UTU-UB Kolaborasi Penelitian dan Kembangkan Mutu Genetik Ternak Lokal

Meulaboh – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) terus berupaya untuk meningkatkan kualitas sektor peternakan di wilayah Aceh sebagai implementasi pola ilmiah pokok kampus di bidang industry agro dan marina. Hal ini terwujud melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Brawijaya (UB). Langkah ini ditandai dengan kunjungan kerja jajaran pimpinan UTU ke Gedung Rektorat UB, Malang, pada Senin (20/4).

Rektor UTU, Prof. dr. Ishak, M.Si., memimpin langsung rombongan yang terdiri dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric.Ss., serta Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum , Zulfirman, S.E., M.Si. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Rektor UB, Prof. Widodo, yang didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Internasionalisasi, Prof. Andi Kurniawan.

Fokus utama dari pertemuan ini adalah menindaklanjuti kerja sama yang telah terjalin sebelumnya, khususnya pada bidang penelitian dan pengembangan mutu genetik ternak lokal. UTU melihat adanya urgensi besar untuk mengoptimalkan potensi peternakan di Aceh guna menjawab tantangan ekonomi dan ketahanan pangan di daerah tersebut.

Rektor UTU, Prof. Ishak, menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi UTU untuk menyerap pengalaman UB sebagai salah satu kampus dengan rekam jejak riset peternakan yang kuat. Ia menyoroti kondisi pasar di Aceh, di mana harga daging seringkali melampaui harga rata-rata di daerah lain, sehingga diperlukan intervensi akademis untuk membantu menyejahterakan masyarakat.

“Terimakasih atas sambutan baik dari UB atas kunjungan kami ini. Tujuan kunjungan kerja ini adalah untuk implementasi dari kerjasama yang pernah dilakukan. UB sudah tidak asing lagi bagi UTU. Pengalaman UB diharapkan dapat membantu peningkatan UTU di berbagai bidang, utamanya pada pengembangan bidang peternakan.” ujar Prof. Ishak Hasan.

Menurut Prof. Ishak Hasan, potensi peternakan di Aceh sangat besar. Biasanya harga daging di Aceh jauh lebih tinggi dibanding daerah lain. Banyak kebutuhan yang harus dipenuhi untuk kesejahteraan masyarakat di sana. UTU merasa peduli untuk berpartisipasi dan berperan untuk pemenuhan kebutuhan hasil peternakan tersebut. Semoga upaya UTU yang ingin berkolaborasi dengan UB dapat membawa manfaat bagi semua pihak.

Menanggapi hal tersebut, Rektor UB, Prof. Widodo, menyatakan kesiapan institusinya untuk mendukung penuh target-target pengembangan yang dicanangkan UTU. Ia menekankan bahwa riset peternakan modern saat ini tidak lagi sebatas pada hasil produksi pangan seperti daging dan susu, melainkan harus merambah ke ranah biomolekuler dan rekayasa genetika untuk mendapatkan bibit unggul yang lebih efisien dan berkualitas.

“UB mempunyai program riset, pengembangan unit bisnis hingga pengembangan SDM pendidikan. UB akan siap membantu dan berkolaborasi dengan UTU untuk pengembangan bidang peternakan, pemuliaan hewan ternak hingga rekayasa genetika untuk meningkatkan hasil ternak di Aceh pada khususnya,” kata Prof. Widodo.

Melalui sinergi ini, Universitas Teuku Umar diharapkan dapat menjadi motor penggerak inovasi peternakan di ujung barat Indonesia. Kerjasama ini juga mencakup pertukaran keahlian dalam pengelolaan unit bisnis universitas serta pengembangan sumber daya manusia agar UTU dapat tumbuh lebih cepat dalam memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.  [Humas UTU]

Laporan: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply