Meulaboh – UTU | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Teuku Umar (UTU) melakukan aksi penanaman mangrove di sekitar Pantai Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat pada Minggu (14/6). Langkah nyata ini diambil sebagai upaya mencegah abrasi, merestorasi ekosistem pesisir, sekaligus mendukung capaian pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui program UTU Berdampak.
Sebelum bibit ditanam, mahasiswa terlebih dahulu menggelar sosialisasi di Balai Desa setempat. Acara tersebut dibuka oleh Dosen Pendamping UTU, Dr. Kiswanto, M.Si., dan dilanjutkan oleh Saifulami yang menjabat sebagai Ketua Tuha Peut sekaligus Panglima Laot Kecamatan Samatiga. Kegiatan ini berjalan dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari kalangan akademisi, pemerintah desa, warga setempat, hingga para pegiat lingkungan di Aceh Barat.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa membagikan pengetahuan akademis mengenai cara pemilihan bibit yang baik, teknik penanaman yang tepat di zonasi wilayah pesisir, hingga fungsi strategis mangrove. Selain melindungi garis pantai, hutan bakau ini juga berfungsi sebagai habitat biota laut dan penyerap karbon. Program ini menjadi bukti kepedulian universitas dalam menghadirkan solusi nyata bagi isu lingkungan hidup global.
Aksi lingkungan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pemerintah desa dan masyarakat Kuala Bubon. Kelompok nelayan lokal bahkan turun langsung ke area pasang surut untuk menanam bibit bersama mahasiswa. Ke depan, hutan mangrove ini diproyeksikan mampu memulihkan ekosistem pesisir sekaligus menggerakkan ekonomi warga melalui pengembangan kawasan ekowisata.

Panglima Laot Kecamatan Samatiga, Saifulami, menyambut baik inisiatif dari para mahasiswa ini. Ia berharap masyarakat dapat menjaga apa yang sudah ditanam bersama.
“Masyarakat lokal diharapkan berperan sebagai penjaga kelestarian, memantau pertumbuhan bibit, dan mencegah alih fungsi lahan mangrove,” ujar Saifulami.
Melalui Departemen Pengabdian Masyarakat (Pengmas) BEM Fakultas Ilmu Kesehatan yang dikomandoi oleh Telsa Amanda, penanaman ini dirancang untuk memberikan efek jangka panjang bagi ruang hidup masyarakat. Langkah kolaboratif ini sejalan dengan target SDGs Tujuan 13 tentang penanganan perubahan iklim dan Tujuan 14 mengenai kelestarian ekosistem laut, yang menjadi bagian dari visi besar UTU Berdampak dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan langsung di tengah masyarakat. [Humas UTU]
Laporan: Kiswanto | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa




