Meulaboh – UTU |
Universitas Teuku Umar (UTU) merancang skema perluasan akses pendidikan tinggi berkualitas dan percepatan pemanfaatan riset terapan guna merespons tantangan pembangunan di tingkat daerah maupun nasional. Langkah operasional ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Action Plan 9 Pilar Strategi Pencapaian UTU Gemilang yang berlangsung di Ruang Rapat Senat Kampus UTU, Meulaboh, pada Kamis (23/7/2026).
Inisiatif yang digagas oleh Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., ini difokuskan pada pembenahan mendasar agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat luas. Forum diskusi ini merumuskan peta jalan yang mencakup peningkatan mutu akademik, perluasan riset terapan, program internasionalisasi, modernisasi tata kelola kelembagaan, percepatan transformasi digital, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.
Sebagai upaya menghadirkan ekosistem kampus yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan publik, forum strategis ini mengintegrasikan pandangan lintas generasi kepemimpinan dan praktisi. Kegiatan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan universitas, Tim Task Force UTU Gemilang, para dekan, ketua lembaga, serta perwakilan dosen. Pembahasan ini juga melibatkan pendampingan teknis dari deretan akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, di antaranya Prof. Dr. Drh. Muslim Akmal, M.P., Prof. Dr. Iskandar AS, S.Pd., M.App.Ling., Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M.Tech., Prof. Dr. Drs. Amiruddin, M.Kes., AIFO., dan Prof. Dr. dr. Rajuddin, Sp.OG., K.Fer.
Turut hadir memberikan masukan strategis dalam penyusunan rencana aksi ini, yakni Bupati Aceh Barat Periode 2012–2017 Dr. (HC) H. Teuku Alaidinsyah, serta Rektor UTU Periode 2014–2022 Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, S.E., M.B.A. Pelibatan tokoh daerah dan pimpinan pendahulu ini dijadikan dasar evaluasi agar skema kerja yang dirancang mampu menyelesaikan tantangan aktual di lapangan. Beberapa isu utama yang disasar meliputi tingkat kesiapan lulusan saat memasuki dunia kerja, relevansi inovasi berbasis potensi lokal, hingga digitalisasi layanan kampus yang lebih efisien.

Dalam pembukaan acara, Rektor UTU Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., menyampaikan arah kebijakan terkait penyusunan dokumen kerja agar seluruh gagasan yang terhimpun dapat diimplementasikan secara terukur di setiap unit kerja.
“Melalui forum ini kita ingin menghimpun berbagai pandangan, pengalaman, dan gagasan terbaik dari seluruh tim yang hadir hari ini. Action Plan yang disusun tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi benar-benar menjadi pedoman kerja yang terukur dalam mewujudkan UTU Gemilang sebagai perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan memberikan dampak,” ujar Prof. Nyak Amir.
Pasca-pelaksanaan FGD, seluruh masukan substantif akan langsung diolah oleh Tim Task Force untuk mematangkan Indikator Kinerja Utama (IKU). Pendekatan taktis ini dilakukan untuk memastikan setiap pilar strategi memiliki parameter pencapaian yang jelas, realistis, serta berorientasi pada hasil nyata yang dapat dievaluasi secara berkala.

Menutup rangkaian pembahasan, Prof. Nyak Amir menekankan pentingnya konsistensi eksekusi atas dokumen yang telah disepakati bersama sehingga manfaatnya mampu menjangkau cakupan sasaran yang lebih luas.
“Saya berharap Action Plan 9 Pilar Strategi Pencapaian UTU Gemilang ini menjadi komitmen bersama seluruh sivitas akademika dan para mitra untuk membawa Universitas Teuku Umar semakin maju, semakin adaptif terhadap perubahan, serta mampu melahirkan inovasi dan sumber daya manusia unggul yang memberikan manfaat bagi Aceh, Indonesia, bahkan dunia,” tutup Prof. Nyak Amir. [Humas UTU]
Laporan: Shinta | Editor: Yuhdi F. | Foto: Humas UTU.




