Targetkan Tiket Peksiminas 2026, UTU Intensifkan Pembinaan Kontingen PEKSIMIDA Aceh XVII

Meulaboh – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) mematangkan persiapan teknis dan performa mahasiswa yang disiapkan mengisi kontingen kampus pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Aceh XVII Tahun 2026. Perhelatan seni antarmahasiswa tingkat provinsi tersebut dijadwalkan berlangsung di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, pada 26 hingga 29 Juli 2026 mendatang.

Langkah sistematis ini ditempuh guna memastikan persaingan kontingen UTU di ajang regional berbuah hasil optimal, sekaligus memperbesar peluang delegasi mahasiswa melaju ke tingkat nasional. Rangkaian pembinaan intensif ini dikoordinasikan langsung melalui Tim Kerja Prestasi, Peningkatan Kapasitas, dan Kesejahteraan Mahasiswa (P3KM) UTU.

Ketua Tim Kerja P3KM UTU, M. Idris, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa proses penjaringan talenta telah berjalan sejak jauh hari melalui ajang seleksi internal bertajuk UTU Fest pada April 2026 lalu. Dari ajang kompetisi kampus tersebut, tim penilai menyaring mahasiswa berbakat yang memiliki potensi teknis serta performa tinggi untuk mewakili universitas.

Pasca-seleksi, para mahasiswa terpilih menjalani program pembinaan khusus dan intensif selama tiga bulan penuh di bawah arahan instruktur serta pembina yang memiliki kepakaran teruji di bidang seni masing-masing.

“Tentu saja kita membawa mimpi besar, agar anak-anak kita mendapatkan tiket menuju PEKSIMINAS nantinya,” kata M. Idris saat dihubungi Humas UTU, Rabu (22/7/2026).

Optimisme UTU merujuk pada catatan capaian pada gelaran PEKSIMIDA tahun 2024. Saat itu, utusan mahasiswa UTU berhasil menembus Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) yang diselenggarakan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dalam ajang tersebut, mahasiswi UTU atas nama Putri Isyelda Ritonga berhasil menyabet Juara 1 Kategori Lomba Baca Puisi Putri di tingkat provinsi di bawah pembinaan Dr. Sri Handayani, SP., M.Si., sebelum akhirnya merebut Juara Harapan 2 saat berlaga di tingkat nasional.

Pada PEKSIMIDA Aceh XVII tahun 2026, sebanyak 15 tangkai lomba akan dipertandingkan. Cabang-cabang tersebut meliputi menyanyi pop, menyanyi dangdut, menyanyi seriosa, menyanyi keroncong, menyanyi vokal grup, baca puisi, monolog, tari, penulisan lakon, penulisan puisi, penulisan cerpen, lukis, desain poster, komik strip, hingga fotografi jurnalistik/dokumenter.

Secara terpisah, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UTU, H. Ibrahim Laweung HS., SKM., MNSc., menegaskan bahwa pihak rektorat menyediakan fasilitas penuh bagi pengembangan seluruh potensi mahasiswa, baik pada domain akademik maupun non-akademik seperti olahraga dan seni.

“Kita berkomitmen untuk mendukung setiap minat dan bakat mahasiswa. Kita memfasilitasi mahasiswa secara intensif, dengan harapan prestasi mahasiswa dapat meningkat,” ungkap Ibrahim.

Dukungan kelembagaan yang terstruktur ini berbanding lurus dengan rekam jejak tata kelola kemahasiswaan UTU. Pada tahun 2025, UTU berhasil memperoleh predikat Unggul untuk Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Hasil evaluasi nasional tersebut mencerminkan keberhasilan UTU dalam mengelola program minat, bakat, penalaran, kreativitas, hingga kesejahteraan dan kewirausahaan mahasiswa secara berkelanjutan. [Humas UTU]

Laporan: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply