Meulaboh – UTU | Sebanyak 45 dosen dari berbagai program studi di Universitas Teuku Umar (UTU) mengikuti pelatihan intensif penulisan naskah ilmiah yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) di kampus setempat. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni, 8 hingga 9 Juli 2026, ditargetkan langsung untuk melahirkan luaran publikasi ilmiah baru yang siap menembus indeksasi jurnal nasional maupun internasional bereputasi, sekaligus membawa dampak pada pemenuhan indikator kinerja utama perguruan tinggi.
Pelatihan ini menghadirkan dua pakar publikasi ilmiah sebagai narasumber, yaitu Prof. Eko Purnama, S.IP., M.Si., M.Res., Ph.D. serta Prof. Ir. Ubadillah, S.T., M.Sc., Ph.D. yang juga merupakan Associate Professor dalam bidang Teknik Mesin dari Universitas Sebelas Maret, Jawa Tengah. Selama kegiatan berlangsung, kedua pemateri melakukan bedah naskah secara langsung, memberikan strategi penyusunan struktur artikel yang kokoh, teknik pemilihan penerbit yang tepat, hingga metode taktis dalam menghadapi proses penelaahan sejawat oleh penyunting jurnal.

Ketua LPPM Universitas Teuku Umar, Ir. Yuliatul Muslimah, M.Si., yang hadir membuka acara mewakili Rektor UTU menyatakan bahwa peningkatan mutu artikel ilmiah dosen secara mutlak akan mendongkrak daya saing institusi di level nasional maupun global. Menurutnya, publikasi yang berkualitas bukan sekadar capaian angka, melainkan cerminan dari kontribusi nyata civitas akademika dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang diakui secara luas.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Pusat Jurnal dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) UTU, Dr. Ikhsan, memaparkan bahwa forum ini sengaja dirancang dalam bentuk pendampingan interaktif berskala intensif. Skema pelatihan tatap muka ini memastikan setiap dosen mendapatkan evaluasi spesifik atas draf artikel yang mereka bawa, sehingga setelah pelatihan berakhir, jumlah artikel ilmiah dosen UTU yang berhasil lolos dan diterbitkan di jurnal bereputasi dapat meningkat secara signifikan.

Dalam sesi pemaparan materi, Prof. Ir. Ubadillah, S.T., M.Sc., Ph.D. menitikberatkan pentingnya ketahanan mental peneliti saat menghadapi penolakan dari pengelola jurnal ilmiah. Beliau memberikan motivasi psikologis sekaligus teknis agar para peserta tidak mudah menyerah di tengah proses revisi naskah yang ketat.
“Jangan patah arang, ditolak bukan akhir cerita. Ketika sebuah artikel ditolak, reviewer tidak menolak Anda, mereka hanya menolak versi naskah yang dikirim pada hari itu. Artinya, setiap penolakan adalah kesempatan untuk belajar memperbaiki dan meningkatkan kualitas karya ilmiah,” ujar Prof. Ubadillah.
Prof. Ubadillah menambahkan, setiap catatan, kritik, dan masukan dari mitra bestari harus diperlakukan secara objektif sebagai bahan evaluasi komprehensif. Dosen penulis diharapkan segera merombak naskah dengan melakukan penyempurnaan pada aspek metodologi, ketajaman analisis data, hingga estetika penyajian hasil penelitian sebelum mengirimkan kembali artikel tersebut ke jurnal target yang paling sesuai.

Pelaksanaan coaching yang dipandu oleh Sekretaris LPPM UTU, Herri Darsan, S.T., M.T., selaku moderator berjalan dinamis dengan diskusi dua arah yang interaktif. Tingginya antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pembahasan kasus naskah, tanya jawab mengenai penyelesaian kelemahan data penelitian, hingga strategi merespons komentar kritis reviewer, yang seluruhnya diarahkan agar iklim riset dan publikasi ilmiah di Universitas Teuku Umar memberikan dampak akademik yang nyata. [Humas UTU]
Laporan: Ahmad F. | Editor: Yuhdi F. | Foto: Eman/Robby.




