Meulaboh – UTU | Suasana pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Universitas Teuku Umar (UTU) pada Minggu (26/04/2026) tampak berbeda dari biasanya. Di tengah ratusan peserta yang memadati lokasi ujian sesi 11, hadir seorang pemuda bernama Teguh Kusuma yang menarik perhatian karena kegigihannya mengikuti tes meski memiliki keterbatasan penglihatan.
Pemuda berusia 19 tahun tersebut didiagnosa menyandang Ambliopia dengan kondisi low vision. Walaupun fungsi penglihatannya terbatas, Teguh terlihat tenang dan penuh konsentrasi saat mengerjakan soal-soal di layar komputer yang telah disiapkan oleh panitia di Pusat Tes UTBK-SNBT UTU.
Kehadiran peserta disabilitas ini telah diantisipasi dengan baik oleh pihak universitas. Sekretaris Pusat UTBK-SNBT UTU, Rinaldi Iswan, ST., M.Sc., menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan matang untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan hak yang sama dalam menempuh ujian.
“Kami di UTU selalu siap memfasilitasi calon mahasiswa yang mengikuti tes ujian komputer, terlepas dari keterbatasan kondisi fisik yang mereka miliki. Layanan dan sarana pendukung sudah kami siapkan agar semua peserta bisa menjalani ujian dengan nyaman dan lancar,” ujar Rinaldi.
Hal senada disampaikan oleh Koordinator Pelaksana UTBK-SNBT UTU, Herri Darsan, ST., MT. Menurutnya, koordinasi antara peserta dan panitia menjadi kunci kelancaran proses ujian bagi penyandang disabilitas. Ia menyebutkan bahwa Teguh telah melapor kepada panitia sehari sebelum jadwal ujian berlangsung untuk memastikan kebutuhan teknisnya terpenuhi.
“Di dalam sistem pendaftaran UTBK-SNBT sebenarnya sudah tersedia layanan khusus disabilitas. Calon peserta yang memiliki kebutuhan khusus wajib mencentang keterangan disabilitas saat mendaftar. Hal ini penting agar kami di UTU dapat mendeteksi sejak dini dan menyiapkan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Herri.

Meski mendapatkan fasilitas khusus sesuai kondisinya, standar operasional prosedur terkait integritas ujian tetap dijalankan secara ketat. Pihak universitas memastikan bahwa tidak ada perbedaan perlakuan dalam hal pengawasan keamanan dan kejujuran ujian.
Koordinator Monitoring dan Evaluasi (Monev), Dr. Irvan Subandar, SP., MP., menegaskan bahwa fungsi pengawasan tetap menjadi prioritas utama panitia untuk menjaga kualitas seleksi.
“Pengawasan tetap kami lakukan secara maksimal kepada setiap peserta UTBK-SNBT, tanpa terkecuali, termasuk bagi peserta yang menyandang disabilitas. Kami memastikan integritas ujian tetap terjaga namun dengan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan dan kenyamanan peserta,” tegas Irvan.
Pelaksanaan ujian pada sesi ini berjalan kondusif. Kehadiran Teguh Kusuma menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukan merupakan penghalang bagi generasi muda untuk mengejar bangku pendidikan tinggi melalui jalur seleksi nasional. [Humas UTU]
Laporan: Yuhdi F. | Foto: D. Robbyanto




