Meulaboh – UTU | Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar (UTU), Muhammad Reza Aulia, S.Pt., M.Si., berhasil mencatatkan capaian akademik setelah menempati posisi pertama dalam daftar Top 5 Akademisi dengan SINTA Score 3Yr Tertinggi di Provinsi Aceh. Pemeringkatan tersebut dirilis secara resmi oleh SINTA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Berdasarkan data infografis yang dirilis akun Sahabat Kito pada rubrik “Seputar Kampus” per tanggal 8 Juli 2026, Muhammad Reza Aulia berada di posisi teratas dengan raihan SINTA Score 3Yr sebesar 1.769. Indikator ini selaras dengan data resmi pada laman afiliasi Universitas Teuku Umar yang menempatkan dirinya di urutan pertama, dengan rincian SINTA Score 3Yr sebesar 1.769 dan SINTA Score Overall mencapai 2.980.
Dalam pemeringkatan tersebut, akademisi dari kampus yang terletak di wilayah barat selatan Aceh ini berhasil mengungguli sejumlah profesor dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi besar di Provinsi Aceh. Posisi lima besar secara berurutan ditempati oleh Muhammad Reza Aulia dari UTU (1.769), disusul Prof. Dr. Rinaldi Idroes, S.Si., M.Si. dari Universitas Syiah Kuala (1.619), Dr. Agus Arip Munawar, S.TP., M.Sc. dari Universitas Syiah Kuala (1.326), Dr. Melinda, S.T., M.Sc. dari Universitas Syiah Kuala (1.307), dan Dr. Adi Bejo Suwardi, S.Si., M.Si. dari Universitas Samudra (1.255).

Pencapaian ini merefleksikan lompatan produktivitas riset yang berdampak langsung pada penguatan ekosistem publikasi ilmiah, sekaligus membuktikan bahwa kualitas luaran akademisi UTU mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. Berdasarkan profil resminya, Muhammad Reza Aulia yang menekuni bidang keahlian Entrepreneurship, Human Development, dan Agribusiness Management ini memiliki rekam jejak riset yang kuat dengan Scopus H-Index 4 dan Google Scholar H-Index 29.
Secara akumulatif, riset-riset yang dipublikasikannya berfokus pada sektor strategis daerah, meliputi pengembangan UMKM, transformasi digital, ekonomi kopi, sistem bisnis kelapa sawit, kemitraan, serta pemberdayaan masyarakat. Saat ini, selain aktif mengajar, ia juga mengemban amanah sebagai Kepala Human Development and Entrepreneurship Center UTU, pendiri Infinite Scholars Academy, dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Departemen Agribisnis UTU.
SINTA Score 3Yr sendiri merupakan indikator yang mengukur produktivitas, kualitas, dan dampak sitasi karya ilmiah seorang akademisi dalam periode tiga tahun terakhir. Angka ini mencerminkan konsistensi nyata dari seorang peneliti dalam menghasilkan kebaruan ilmu pengetahuan (novelty) yang diakui oleh komunitas sains global.
Menanggapi hasil pemeringkatan tersebut, Muhammad Reza Aulia menyatakan bahwa pencapaian ini diharapkan mampu memicu pertumbuhan iklim akademik yang lebih kompetitif di lingkungan kampus.
“Capaian ini bukan sekadar tentang angka atau peringkat, tetapi tentang konsistensi dalam menulis, meneliti, berkolaborasi, dan memberi manfaat melalui ilmu pengetahuan. Semoga pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa Universitas Teuku Umar untuk terus meningkatkan produktivitas akademik dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas prestasi luar biasa yang ditorehkan oleh salah satu dosen terbaik UTU tersebut. Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti nyata dari peningkatan mutu dan daya saing akademik yang terus tumbuh di lingkungan universitas.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi setinggi-tingginya capaian dari Saudara Muhammad Reza Aulia. Ini adalah prestasi yang luar biasa bagi institusi kita. Semoga pencapaian ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi mampu menjadi motivasi dan inspirasi yang kuat bagi seluruh dosen UTU yang lain untuk semakin memacu produktivitas riset dan publikasi ilmiah mereka,” ujar Prof. Nyak Amir.
Melalui capaian ini, Universitas Teuku Umar membuktikan kesiapannya dalam mempercepat hilirisasi riset dan pengembangan kapasitas dosen muda. Keberhasilan menembus peringkat pertama di tingkat provinsi menjadi modal penting bagi universitas untuk terus melahirkan riset inovatif lintas disiplin yang berbasis pada pemecahan masalah dan kebutuhan riil masyarakat luas. [Humas UTU]
Laporan: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.




