Jakarta – UTU | Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd., resmi memulai kepemimpinannya sebagai Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) masa bakti 2026-2030. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto di Graha Diktisaintek Lantai 2, Gedung Kementerian Diktisaintek, Jakarta, pada Selasa (30/6/2026).
Acara yang semula dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 WIB sempat digeser menjadi pukul 09.30 WIB karena adanya agenda mendesak dari Menteri Diktisaintek. Kendati mengalami perubahan jadwal, seluruh rangkaian prosesi pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara tetap berjalan dengan khidmat.
Prof. Nyak Amir merupakan Guru Besar Universitas Syiah Kuala yang sebelumnya mengemban tugas sebagai Wakil Rektor bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UTU periode 2022-2026. Pelantikan ini dirancang sebagai momentum bagi UTU untuk mempercepat pencapaian target menjadi kampus berstandar internasional yang memberikan dampak nyata.
Dalam upacara tersebut, Prof. Nyak Amir dilantik bersama dengan beberapa pemimpin perguruan tinggi lain seperti Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Direktur Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar), Kepala Sekretariat Badan Industri Mineral (BIM). Selain itu turut dilantik sejumlah kepala biro perguruan tinggi, pejabat fungsional, serta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kemdiktisaintek.

Menteri Diktisaintek, Prof. Brian Yuliarto, dalam amanatnya menekankan pentingnya esensi kepemimpinan di era perubahan global yang serba cepat, termasuk tantangan kecerdasan artifisial, teknologi material, energi, dan pergeseran geopolitik. Menurutnya, keunggulan bangsa kini bertumpu pada kualitas sumber daya manusia, riset, dan inovasi.
“Pada kesempatan yang baik ini, kami mengucapkan selamat kepada para pimpinan perguruan tinggi negeri yang baru saja dilantik. Pelantikan hari ini adalah peneguhan amanah bahwa untuk memimpin, menggerakkan perubahan, dan menghadirkan manfaat kepada masyarakat. Jabatan bukanlah posisi yang kita capai, melainkan tanggung jawab yang kita tunaikan dan dampak yang kita hadirkan,” ujar Prof. Brian Yuliarto.
Lebih lanjut, Menteri meminta para pimpinan perguruan tinggi untuk mengarahkan institusinya agar berani bertransformasi demi kepentingan nasional.
“Kepada pemimpin perguruan tinggi negeri, perkuatlah sinergi dengan dunia industri, pemerintah, dan masyarakat. Selaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia nyata, dan arahkan riset untuk mendukung prioritas pembangunan nasional. Jadikan kampus inklusif, adaptif, dan berdampak yang berani berubah dari teaching university menuju research university hingga menjadi entrepreneur university dengan fokus pada dampak yang kita hadirkan bagi masyarakat,” tambahnya.

Pada momen tersebut, Menteri Diktisaintek juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor UTU demisioner. “Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., Rektor UTU periode 2022-2026 atas seluruh dedikasi dan pengabdian yang sangat bermanfaat bagi kemajuan Universitas Teuku Umar,” kata Prof. Brian.
Dalam keteranngannya usai pelantikan, Prof. Nyak Amir menyatakan siap mengemban amanah dan bekerja sama dengan seluruh sivitas akademika untuk membawa UTU menjadi kampus yang sejalan dengan arah pembangunan pemerintah. Ia merencanakan program transformasi yang menyentuh aspek akademik berbasis mutu, tata kelola profesional menuju status Badan Layanan Umum (BLU), serta akselerasi program internasionalisasi.
Di sisi lain, Rektor UTU demisioner, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., menitipkan masa depan kampus kepada suksesornya. Ia berharap seluruh jajaran internal UTU mempertahankan kekompakan dan etos kerja tinggi guna memajukan institusi di masa depan.
Agenda pelantikan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan UTU, Ketua beserta anggota Senat UTU, serta mantan Rektor UTU terdahulu, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE., MBA. [Humas UTU]
Laporan: Yuhdi F. | Foto: Istimewa




