Wujudkan SDGs Pendidikan, Dosen UTU Integrasikan Buku Anak dan Teknologi Virtual Reality

Meulaboh – UTU | Tim peneliti dari Universitas Teuku Umar (UTU) merancang terobosan baru dalam dunia pendidikan dengan mengintegrasikan teknologi Virtual Reality (VR) ke dalam pembelajaran literasi di sekolah dasar. Langkah inovatif ini diambil untuk mengubah metode belajar konvensional berbasis buku teks menjadi pengalaman yang lebih interaktif dan inklusif bagi anak-anak.

Inovasi tersebut sejalan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 yang berfokus pada perwujudan pendidikan berkualitas, setara, dan menjangkau semua kalangan tanpa terkecuali. Melalui teknologi VR, siswa tidak lagi hanya membaca teks sejarah yang panjang, melainkan dapat merasakan langsung alur peristiwa, memahami konteks, serta membangun kedekatan emosional dengan tokoh-tokoh yang mereka pelajari.

Riset skala nasional ini dipimpin oleh Firman Parlindungan, Ph.D., dengan melibatkan kolaborasi lintas kampus. Guna memastikan inovasi ini dapat diterapkan di berbagai kondisi pendidikan di Indonesia, uji coba dan pelaksanaan penelitian dilakukan di empat wilayah yang berbeda, meliputi Aceh, DKI Jakarta, Bandung, dan Lombok Tengah.

Fokus utama dari penelitian ini adalah mengatasi kesenjangan kualitas pendidikan yang selama ini tidak hanya dipicu oleh perbedaan fasilitas sekolah, tetapi juga oleh metode pengajaran yang belum adaptif terhadap kebutuhan murid. Kehadiran VR diharapkan menjadi solusi untuk menjembatani ketimpangan tersebut dengan menyediakan akses pengalaman belajar yang setara.

“Anak-anak memiliki cara belajar yang berbeda. Ketika materi disampaikan dengan pendekatan yang lebih visual dan imersif, mereka lebih mudah memahami dan terlibat,” jelas  Dr. Firman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/6).

Selain fokus pada teknologi, riset ini juga mengevaluasi narasi sejarah, khususnya mengenai pahlawan Aceh, yang selama ini dinilai sering kali terlalu kompleks, abstrak, dan kurang ramah anak. Hambatan belajar tersebut diatasi dengan mengemas ulang narasi sejarah ke dalam format VR yang lebih sederhana dan menarik, namun tetap menjaga keaslian nilai historisnya.

Proyek pengembangan ini mendapatkan dukungan pendanaan dari program BIMA melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Target akhir dari pendanaan ini adalah terciptanya prototipe VR yang aman, ramah anggaran, dan dapat digunakan secara massal di berbagai sekolah dasar.

Aspek biaya yang terjangkau menjadi prioritas utama tim peneliti agar teknologi ini tidak bersifat eksklusif bagi sekolah-sekolah besar di perkotaan saja. Sekolah di daerah dengan keterbatasan fasilitas juga dirancang untuk dapat mengadopsi teknologi ini, demi memenuhi prinsip utama Tujuan 4 SDGs yaitu memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan.

Program ini merupakan keberlanjutan dari peta jalan penelitian yang telah dijalankan oleh Pusat Riset Literasi dan Humaniora Digital UTU selama lima tahun terakhir dalam menyusun buku anak berbasis budaya lokal. Bekerja sama dengan mitra Penerbit Bestari, tim peneliti sebelumnya telah menerbitkan lima seri buku pahlawan Aceh sejak tahun 2023.

Pada tahap selanjutnya, inovasi VR ini akan diintegrasikan langsung ke dalam edisi revisi buku seri pahlawan tersebut yang dijadwalkan terbit pada tahun 2027. Penggabungan antara literasi cetak dan teknologi digital ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang jauh lebih kaya dan bermakna bagi generasi muda. [Humas UTU]

Laporan: Firman P. | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa

Related Posts

Leave a Reply