Nagan Raya – UTU | Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Teuku Umar (UTU) menggelar pelatihan pemanfaatan limbah pertanian bagi para pembudidaya ikan di Desa Lhok Seumot, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Selasa (23/6). Kegiatan ini berfokus pada pengolahan gedebok (batang -red) pisang yang melimpah di kebun warga untuk diubah menjadi probiotik lokal berkualitas.
Inovasi tersebut dihadirkan sebagai solusi nyata untuk membantu peternak ikan menekan biaya pembelian pakan. Selain menghemat pengeluaran, penggunaan probiotik alami ini juga dirancang untuk meningkatkan produktivitas hasil panen serta menjaga kualitas kesehatan ikan budidaya secara berkala.
Ketua Tim Pengabdian UTU, Fazril Saputra, M.Si., menjelaskan bahwa potensi gedebok pisang di wilayah tersebut sangat besar namun belum dimanfaatkan secara optimal. Selama ini, sisa memanen pisang itu biasanya hanya dibiarkan membusuk begitu saja di lahan pertanian warga. Padahal, melalui sentuhan teknologi fermentasi yang sederhana, limbah tersebut bisa diubah menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi.
“Pembuatan probiotik lokal dari gedebok pisang ini sangat mudah diaplikasikan oleh masyarakat pembudidaya ikan. Bahan bakunya gratis, melimpah di sekitar kita, dan proses pembuatannya tidak rumit,” ujar Fazril di sela-sela kegiatan.
Di hadapan para peserta, tim PKM UTU mempraktikkan langsung seluruh tahapan produksi secara runut. Para pembudidaya ikan diajarkan mulai dari teknik mencacah gedebok pisang secara halus, mencampurkannya dengan formula bahan fermentasi khusus, hingga memasuki proses inkubasi sampai probiotik tersebut siap untuk digunakan pada kolam ikan.
Masyarakat setempat menyambut positif jalannya pelatihan ini. Para pembudidaya ikan mengaku antusias karena metode yang diajarkan sangat praktis dan langsung menyentuh persoalan utama mereka, yaitu tingginya modal pakan. Formula alternatif ini dinilai dapat memotong biaya operasional sekaligus mengurangi ketergantungan peternak pada vitamin atau suplemen ikan pabrikan yang harganya relatif mahal di pasaran.
Melalui program pendampingan ini, pihak kampus berharap masyarakat pembudidaya ikan di Desa Lhok Seumot dapat lebih mandiri dalam mengelola usaha mereka, sehingga kesejahteraan ekonomi warga dapat berjalan secara berkesinambungan.
Sebagai informasi, kegiatan berbasis kemitraan masyarakat ini berhasil terlaksana berkat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia tahun anggaran 2026. [Humas UTU]
Laporan: Yuhdi F. | Foto: Istimewa




