Meulaboh – UTU | Sebanyak 130 mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) dari berbagai program studi mengikuti Uji Sertifikasi Kompetensi berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1) UTU ini berlangsung secara bertahap sepanjang bulan Juli 2026 di Tempat Uji Kompetensi (TUK) kampus setempat.
Langkah ini diambil untuk memastikan setiap lulusan UTU memiliki kualifikasi profesional yang diakui secara nasional serta relevan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Pengakuan resmi ini memberikan nilai tambah konkret bagi lulusan dalam menembus pasar kerja dan memperluas peluang karir.
Pelaksanaan asesmen mencakup tujuh skema sertifikasi utama, yakni Skema Okupasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (AK3), Skema Kualifikasi Level 3 Bidang Kewirausahaan Industri, Skema Okupasi Analis Kebijakan Publik, Skema Okupasi Anak Buah Kapal (ABK), Skema Okupasi Kebun Kelapa Sawit, Skema Sertifikasi Level 3 Bidang Pertanian Organik, serta Skema Sertifikasi Level 3 Bidang Pendamping UMKM.

Proses penilaian dijalankan sesuai pedoman ketat BNSP dengan melibatkan asesor kompetensi berlisensi resmi. Penilaian dilakukan melalui serangkaian mekanisme yang mencakup verifikasi portofolio, observasi, demonstrasi praktik, wawancara, hingga pembuktian kompetensi secara mendalam dan independen.
Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Kepala Bidang Sertifikasi LSP P1 UTU, Dr. Munandar, S.Kel., M.Sc., menjelaskan bahwa pola pelaksanaan secara bertahap selama satu bulan penuh dirancang guna mengoptimalkan proses penilaian pada setiap skema.
“Pelaksanaan sertifikasi secara bertahap memberikan ruang bagi asesor untuk melakukan proses asesmen secara komprehensif sesuai standar BNSP. Kami berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kompetensi terbaiknya sehingga memperoleh pengakuan kompetensi yang bermanfaat sebagai bekal memasuki dunia kerja,” ujar Munandar.

Standardisasi kualifikasi ini menjadi modal krusial bagi mahasiswa sebelum resmi melangkah ke ranah profesional. Ketua LSP P1 UTU, Dr. Uswatun Hasanah, S.Si., M.Si., CIRR., CIPA., menyampaikan bahwa bukti kualifikasi tertulis menjadi pembeda utama para pencari kerja di tengah ketatnya persaingan industri saat ini.
“Di era persaingan global, ijazah saja tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran. Dunia kerja membutuhkan lulusan yang mampu membuktikan kompetensinya sesuai standar nasional. Melalui sertifikasi kompetensi BNSP, Universitas Teuku Umar berupaya memastikan setiap lulusan memiliki keunggulan akademik sekaligus pengakuan kompetensi yang dapat meningkatkan daya saing di dunia kerja maupun dunia industri. Sertifikasi ini bukan hanya menjadi bukti kompetensi, tetapi juga menjadi bekal kepercayaan diri bagi lulusan untuk berkontribusi secara profesional di tengah masyarakat,” kata Uswatun.

Penguatan sertifikasi profesional ini juga selaras dengan arah kebijakan pengajaran berbasis luaran (outcome-based education) di lingkungan kampus. Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kesiapan lulusan di dunia kerja berbanding lurus dengan kepercayaan pihak industri terhadap institusi pendidikan.
“Universitas Teuku Umar berkomitmen menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan bangsa. Sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk memastikan lulusan UTU tidak hanya memiliki penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga kompetensi profesional yang diakui secara nasional. Ke depan, kami mendorong agar budaya kompetensi semakin mengakar di setiap program studi sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan karakter lulusan,” tutur Prof. Nyak Amir.
Ia menambahkan bahwa semakin banyak mahasiswa yang mengantongi lisensi kompetensi resmi, semakin tinggi tingkat serapan dan kepercayaan sektor industri terhadap lulusan yang dilahirkan oleh Universitas Teuku Umar. Peran LSP P1 UTU diharapkan terus menjadi penggerak utama dalam melahirkan sumber daya manusia yang adaptif, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional. [Humas UTU]
Laporan: Uswatun H. | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.




