Meulaboh – UTU | Tim Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokoler Universitas Teuku Umar (UTU) menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Humas dan Protokoler Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026. Pertemuan berskala nasional yang berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (2–3 Mei 2026) ini digelar di Balai Serba Guna Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia.
UTU mengirimkan dua perwakilannya dalam forum tersebut, yaitu Ketua Tim Humas UTU, Yuhdi Fahrimal, S.I.Kom., M.I.Kom., serta Protokoler UTU, T. Raja Akbar, SH. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyelaraskan arah komunikasi publik di lingkungan perguruan tinggi serta menyebarluaskan program unggulan kementerian, termasuk sosialisasi Anugerah Humas dan Anugerah Protokol Diktisaintek Tahun 2026.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek), Prof. Fauzan dalam arahannya menjelaskan bahwa perguruan tinggi saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk menjawab persoalan di tengah masyarakat lewat riset dan inovasi. Di sinilah peran penting tim humas dan protokol untuk mengemas pencapaian tersebut agar bisa dipahami oleh masyarakat luas.
“Saat ini, Kemdiktisaintek sedang menerjemahkan peran pendidikan tinggi, tidak hanya sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pusat pendorong lahirnya kesejahteraan baru bagi masyarakat. Oleh karena itu, kampus sebagai problem solver akan melibatkan peran humas dan protokol yang sangat besar,” ujar Prof. Fauzan.
Fauzan juga mengingatkan pentingnya kesiapan humas dalam menghadapi krisis komunikasi pada era digital. Petugas humas di lingkungan kampus diharapkan mampu merespons setiap isu secara cepat, tepat, penuh empati, serta selalu menyandarkan informasi pada data demi menjaga nama baik institusi.

Dalam laporan pelaksanaannya, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Plt. Sesjen) Kemdiktisaintek, Prof. Badri Munir Sukoco, menyebutkan bahwa derasnya arus informasi di masa sekarang menuntut bidang kehumasan dan keprotokolan untuk bergerak dinamis.
“Arus informasi yang bergerak semakin cepat dan kompleks menuntut fungsi kehumasan dan keprotokolan untuk terus beradaptasi. Di lingkungan pendidikan tinggi, humas dan protokol memegang peranan penting bukan hanya dalam menyampaikan informasi, tetapi juga dalam mengelola komunikasi secara strategis untuk membangun kepercayaan masyarakat, menjaga reputasi institusi, serta memastikan berbagai kebijakan pemerintah dapat dipahami dengan baik dan diterima secara tepat oleh publik,” papar Badri.
Selaku tuan rumah, Pelaksana Harian (Plh.) Rektor Universitas Indonesia, Ahmad Gamal, menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi para pengelola humas dan protokol yang hadir. Ia menilai forum ini menjadi pengingat bagi seluruh institusi agar keberadaan kampus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh publik.
“Semangat yang hadir hari ini merupakan panggilan untuk memastikan seluruh kebijakan, pencapaian, dan kontribusi Bapak-Ibu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dilaksanakan secara kredibel dan tepat sasaran. Kami sampaikan penghargaan untuk humas dan protokol yang telah menjaga reputasi institusi masing-masing, dan lebih dari itu, menjaga reputasi pendidikan tinggi,” ungkap Ahmad Gamal.
Secara keseluruhan, acara ini mempertemukan sekitar 350 peserta yang merupakan perwakilan dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN), 17 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), serta unit kerja internal Kemdiktisaintek. Seluruh peserta mendapatkan pembekalan intensif mengenai komunikasi riset, manajemen komunikasi krisis, penguatan fungsi protokol, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung kinerja kehumasan. [Humas UTU]
Laporan: Yuhdi F. | Foto: Istimewa




