Mahasiswa KKN Universitas Teuku Umar Siap Mutakhirkan Data DTSEN Untuk Dukung Pembangunan Aceh Barat

Meulaboh – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) resmi membuka kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan XXVI Tahun Akademik 2026/2027 di kampus setempat pada Rabu, 15 Juli 2026. Melalui program ini, para mahasiswa dipersiapkan untuk turun langsung ke masyarakat guna mendukung pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berbasis data, akurat, dan berkelanjutan.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada 15–16 Juli 2026 ini mengusung tema “Kampus Berdampak untuk Aceh Barat Maju: Kolaborasi Mahasiswa KKN UTU dalam Pemutakhiran Data DTSEN Menuju Pembangunan yang Tepat Sasaran dan Berkelanjutan”. Agenda pembekalan ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., beserta segenap jajaran pimpinan universitas.

Hadir pula memberikan dukungan dari jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, yaitu Wistha Nowar, S.Pt., M.Si., selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Barat yang mewakili Penjabat Bupati Aceh Barat. Acara ini juga diikuti oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Meulaboh, Fachri Idris, tim teknis dari Dinas Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Barat, para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta 76 operator gampong yang akan mendampingi dan berkolaborasi erat dengan mahasiswa selama masa pengabdian di lapangan.

Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., mengutarakan pentingnya program KKN sebagai bagian dari perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dirancang untuk menyalurkan dampak kemanfaatan riil bagi dinamika pembangunan di tingkat daerah. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi katalisator dalam penyediaan instrumen data yang kredibel.

“Aktivitas KKN ini bukan sekadar proses belajar di luar ruang kuliah bagi para mahasiswa, melainkan bentuk kontribusi langsung dalam menyokong agenda taktis pemerintah. Keikutsertaan mahasiswa dalam verifikasi dan validasi data sosial ekonomi ini diharapkan melahirkan basis data yang bersih, presisi, dan objektif sebagai rujukan pengambilan kebijakan penting pemerintah daerah,” ujar Prof. Nyak Amir.

Apresiasi senada dikemukakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Barat, Wistha Nowar, S.Pt., M.Si. Mewakili Bupati, pihaknya memandang keterlibatan civitas akademika UTU sebagai langkah strategis dalam membenahi keakuratan penyaluran program jaring pengaman sosial di wilayah kerja Kabupaten Aceh Barat.

“Langkah kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam menyempurnakan keakuratan data DTSEN gampong. Melalui kehadiran para mahasiswa, kami optimis proses pemutakhiran data berjalan lebih cepat dan objektif, sehingga distribusi program pembangunan dan penyaluran bantuan sosial ke depan benar-benar tepat sasaran dan berkeadilan bagi warga yang membutuhkan,” kata Wistha Nowar, S.Pt., M.Si.

Guna membekali kompetensi mahasiswa sebelum dilepas ke lokasi pengabdian, panitia pelaksana menyelenggarakan serangkaian kelas intensif selama dua hari dengan menghadirkan narasumber otoritatif dari dinas terkait. Seluruh materi diarahkan pada pembekalan teknis dan tata kelola di lapangan, yang mencakup evaluasi pelaksanaan pembangunan gampong, pembekalan pengoperasian aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), tata kelola pemutakhiran data sosial ekonomi nasional, sosialisasi metode pemutakhiran DTSEN, hingga pengenalan perlindungan jaminan sosial melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Para peserta KKN Reguler Angkatan XXVI ini nantinya akan tersebar dan melaksanakan tugas pengabdian di tiga wilayah kecamatan utama di Kabupaten Aceh Barat, yakni Kecamatan Bubon, Kecamatan Samatiga, dan Kecamatan Arongan Lambalek. Sinergi yang terpadu dari mahasiswa, aparatur gampong, pendamping, serta instansi daerah diharapkan mampu menelurkan dampak nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat gampong sekaligus mengakselerasi tata kelola pemerintahan berbasis data yang andal. 

Peserta KKN Mendapatkan Jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan

Dalam pelaksanaan KKN kali ini, jaminan keselamatan mahasiswa menjadi perhatian prioritas pihak universitas. Sebanyak 613 mahasiswa UTU yang akan dikirim ke lapangan dipastikan telah mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara resmi. Perlindungan ini merupakan wujud kerja sama nyata antara BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Teuku Umar untuk memberikan rasa aman penuh kepada mahasiswa selama menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Meulaboh, Fachri Idris, menjelaskan bahwa mahasiswa KKN akan dihadapkan pada mobilitas dan ragam aktivitas lapangan yang memiliki potensi risiko kerja. Melalui langkah pendaftaran ini, seluruh mahasiswa tersebut dilindungi dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

“Mahasiswa KKN akan melaksanakan berbagai aktivitas di lapangan yang memiliki potensi risiko. Melalui perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, mereka diharapkan dapat menjalankan pengabdian kepada masyarakat dengan lebih aman, nyaman, dan optimal. Program JKK memberikan perlindungan atas risiko kecelakaan yang terjadi selama mahasiswa menjalankan kegiatan KKN, termasuk dalam perjalanan menuju dan kembali dari lokasi kegiatan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Fachri Idris.

Skema perlindungan ini diharapkan dapat mengeliminasi kecemasan dari diri mahasiswa, perguruan tinggi, maupun pihak keluarga. Fachri Idris menambahkan bahwa penyediaan jaminan sosial tersebut ditujukan agar fokus pengabdian para mahasiswa tidak terdistraksi oleh kekhawatiran terhadap risiko yang mungkin terjadi.

“Kami berharap seluruh mahasiswa dapat melaksanakan KKN tanpa rasa khawatir terhadap risiko yang mungkin terjadi. Perlindungan ini juga memberikan rasa tenang bagi orang tua dan pihak universitas selama kegiatan berlangsung,” tambah Fachri Idris. [Humas UTU]

Laporan: Fitriadi | Editor: Yuhdi | Foto: Eman

Related Posts

Leave a Reply