Drone Amfibi Hydra Rescue Karya Mahasiswa UTU Tembus Final KRTI 2026 di IKN

Meulaboh – UTU | Tim Divisi Technology Development (TD) dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotik Universitas Teuku Umar (UTU) resmi melangkah ke tingkat nasional pada Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026. Keberhasilan lolos seleksi tahap wilayah ini dipastikan setelah wahana udara nir-awak ciptaan mereka, Hydra Rescue Drone, memenuhi seluruh kriteria operasional serta penilaian kualifikasi teknis yang disyaratkan oleh tim juri nasional.

Ajang final perguruan tinggi bergengsi yang memuat inovasi teknologi dirgantara tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Di sana, kontingen asal Meulaboh, Aceh Barat ini bakal menguji keandalan teknologi mereka langsung bersama jajaran finalis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Didesain khusus untuk menjawab persoalan keselamatan di kawasan pesisir dan laut, Hydra Rescue Drone hadir sebagai pesawat udara nirawak (UAV) amfibi otonom yang difungsikan sebagai penanggap pertama (first responder) saat terjadi insiden darurat di perairan. Kehadiran teknologi ini difokuskan untuk memangkas waktu tanggap serta menjangkau lokasi-lokasi kritis yang sulit ditembus oleh perahu evakuasi konvensional atau regu penyelamat darat.

Secara teknis, inovasi berbasis kemanusiaan tersebut mengintegrasikan empat sistem utama: rancangan UAV amfibi mode ganda yang mampu lepas landas serta mendarat di permukaan air maupun darat, sistem deteksi visual untuk melacak keberadaan korban secara presisi, unit penyelamatan multifungsi pengangkut muatan bantuan, serta sistem evakuasi berpenggerak water-jet untuk manuver cepat di atas gelombang.

“Lolos ke tingkat nasional adalah hasil kerja keras seluruh tim. Mereka telah melalui berbagai tahapan mulai dari konseptualisasi dan perancangan wahana hingga perakitan komponen dan pengujian. Berbagai hambatan yang ditemui di sepanjang proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran saat mereka terus menyempurnakan Hydra Rescue Drone,” ujar Syahrul Fathi, S.T., M.T., salah satu dosen pembimbing tim.

Syahrul menambahkan, pengembangan wahana ini diarahkan agar gagasan teknik mahasiswa dapat berpijak pada penyelesaian masalah nyata di lapangan, utamanya dalam mendukung efisiensi operasi SAR dan tanggap darurat di perairan.

Proses panjang di bengkel kerja laboratorium hingga uji coba terbang di lepas pantai kawasan Meulaboh memberikan tantangan tersendiri bagi para anggota tim. Perwakilan tim mahasiswa, Muhammad Alfadil, menuturkan bahwa dinamika selama fase perakitan dan pengujian membentuk kesiapan mental seluruh personel.

“Perjalanan sampai pada tahap ini tidak mudah. Kami mengerjakannya bersama-sama dan saling membantu ketika menghadapi kendala, baik dalam perancangan, perakitan maupun pengujian wahana. Lolos ke tingkat nasional menjadi motivasi bagi kami untuk mempersiapkan Hydra Rescue Drone dengan lebih baik lagi,” ungkap Alfadil.

Tim Divisi TD UKM Robotik UTU yang memperkuat kontingen ini beranggotakan sembilan mahasiswa, yakni Muhammad Alfadil, Gading Marlon Simanungkalit, Ahmad Nopal Firdaus, Haikal Alfitrah, Muhammad Dafa, Permata Bahgia, Rio Aminkan Tarigan, Andika Saputra, dan Balqis Mulyana. Langkah mereka didampingi oleh tim dosen pembimbing yang terdiri atas Ir. Maidi Saputra, S.T., M.T., T. Raden Triolan Wijaya, serta Syahrul Fathi, S.T., M.T.

Menjelang pembukaan KRTI 2026 di IKN, seluruh anggota tim terus mematangkan algoritma otonom dan ketahanan struktur wahana. Dukungan moral dari civitas akademika Universitas Teuku Umar dan warga Aceh Barat menjadi dorongan penting bagi kontingen ini dalam menargetkan capaian terbaik di tingkat nasional. [Humas UTU]

Laporan: Humas UTU | Foto: Istimewa

Related Posts

Leave a Reply