LPMPP UTU Selenggarakan Workshop Redesain Kurikulum Berbasis Industri Agro-Marine

Meulaboh – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) merombak tata kelola pembelajaran menuju standar Outcome-Based Education (OBE) dan mengarahkan penilaian mahasiswa pada pemecahan masalah riil berbasis portofolio di lapangan. Kebijakan ini diterapkan untuk menyiapkan lulusan yang sesuai kebutuhan dunia kerja sekaligus mempercepat kesiapan program studi meraih akreditasi internasional.

Penerapan arah baru pembelajaran tersebut dibahas dalam Workshop Rekonstruksi Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran, Asesmen Autentik, dan Kesiapan Akreditasi Internasional di Kampus UTU, Meulaboh, Rabu (7/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Kurikulum dan OBE, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UTU.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik da Kerja Sama, Dr. Ir. Aman Yaman, M.Agric.Sc., yang hadir mewakili Rektor. Forum tersebut dihadiri jajaran dekanat, ketua jurusan, koordinator program studi, tim pengembang kurikulum fakultas, serta Gugus Kendali Mutu (GKM). Para peserta mengikuti sesi pendampingan sembari memeriksa draf dokumen kurikulum dari tiap fakultas.

Dalam arahannya, Dr. Aman Yaman menyampaikan bahwa rekonstruksi kurikulum dilakukan bukan sebagai penataan dokumen rutin lima tahunan, melainkan untuk menjawab kebutuhan industri dan kesiapan kerja lulusan.

“Pimpinan universitas berkomitmen penuh mendorong transformasi kurikulum berbasis capaian riil. Kita tidak ingin lulusan kita sekadar mengantongi ijazah tanpa kompetensi teruji.” kata Dr. Aman Yaman.

Dr. Aman menjelaskan desain kurikulum harus adaptif dan responsif terhadap kebutuhan agro-marine industry kekhasan UTU.

“Kurikulum itu harus menerapkan asesmen autentik yang terukur. Langkah inilah yang menjadi tiket emas kita menuju akreditasi internasional.” terangnya.

Perubahan kurikulum ini berdampak langsung pada mekanisme evaluasi belajar mahasiswa. Kepala Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPMPP) UTU, Prof. Dr. Iskandar AS., M.App. Ling., menjelaskan bahwa penjaminan mutu kini berfokus pada bukti kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan praktis.

“Kurikulum bukan sekadar daftar mata kuliah. Kita perlu mengalihkan perhatian kita ke asesmen autentik agar dapat mengukur kemampuan mahasiswa menyelesaikan masalah riil, bukan sekadar mampu menjawab soal dengan metode hafalan.” ujar Prof. Iskandar.

Menurut Porf. Iskandar, LPMPP siap mendampingi program studi menata siklus perbaikan berkelanjutan agar selaras dengan kriteria akreditasi internasional.

Untuk penyusunan teknis di tingkat program studi, LPMPP UTU mengundang dua pakar kurikulum dan penjaminan mutu dari Universitas Syiah Kuala (USK), yaitu Dr. Sofia, S.Si., M.Sc. dan Ir. Amsir, S.Si., M.Sc.

Kedua narasumber memandu peserta menyusun matriks Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), merancang teknik asesmen autentik, serta memenuhi kriteria lembaga akreditasi internasional. Pendampingan ini juga dibantu oleh Kepala Pusat Kurikulum dan OBE LPMPP UTU, Ir. Inseun Yuri Salena, B.Sc., M.Sc., IPM.

Melalui pendampingan ini, seluruh program studi di UTU ditargetkan segera menyelesaikan dokumen kurikulum baru yang siap diterapkan untuk meningkatkan kualitas lulusan serta mempercepat pencapaian akreditasi internasional. [Humas UTU]

Laporan: Boy| Editor: YFH | Foto: Istimewa

Related Posts

Leave a Reply