Jurusan Perikanan UTU Bedah Ulang VMTS Sambut Akreditasi Internasional

Meulaboh – UTU | Ruang diskusi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU), Alue Peunyareng, tampak riuh oleh adu gagasan sejak Senin (24/8/2026) pagi. Pimpinan fakultas, pakar mancanegara, pejabat pemerintah daerah, hingga para alumni duduk bersama membedah Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) Program Studi S1 Perikanan dan S2 Magister Ilmu Perikanan.

Peninjauan mendasar ini difokuskan pada penyelarasan kualifikasi lulusan dengan standar industri perikanan global serta penyiapan akreditasi internasional. Lewat pembaharuan ini, mahasiswa S1 dan S2 Perikanan UTU diproyeksikan meraih kompetensi teknis yang diakui lembaga akreditasi luar negeri, sehingga dapat langsung terserap di pasar kerja lintas negara.

Wakil Dekan I FPIK UTU, Dr. Muhammad Rizal, S.Pi., M.Si., membuka forum evaluasi tersebut. Pembahasan teknis kemudian dipimpin oleh Ketua Jurusan Perikanan sekaligus Plt. Koordinator Program Studi Magister Ilmu Perikanan Dr. Munandar, S.Kel., M.Si., bersama Koordinator Program Studi Perikanan Ikhsanul Khairi, S.Pi., M.Si., serta tim penyusun draft lima tahunan.

Dua pakar akademis dihadirkan untuk menguji bobot kurikulum. Dr. Norhafiz Hanafi Ahmad Shah dari Universiti Sains Malaysia (USM) memaparkan parameter penjaminan mutu mutu internasional, sementara Dr. Ir. Dewi Yunita, S.TP., M.Res., IPM., ASEAN Eng. dari Universitas Syiah Kuala (USK) menelaah relevansi keilmuan dengan kebutuhan pemangku kepentingan.

Masukan lapangan mengalir dari perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, Dinas Kelautan Perikanan dan Pangan Kabupaten Nagan Raya, serta Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo. Praktisi pemerintah menyuarakan mendesaknya kebutuhan tenaga ahli di bidang pengawasan dan tata kelola pesisir berkelanjutan. Pengalaman alumni yang telah bekerja di berbagai sektor turut dijadikan bahan refleksi.

Pembedahan rumusan dilakukan secara terstruktur melalui Focus Group Discussion (FGD). Peserta memetakan kaitan VMTS dengan profil lulusan, pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, tata kelola internal, hingga skema pertukaran mahasiswa antarnegara. Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) diterapkan untuk memetakan kekuatan internal sekaligus mengantisipasi dinamika industri maritim.

“Masukan dari narasumber, lembaga terkait, dan alumni kami gunakan sebagai bahan untuk menyempurnakan VMTS agar semakin relevan, terukur, dan mendukung pencapaian standar internasional,” kata Dr. Munandar di sela-sela kegiatan.

Dokumen akhir dari revisi VMTS ini akan dijadikan rujukan operasional dalam pembaruan modul pembelajaran, peningkatan publikasi ilmiah, serta perluasan jejaring riset internasional FPIK UTU. [Humas UTU]

Laporan: Humas UTU | Foto: Istimewa

Related Posts

Leave a Reply