Mahasiswa UTU Berdayakan Masyarakat Nelayan Desa Apung Kuala Bubon Melalui Teknologi Air Bersih hingga Hidroponik

Meulaboh – UTU | Mahasiswa yang tergabung dalam Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Hima K3) Universitas Teuku Umar (UTU) resmi memulai program pengabdian masyarakat di Desa Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (14/6). Kegiatan awal ini diawali dengan sosialisasi langsung kepada warga setempat.

Desa Kuala Bubon dipilih sebagai lokasi binaan karena memiliki karakteristik unik, dimana pemukiman warga berdiri terapung di atas air dan lebih dari 80 persen masyarakatnya menggantungkan hidup sebagai nelayan. Selain memiliki potensi besar yang sejalan dengan topik pengabdian, desa ini dinilai memiliki tingkat kerentanan lingkungan dan ekonomi yang memerlukan solusi segera, ditambah dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah desa setempat. Program pemberdayaan ini direncanakan akan berlangsung selama empat bulan, terhitung sejak Juni hingga Oktober 2026.

Dosen Pembimbing Lapangan PPK Ormawa Hima K3, Dr. Wintah, M.Si., menjelaskan bahwa timnya telah merancang tiga program pokok yang disusun berdasarkan kebutuhan mendasar masyarakat Kuala Bubon.

“Program pertama adalah inovasi penyediaan air bersih menggunakan teknologi venturi. Kedua, budidaya sayur dengan media hidroponik. Ketiga, pembuatan nugget dari ikan rucah sebagai upaya pemberdayaan ekonomi dengan memanfaatkan ikan yang kurang bernilai jual menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi,” ujar Dr. Wintah.

Guna mensukseskan program tersebut, aksi nyata UTU Berdampak ini mengkolaborasikan mahasiswa dari tiga program studi lintas disiplin di Fakultas Ilmu Kesehatan, yaitu Prodi K3, Prodi Kesehatan Masyarakat, dan Prodi Teknologi Hasil Pertanian. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan solusi yang tepat guna dan menjawab persoalan riil di lapangan.

Ketua Tim PPK Ormawa K3, Mhd. Al Faridho DM, mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya fokus pada dampak eksternal bagi warga, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran penting bagi para mahasiswa yang terlibat.

“Pengabdian masyarakat ini selain bermanfaat untuk masyarakat dampingan, juga akan meningkatkan soft skill mahasiswa seperti dalam kepemimpinan (leadership), komunikasi efektif, pemecahan masalah (problem solving), kerja sama tim (teamwork), kecerdasan emosional (emotional intelligence), dan manajemen waktu,” kata Al Faridho.

Melalui sinergi erat antara dosen pembimbing, mahasiswa, dan warga penerima manfaat, kegiatan ini ditargetkan mampu membantu masyarakat nelayan Kuala Bubon dalam mengatasi keterbatasan air bersih layak minum. Di saat yang sama, pemenuhan gizi keluarga serta kemandirian ketahanan pangan diharapkan dapat berjalan beriringan guna menghadirkan perubahan nyata pada sektor sosial, lingkungan, dan ekonomi masyarakat pesisir. [Humas UTU]

Laporan: Kiswanto | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa

Related Posts

Leave a Reply