Meulaboh – UTU | Dua mahasiswa program studi Magister Sosiologi Universitas Teuku Umar (UTU) berhasil meraih penghargaan sebagai Presenter Terbaik (Best Presenter) dalam ajang Seminar Nasional Digital Governance (SEMDIGOV). Forum ilmiah nasional ini diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) di Kota Mataram pada 16-17 Juli 2026. Pertemuan akademik tersebut turut menghadirkan pakar hukum tata negara, Prof. Dr. Zainal Arifin Mochtar, S.H., LL.M., Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada sebagai salah satu pembicara utama.
Dalam seminar yang mengusung tema “Transformasi Digital Berbasis Informasi dan Masa Depan Demokrasi: Mengurai Dinamika Kekuasaan, Tata Kelola, dan Ekosistem Sosial Ekonomi” ini, delegasi UTU mendapatkan penghargaan di dua kelas presentasi paralel yang berbeda. Kedua mahasiswa tersebut, Rahmad Hidayat dan Andi Sayumitra, menyajikan hasil kajian mendalam yang menyoroti realitas empiris serta dinamika sosial, budaya, dan politik di Kabupaten Aceh Barat.

Rahmad Hidayat sukses menarik perhatian tim penilai dan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia melalui penelitian berjudul “Adaptasi Sosial Digital dan Konstruksi Hibrida Anak Muda Perantau di Aceh Barat”. Dalam paparannya, ia menguraikan data komprehensif mengenai realitas Aceh Barat sebagai wilayah yang ramah, terbuka, dan inklusif bagi pendatang, khususnya generasi muda dari luar daerah dan luar Pulau Sumatera. Keharmonisan proses adaptasi tersebut terwujud berkat perpaduan nilai adat peumulia jamee (memuliakan tamu) dan penerapan syariat Islam yang teduh di tengah masyarakat lokal.
“Ruang digital tidak hanya mengubah cara kita berkomunikasi, tetapi juga cara kita menjadi diri sendiri di tengah dunia yang terus bergerak,” ujar Rahmad Hidayat saat memaparkan kesimpulan risetnya di hadapan forum.
Sementara itu, pada kelas paralel lainnya, Andi Sayumitra mempresentasikan analisis kritis mengenai isu representasi gender modern melalui riset berorientasi solusi yang bertajuk “Keadilan Elektoral dan Representasi Substansi Perempuan dalam Era Demokrasi Digital, Khususnya di Aceh Barat”. Studi kasus ini membedah pemanfaatan ruang digital untuk mengoptimalkan keadilan pemilu serta memperkuat keterwakilan suara substantif perempuan dalam ranah politik praktis serta perumusan kebijakan publik di tingkat lokal.

Ketua Program Magister Sosiologi UTU, Dr. Afrizal Tjoetra, yang didampingi oleh Dosen Program Magister Sosiologi, Dr. Vellayati Hajad, menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi tolok ukur mutu akademik program pascasarjana di institusinya. Keberhasilan bersanding dengan para akademisi nasional menunjukkan bahwa integrasi antara pendekatan teoretis sosiologis yang matang dan pemahaman mendalam terhadap realitas lokal mampu menghasilkan bobot ilmiah yang tinggi dan aplikatif.
Penyelenggaraan SEMDIGOV FISIPOL UMMAT tahun ini juga bekerja sama dengan sejumlah jurnal ilmiah bereputasi, antara lain Journal of Governance and Local Politics (JGLP) serta Jurnal Ranah Publik Indonesia Kontemporer (RAPIK). Jurnal-jurnal tersebut berfungsi sebagai wadah hilirisasi dan publikasi bagi artikel-artikel ilmiah terbaik yang dipresentasikan selama seminar berlangsung. Keberhasilan delegasi UTU dalam forum ini menjadi kontribusi nyata civitas akademika dalam memperluas jangkauan riset berbasis dampak yang bermanfaat langsung bagi pembangunan masyarakat. [Humas UTU]
Laporan: Rahmad H. | Editor: Yuhdi | Foto: Istimewa




