Meulaboh – UTU | Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (UTU) memperluas penerapan sistem pendidikan berbasis capaian atau Outcome-Based Education (OBE) dari empat menjadi tujuh program studi. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pelaksanaan Workshop Kurikulum OBE yang berlangsung pada 18–19 Mei 2026 di Aula Cut Nyak Dhien, GKT UTU. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari akselerasi mutu pembelajaran institusi guna menyelaraskan kurikulum dengan standar global guna mendukung program internasionalisasi program studi di lingkungan UTU.
Workshop yang mengusung tema “Penguatan RPS Berbasis OBE Sebagai Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran dan Akreditasi Program Studi” tersebut diikuti oleh seluruh Kepala Program Studi, Sekretaris Program Studi, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Teknik UTU. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor UTU, Prof. Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si, didampingi oleh Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Irwansyah, ST., M.Eng., IPM.
Dalam laporannya, Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Irwansyah, ST., M.Eng., IPM., menyampaikan bahwa cakupan penerapan kurikulum berbasis kompetensi internasional ini mengalami peningkatan signifikan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya fokus implementasi baru menyentuh 4 program studi, kini program kerja tersebut telah berkembang mencakup 5 program studi Sarjana (S1), 1 program studi Magister (S2), dan 1 program studi profesi. Irwansyah menegaskan pentingnya output konkret dari agenda akademis tersebut agar tidak berhenti sebagai wacana di atas kertas.

“Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan harus melahirkan tindakan aksi nyata berupa tersedianya portofolio mata kuliah yang lengkap dan dapat diakses mahasiswa melalui portal sistem akademik PINTOE,” ujar Irwansyah.
Manajemen Fakultas Teknik menargetkan setiap program studi mampu memproduksi minimal 5 portofolio mata kuliah yang komprehensif pada setiap semester. Melalui target berkala tersebut, pihak fakultas memproyeksikan dalam tiga tahun ke depan minimal 80 persen mata kuliah di seluruh jenjang prodi telah memiliki bahan ajar, sistem asesmen yang baku, serta Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang tertata di dalam platform Learning Management System (LMS).
Langkah standardisasi kurikulum ini dinilai krusial mengingat UTU tengah memacu program internasionalisasi agar lulusan dan program studi mereka diakui di level regional maupun internasional. Rektor UTU, Prof. Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si., dalam pengarahannya menyatakan bahwa penyelarasan dengan skema OBE merupakan instrumen penting bagi universitas untuk mencetak lulusan yang berdaya saing global. Kurikulum mutlak dirancang agar mampu menjawab dinamika kebutuhan zaman.
“Proses pembelajaran harus memastikan ketercapaian tiga ranah utama, yakni, knowledge, afektif, serta hard skill dan soft skill yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Seluruh dosen harus merancang kurikulum yang benar-benar link and match dengan kebutuhan lapangan kerja, sehingga lulusan Fakultas Teknik UTU mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” kata Prof. Ishak Hasan.

Guna menjamin mutu penyusunan dokumen akademik tersebut, panitia menghadirkan dua pakar yang kompeten, yaitu Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric.Sc dan Ir. Cut Suciatina Silvia, ST., MT., IPM. Pada hari pertama, kedua narasumber membedah konsep dasar OBE beserta implementasi taktisnya dalam kurikulum perguruan tinggi, melakukan penyelarasan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), hingga Sub-CPMK, serta teknik penyusunan draf RPS. Sesi ini berjalan dua arah melalui diskusi interaktif antara staf pengajar dan pemateri.
Pada hari kedua, agenda difokuskan pada sesi praktik pendampingan langsung untuk menyusun dokumen RPS masing-masing mata kuliah. Hasil kerja mandiri tersebut kemudian di-review, disempurnakan, dan dipresentasikan oleh setiap perwakilan program studi guna menyamakan standar mutu baku fakultas. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada kedua narasumber oleh jajaran dekanat sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi keilmuan yang diberikan.
Melalui implementasi kurikulum OBE yang semakin meluas ini, Fakultas Teknik UTU memproyeksikan terbentuknya ekosistem akademik baru yang lebih transparan dan modern, di mana mahasiswa dapat mempelajari bahan perkuliahan secara mandiri sebelum tatap muka dimulai di ruang kelas. Kesiapan draf akademik yang matang ini diharapkan tidak hanya mendongkrak capaian akreditasi unggul di tingkat nasional, tetapi juga mematangkan posisi Fakultas Teknik UTU dalam memenuhi ekspektasi dunia kerja global sesuai dengan peta jalan internasionalisasi universitas. [Humas UTU]
Laporan: Rita H. | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.




