Meulaboh – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) mengambil langkah tegas dalam menjaga integritas pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026. Pihak kampus menyatakan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi segala bentuk kecurangan yang dapat merusak sportivitas seleksi mahasiswa baru.
Koordinator Pelaksana Pusat Tes UTBK UTU, Herri Darsan, ST., MT., menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai modus kecurangan yang sempat marak terjadi di sejumlah perguruan tinggi pada tahun-tahun sebelumnya. Praktik penggunaan jasa joki hingga pemanfaatan perangkat komunikasi digital ilegal menjadi fokus perhatian utama panitia tahun ini. Herri mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau dan mengumpulkan data terkait potensi pelanggaran agar pelaksanaan ujian di UTU berjalan bersih.
Sebagai bentuk nyata dari ketegasan tersebut, UTU menerapkan prosedur pemeriksaan yang sangat berlapis bagi seluruh peserta. Herri Darsan memaparkan bahwa setiap peserta wajib melewati verifikasi identitas yang ketat sebelum diperbolehkan masuk ke area ujian guna memastikan tidak ada peserta ilegal atau joki yang menyusup.
“Kami tidak main-main dengan keamanan tahun ini. Setiap peserta akan diperiksa menggunakan metal detector untuk memastikan tidak ada perangkat komunikasi tersembunyi, seperti earphone mini atau kamera yang dibawa ke dalam ruang ujian. Peserta hanya diizinkan membawa kartu ujian ke meja mereka, sementara barang-barang lainnya harus disimpan di tempat yang sudah kami sediakan. Kami juga sudah membekali para pengawas dan teknisi dengan pelatihan khusus agar mereka lebih peka terhadap berbagai modus kecurangan baru,” ujar Herri Darsan.

Selain pengawasan fisik, kesiapan sistem teknologi informasi juga menjadi prioritas. Koordinator TIK UTU, Dr. Murhaban, ST., M.Cs., menjamin bahwa infrastruktur digital yang digunakan telah diproteksi secara maksimal. Tim teknis melakukan audit menyeluruh terhadap setiap unit komputer sebelum ujian dimulai. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bersihnya perangkat dari aplikasi terlarang, seperti perangkat lunak pengendali jarak jauh (remote desktop) atau aplikasi pengganda layar yang sering digunakan untuk mencuri soal.
Di samping pengamanan sistem, tim keamanan internal juga disiagakan di setiap titik lokasi ujian untuk merespons secara cepat jika ditemukan indikasi pelanggaran di lapangan. Pihak universitas mengingatkan para peserta agar tidak mencoba-coba melakukan tindakan melanggar hukum. Jika ditemukan bukti kecurangan, UTU tidak segan untuk menyerahkan pelaku kepada pihak kepolisian guna diproses secara pidana sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. [Humas UTU]
Laporan: Yuhdi F. | Foto: Zul Eman.




