Nagan Raya – UTU | Sebanyak 55 mahasiswa Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Teuku Umar (FIK UTU) resmi diterjunkan untuk melaksanakan Praktik Belajar Lapangan (PBL) selama satu bulan penuh, terhitung mulai 1 hingga 30 Juli 2026. Acara pelepasan tersebut berlangsung khidmat di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Nagan Raya pada Rabu (1/7/2026).
Selama kegiatan tersebut, puluhan mahasiswa semester V dan VI ini akan disebar ke berbagai perusahaan mitra yang bergerak di sektor pertambangan, pembangkit listrik, dan industri kelapa sawit di wilayah Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Aceh Barat, dan Kabupaten Aceh Jaya. Langkah ini ditujukan agar para mahasiswa memperoleh pengalaman riil dalam mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, serta mengimplementasikan Sistem Manajemen K3 (SMK3) langsung di lingkungan kerja industri strategis.
Seremoni pelepasan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nagan Raya, Irwan, S.T., mewakili kepala dinas, serta Wakil Dekan I FIK UTU, Safrizal, S.K.M., M.Kes., mewakili Dekan FIK UTU. Hadir pula Ketua Program Studi K3, Jun Musnadi Is, S.K.M., M.Kes., Ketua Panitia Pelaksana PBL, Fikri Faidul Jihat, S.K.M., M.K.M., jajaran Dosen Pendamping Lapangan (DPL), serta perwakilan dari sejumlah pimpinan perusahaan mitra.
Mufidah Uty, perwakilan dari PT Meulaboh Power Generation (PLTU 3 dan 4) yang memberikan sambutan mewakili seluruh mitra industri, menyambut baik kehadiran para mahasiswa praktikan ini. Ia menilai kolaborasi ini sebagai kontribusi nyata dunia usaha terhadap sektor pendidikan.
“Apresiasi yang tinggi kami sampaikan atas kepercayaan UTU. Keterlibatan perusahaan dalam mendukung kegiatan akademik ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) kami untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan satu bulan ini secara maksimal untuk menyerap pengalaman kerja, mengasah kompetensi, serta memahami penerapan sistem K3 langsung di lapangan,” ujar Mufidah.

Merespons dukungan tersebut, Ketua Program Studi K3 FIK UTU, Jun Musnadi Is, S.K.M., M.Kes., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh manajemen perusahaan mitra. Menurutnya, keterlibatan aktif sektor industri menjadi kunci utama dalam melahirkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja.
“Dukungan dari dunia industri memiliki peran yang sangat penting dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja. Ke depan, kami berharap kemitraan yang telah berjalan baik ini tidak hanya berhenti pada program magang atau praktik lapangan saja, melainkan dapat terus ditingkatkan melalui kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang lebih luas, seperti riset bersama dan pengabdian masyarakat, khususnya pada sektor agro and marine industry yang menjadi keunggulan utama Universitas Teuku Umar,” jelas Jun Musnadi.
Sebelum resmi diterjunkan ke lokasi praktik, seluruh peserta telah dibekali dengan kompetensi teknis yang matang pada Senin (29/6/2026) di Aula Laboratorium K3 FIK UTU. Pada sesi pembekalan tersebut, dua pemateri ahli, Yolanda Oktaria, S.K.M., M.Kes., dan Siti Nurmala Dewi, S.K.M., M.KKK., memberikan pembekalan mendalam terkait implementasi K3 industri, teknik analisis risiko, etika profesi, serta tata cara penyusunan laporan ilmiah hasil praktik.
Melalui pelaksanaan program tahunan ini, FIK UTU menargetkan lahirnya calon praktisi K3 yang adaptif, mampu berpikir kritis dalam memecahkan masalah keselamatan kerja, serta memiliki integritas profesional. Sinergi yang erat antara akademisi, pemerintah daerah, dan sektor swasta ini diharapkan dapat menjadi pola kemitraan strategis dalam meminimalkan angka kecelakaan kerja sekaligus mendorong terciptanya budaya kerja yang aman dan sehat di Provinsi Aceh. [Humas UTU]
Laporan: Jun M. | Editor: Yuhdi | Foto: Istimewa




