987 oleh Yayasan Teuku Laksamana Haji Ibrahim dan resmi beroperasi pada 2 Januari 1988. Kini Dayah Jeumala Amal tumbuh menjadi salah satu institusi pendidikan Islam unggulan di Provinsi Aceh.
Ketua Yayasan Teuku Laksamana Haji Ibrahim Dayah Jeumala Amal, H. T. Umar Laksamana, MBA., dalam sambutannya menerangkan pentingnya kerja sama ini sebagai landasan dalam menjawab tantangan zaman dan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
“Hari ini bukan sekadar penandatanganan sebuah dokumen, tetapi merupakan awal dari ikhtiar bersama dalam membangun kemitraan yang produktif. Kami meyakini bahwa tantangan pendidikan di masa depan hanya dapat dijawab melalui kolaborasi yang saling menguatkan,” ujar H. T. Umar Laksamana.
Ia menambahkan bahwa adaptasi terhadap kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan pembinaan karakter peserta didik. “Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, akhlak yang baik, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” tuturnya.
Prosesi penandatanganan MoU tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Teuku Umar, para dekan, dosen, pengurus Yayasan Teuku Laksamana Haji Ibrahim Dayah Jeumala Amal, serta sejumlah tamu undangan dari kedua lembaga. Kemitraan jangka panjang ini diharapkan segera terealisasi dalam bentuk program kerja teknis yang memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah dan daya saing generasi muda Aceh di tingkat nasional maupun global. [Humas UTU]
Laporan: Yuhdi F. | Foto: Eman.




