Meulaboh – UTU | Tim Efektif Proyek Perubahan Universitas Teuku Umar resmi menggelar rapat perdana untuk memulai integrasi data kinerja Tri Dharma perguruan tinggi berbasis digital pada Senin (13/7/2026). Langkah strategis ini diarahkan untuk mengatasi kendala duplikasi pekerjaan administratif serta menyediakan sistem pelaporan otomatis yang langsung terhubung ke platform nasional. Pertemuan ini dipimpin oleh Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum Universitas Teuku Umar, Zulfirman, S.E., M.Si., selaku penggagas proyek sekaligus peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I.
Pertemuan awal tersebut berfokus pada penyamaan persepsi seluruh anggota tim mengenai arah, strategi, dan pembagian tugas dalam mengimplementasikan sistem baru. Melalui optimalisasi teknologi digital, program ini dirancang guna memetakan kebutuhan integrasi data dari sistem yang sudah berjalan di lingkungan kampus agar menjadi lebih akurat serta berkelanjutan. Transformasi ini menyasar pembentukan pusat data yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga kepegawaian institusi.
Guna mencapai sasaran tersebut, implementasi proyek perubahan dijalankan secara bertahap melalui tiga fase utama, yang diawali dengan tahap inisiasi dan capaian cepat (quick wins). Fase berikutnya berlanjut pada pengembangan serta uji coba sistem, hingga diakhiri dengan tahap institusionalisasi serta ekspansi pemanfaatan ke seluruh unit kerja di lingkungan kampus. Pada fase final, sistem baru ini dikondisikan untuk langsung terintegrasi dengan platform nasional seperti PDDIKTI dan SISTER, sehingga pelaporan data berkala dari universitas dapat berjalan otomatis dan cepat.
Dampak nyata dari interkoneksi sistem ini adalah penyediaan dashboard kinerja pimpinan yang dapat diakses secara aktual untuk mempercepat pengambilan keputusan berbasis data di tingkat universitas. Selain berfokus pada pembaruan teknologi, proyek ini menyentuh penguatan aspek kelembagaan melalui penyusunan regulasi internal baru dan standar operasional prosedur. Bersamaan dengan itu, kualitas sumber daya manusia yang terlibat juga ditingkatkan secara intensif melalui serangkaian pelatihan berkala yang disiapkan oleh tim efektif.
Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum Universitas Teuku Umar, Zulfirman, S.E., M.Si., memaparkan bahwa keberhasilan digitalisasi ini bertumpu pada pergeseran budaya kerja seluruh unit ke arah pemanfaatan data yang solid. Penggunaan data yang terpusat dinilai menjadi kunci utama untuk menghasilkan kualitas pelayanan publik yang lebih prima bagi seluruh pemangku kepentingan perguruan tinggi.
“Saya berharap Tim Efektif ini menjadi motor penggerak transformasi digital di Universitas Teuku Umar. Proyek perubahan ini bukan sekadar membangun sebuah sistem informasi, tetapi membangun budaya kerja baru yang mengedepankan integrasi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan berbasis data. Dengan dukungan seluruh sivitas akademika, saya optimistis kita dapat mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang lebih modern, akuntabel, efisien, serta menghasilkan layanan yang semakin berkualitas bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Zulfirman.

Zulfirman menambahkan bahwa program ini didesain tidak hanya untuk melahirkan satu sistem baru yang terintegrasi, tetapi juga menjadi wadah peningkatan kompetensi bagi aparatur yang mengelolanya. Prosedur dan peningkatan keahlian dirancang beriringan agar hasil dari inovasi ini mampu memberikan dampak nyata dalam skala yang lebih luas.
“Proyek ini tidak hanya untuk menciptakan sesuatu inovasi terobosan sistem yang terintegrasi namun juga menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia yang ada di dalamnya, serta bermanfaat secara nasional,” ujarnya.
Melalui konsistensi pelaksanaan di setiap tahapan, Tim Efektif memproyeksikan sistem tata kelola baru ini berjalan secara terukur di seluruh unit kerja kampus. Produk akhir dari proyek perubahan tersebut ditargetkan mampu menjadi model unggulan yang mendukung akselerasi transformasi digital pada lingkup perguruan tinggi di tingkat nasional. [Humas UTU]
Laporan: Shinta | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa




