TERPALIN.ID, Startup Akuakultur UTU yang Mengubah Cara Budidaya Ikan Air Tawar Berbasis Teknologi

Meulaboh – UTU | Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tantangan sektor perikanan budidaya, inovasi teknologi menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan pembudidaya. Berangkat dari semangat tersebut,  TERPALIN.ID lahir. Bisnis rintisan (startup) bidang akuakultur binaan Universitas Teuku Umar (UTU) yang menghadirkan ekosistem budidaya ikan air tawar berbasis teknologi, edukasi, dan pendampingan masyarakat.

TERPALIN.ID dikembangkan oleh mahasiswa dan alumni Program Studi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU) karena dorongan untuk mencari solusi dan berkontribusi nyata untuk menjawab persoalan yang dihadapi pembudidaya ikan air tawar, terutama skala kecil dan menengah.

Dosen Program Studi Akuakultur FPIK UTU, Afrizal Hendri, S.Pi., M.Si., saat dijumpai Humas UTU menjelaskan sektor akuakultur memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan, namun masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari biaya produksi yang tinggi, keterbatasan pengetahuan teknis, hingga minimnya pemanfaatan teknologi.

“Pengembangan akuakultur saat ini tidak cukup hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Dibutuhkan inovasi yang mampu mendekatkan teknologi kepada masyarakat sehingga pembudidaya dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan usaha,” ujar Afrizal.

Menurutnya, kehadiran TERPALIN.ID menjadi salah satu bentuk hilirisasi inovasi kampus yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

“Yang menarik dari TERPALIN.ID bukan hanya aktivitas budidayanya, tetapi bagaimana mereka membangun ekosistem. Ada aspek produksi, edukasi, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi digital yang menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor perikanan modern,” tambahnya.

Membangun Ekosistem Budidaya Ikan Berbasis Teknologi

Founder dan CEO TERPALIN.ID, Aris Yusdi, mengatakan bahwa startup ini hadir untuk membantu pembudidaya agar mampu menjalankan usaha ikan air tawar secara lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

“TERPALIN.ID bukan hanya menyediakan produk budidaya, tetapi kami ingin menjadi mitra bagi pembudidaya. Kami mendampingi mulai dari persiapan usaha, pemilihan teknologi, proses pemeliharaan, hingga strategi pengembangan usaha,” jelas Aris.

Berbagai layanan yang dikembangkan TERPALIN.ID meliputi produksi dan distribusi benih ikan air tawar, konsultasi budidaya, pemasangan kolam terpal dan sistem bioflok, pendampingan teknis, pelatihan masyarakat, serta pengembangan teknologi pendukung budidaya.

Dalam bidang produksi, TERPALIN.ID telah menghasilkan berbagai produk unggulan seperti benih ikan nila, benih ikan lele, benih lobster air tawar, benih ikan seurukan, hingga ikan hias air tawar seperti molly, guppy, dan cupang.

Selain menyediakan benih, TERPALIN.ID juga memproduksi ikan konsumsi hasil budidaya seperti ikan nila dan ikan lele, serta menyediakan layanan pemasangan kolam terpal dan sistem bioflok bagi masyarakat yang ingin memulai usaha budidaya.

TERPALIN SmartFarm: Digitalisasi Budidaya Ikan Air Tawar

Salah satu inovasi utama yang sedang dikembangkan adalah TERPALIN SmartFarm, sebuah platform digital yang dirancang untuk membantu pembudidaya mengelola usaha secara lebih terstruktur dan berbasis data.

Aris menjelaskan bahwa pengembangan platform tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan langsung pembudidaya melalui survei dan pendampingan lapangan.

“Banyak pembudidaya memiliki pengalaman teknis, tetapi masih menghadapi kendala dalam pencatatan, pengelolaan biaya, perencanaan pakan, hingga akses pasar. TERPALIN SmartFarm dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut,” katanya.

Platform ini nantinya akan memiliki sejumlah fitur seperti monitoring budidaya, pencatatan aktivitas harian, kalkulator kebutuhan pakan, pencatatan keuangan usaha, informasi harga pasar ikan, konsultasi budidaya, hingga marketplace yang mempertemukan pembudidaya dengan konsumen dan penyedia sarana produksi.

Melalui digitalisasi tersebut, TERPALIN.ID berharap pembudidaya dapat mengambil keputusan berdasarkan data sehingga risiko kegagalan produksi dapat diminimalkan.

Dari Kampus untuk Masyarakat

Sebagai startup yang tumbuh dari lingkungan akademik, TERPALIN.ID juga aktif menjalankan kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Hingga saat ini, TERPALIN.ID telah menerima lebih dari 100 kunjungan edukatif dan konsultatif dari mahasiswa, dosen, pelajar, pembudidaya, serta masyarakat umum.

Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai teknologi budidaya ikan air tawar sekaligus membangun jejaring kolaborasi dalam pengembangan sektor akuakultur.

Afrizal Hendri menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dan alumni dalam pengembangan startup berbasis inovasi menjadi contoh penting bagaimana perguruan tinggi dapat berperan sebagai pusat penciptaan solusi.

“Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga harus mampu menciptakan inovasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. TERPALIN.ID menunjukkan bahwa ilmu akuakultur dapat dikembangkan menjadi solusi ekonomi dan sosial,” ungkapnya.

Komitmen dan kerja keras dalam membangun bisnis berdampak sosial ini bahkan telah mengantarkan TERPALIN.ID meraih prestasi di tingkat nasional, dengan menyabet Juara 3 pada ajang UMi Youthpreneur 2025 yang diselenggarakan di Jakarta. Ke depan, TERPALIN.ID menargetkan penguatan ekosistem budidaya ikan air tawar melalui integrasi teknologi, peningkatan kapasitas pembudidaya, dan perluasan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Bagi Aris, tujuan utama TERPALIN.ID bukan sekadar menjadi bisnis budidaya ikan, tetapi membangun gerakan transformasi sektor perikanan. Melalui perpaduan inovasi teknologi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, TERPALIN.ID menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kampus dan masyarakat mampu melahirkan solusi nyata bagi masa depan perikanan Indonesia.

“Kami ingin menghadirkan budidaya ikan yang lebih cerdas, mudah diakses, dan berkelanjutan. Harapannya, teknologi yang kami kembangkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan pembudidaya dan mendukung ketahanan pangan Indonesia,” tutupnya [Humas UTU]

Laporan: Yuhdi F. | Foto: Istimewa

Related Posts

Leave a Reply