Rektor Universitas Terbuka Bagikan Strategi Pengelolaan PTNBH dan Sistem Pendidikan Jarak Jauh di Kampus UTU

Meulaboh – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) menggelar forum diskusi strategis berupa sharing session bersama Rektor Universitas Terbuka (UT) di Ruang Rapat Senat, Kampus UTU pada Kamis (16/7/2026). Pertemuan ini menjadi agenda penting bagi UTU untuk menyerap pengalaman pengelolaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), transformasi kelembagaan, serta pengembangan sistem pendidikan tinggi adaptif teknologi demi mempercepat kemajuan kampus lokal tersebut.

Jalannya acara di Ruang Rapat Senat ini dihadiri langsung oleh Rektor UTU, Prof. Nyak Amir, M.Pd., beserta jajaran pimpinan universitas, perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) UTU, para dosen, serta tenaga kependidikan. Sementara itu, delegasi tamu dipimpin oleh Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., yang hadir didampingi Ketua DWP UT, Een Sueni, S.E., M.Si., Direktur UT Aceh, serta para manajer di lingkup UT.

Dalam sambutan pembukanya di hadapan forum, Rektor UTU Prof. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd., menyoroti pentingnya adopsi poin-poin keberhasilan tata kelola dari perguruan tinggi yang sudah matang untuk diterapkan pada agenda internal UTU.

“Pengalaman panjang Universitas Terbuka dalam mengelola institusi skala besar dapat menjadi pelajaran berharga bagi UTU dalam mentransformasi diri menuju UTU Gemilang,” kata Prof. Nyak Amir di hadapan peserta rapat senat.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Ali Muktiyanto membagikan peta jalan transformasi institusinya yang kini berstatus PTNBH berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2022 serta operasional Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ). Paparan difokuskan pada pemanfaatan model pendidikan yang mampu mengatasi kendala geografis, usia, dan ekonomi guna memperluas daya tampung serta keterjangkauan akses pendidikan tinggi secara nasional.

“Pendidikan tinggi harus mampu menghadirkan akses yang inklusif tanpa dibatasi usia, kondisi ekonomi, lokasi geografis, maupun latar belakang peserta didik. Sistem pendidikan terbuka memungkinkan mahasiswa menentukan waktu, tempat, dan kecepatan belajar sesuai kebutuhannya, sehingga mampu memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas,” ujar Prof. Ali Muktiyanto.

Selain menjelaskan tata kelola akademik berbasis digital yang diselenggarakan oleh UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto juga memamparkan capaian UT yang telah meraih Akreditasi Institusi “A” dari BAN-PT, sertifikasi internasional, hingga rekognisi Times Higher Education, UI GreenMetric, dan UNESCO-ICHEI.

Agenda sharing session di lingkungan kampus UTU ini kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang membahas skema implementasi nyata. Kedua pihak merumuskan penjajakan kolaborasi kemitraan di bidang pengembangan platform pembelajaran digital, penguatan tata kelola organisasi, perluasan akses, hingga standarisasi mutu akademik yang diharapkan dapat segera membawa dampak positif bagi civitas akademika UTU dan masyarakat luas. [Humas UTU]

Laporan: Wardah M.S. | Editor: Yuhdi | Foto: Istimewa

Related Posts

Leave a Reply