Lombok – UTU | Gagasan kritis mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Teuku Umar (UTU) dalam merespons persoalan lingkungan hidup membuahkan hasil di tingkat nasional. Tiga mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat UTU membawa pulang Medali Perunggu (Bronze Medal) dari ajang Festival Essay Siswa, Mahasiswa, dan Akademisi (FESMA) Lombok 2026 yang digelar di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 26–28 September 2026.
Ketiga mahasiswa yang mengukir prestasi tersebut adalah Sefti Anna Dalipa Siregar, Syifa Ajjahro Parinduri, dan Aizzil Raissa Djamalillail. Bertarung di kategori essay lingkungan, mereka menyusun karya ilmiah yang menawarkan sudut pandang kesehatan masyarakat dalam membedah dampak perubahan serta kerusakan lingkungan.
Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat FIK UTU, Maiza Duana, S.K.M., M.Kes., menyampaikan bahwa pencapaian ini memberikan dampak langsung bagi penajaman nalar kritis mahasiswa. Lewat ajang tersebut, para mahasiswa berlatih mengolah isu lingkungan dari wacana menjadi analisis ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Prestasi ini menjadi bagian penting dalam proses penjenjangan kemampuan akademik mahasiswa. Kami berharap keberhasilan ini menumbuhkan keberanian bagi mahasiswa Kesehatan Masyarakat lainnya untuk aktif menyuarakan gagasan berbasis data dan persoalan di lapangan,” kata Maiza.
Kompetisi FESMA Lombok 2026 diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Universitas Mataram. Ajang skala nasional ini diikuti oleh 310 peserta yang terbagi ke dalam 105 tim dari berbagai perguruan tinggi dan instansi di Indonesia.
Sesi penyerahan penghargaan berlangsung di aula gedung Universitas Mataram. Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FAPERTA) Universitas Mataram bersama Project Director Sentosa Foundation menyerahkan langsung medali dan piagam penghargaan kepada ketiga mahasiswa UTU di atas panggung.
Hasil ini memperpanjang deretan prestasi mahasiswa FIK UTU pada ajang ilmiah nasional, sekaligus membuktikan bahwa karya tulis berorientasi solusi lingkungan dari kampus yang berbasis di Aceh Barat mampu bersaing di tingkat nasional. [Humas UTU]
Laporan: Iksan | Editor: YFH | Foto: Istimewa




