Meulaboh – UTU | Masyarakat di kawasan Barat Selatan Aceh (Barsela) bakal menyaksikan aksi pembentangan bendera merah putih sepanjang 24 kilometer yang melintasi dua kabupaten sekaligus pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2026. Aksi rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) yang dirangkai dengan zikir akbar ini dirancang menjadi pijakan awal dimulainya pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran serta Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Universitas Teuku Umar (UTU).
Langkah persiapan agenda berskala nasional tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., di Ruang Rapat Senat, Kampus UTU, Meulaboh, Senin (21/9/2026). Rakor dihadiri Pemerintah Aceh melalui daring, jajaran Forkopimda, dan pimpinan konsorsium perusahaan yang beroperasi di wilayah Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Jaya, hingga Aceh Barat Daya.
Rektor UTU, Prof. Nyak Amir, menjelaskan bahwa aksi bentang bendera akan dimulai dari Masjid Giok Nagan Raya dan berakhir di Kampus UTU, Aceh Barat. Rencana ini sudah mengantongi persetujuan dari tingkat daerah hingga pusat setelah perwakilan kampus berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Aceh, manajemen MURI, dan Kantor Staf Presiden (KSP) di Jakarta.
“Beberapa waktu lalu kami sudah ke Jakarta, sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Alhamdulillah kegiatan ini mendapat dukungan penuh,” kata Prof. Nyak Amir di hadapan para peserta rapat.
Prof. Nyak Amir menambahkan, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung pada 10 November mendatang. Kehadiran Presiden tidak hanya untuk menyaksikan pemecahan rekor MURI, tetapi juga memimpin peletakan batu pertama (groundbreaking) gedung Fakultas Kedokteran serta Gedung Olahraga dan Seni (GOS) UTU. Fasilitas Kampus UTU tersebut akan dinamai Gedung Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo.
“Agenda kita bukan hanya pemecahan rekor MURI. Kami berharap konsorsium perusahaan yang hadir hari ini dapat mendukung sepenuhnya pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran yang tahun depan akan menerima mahasiswa baru,” ujar Prof. Nyak Amir.
Pemerintah Aceh memberikan dorongan penuh terhadap gagasan ini. Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Almuniza Kamal, mewakili Gubernur Aceh, meminta seluruh perusahaan swasta dan BUMN yang beroperasi di wilayah Barsela turun tangan secara nyata.
“Mohon kontribusi dan dukungan penuh dari seluruh perusahaan yang hadir untuk membantu terlaksananya kegiatan pembentangan bendera serta pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran yang sangat dibutuhkan oleh Universitas Teuku Umar karena UTU pada tahun 2027 nanti akan menerima mahasiswa baru Fakultas Kedokteran,” urai Almuniza kepada jajaran dunia usaha yang hadir.
Dukungan konkret dan catatan teknis disampaikan oleh para pemangku kepentingan dalam sesi diskusi yang berlangsung hangat. Kepala Bapperinda Nagan Raya, Siddiqi Abdul Rahman, S.E., M.Sc., yang mewakili Bupati Nagan Raya, menyoroti aspek keselamatan lapangan. Menurutnya, rute 24 kilometer yang menggunakan jalan raya publik membutuhkan keandalan manajemen lalu lintas, keandalan mobilisasi konsumsi, serta transportasi peserta agar tidak mengganggu pengguna jalan umum.
Sekretaris Daerah Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, yang hadir mewakili Bupati Aceh Barat, bersama Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Barat turut menyatakan siap mengawal realisasi agenda sesuai tugas pokok dan fungsi kelembagaan masing-masing.

Sementara itu, Danrem 012/TU yang diwakili oleh Dandim 0116/Nagan Raya, Letkol Inf Irfan Hade Fitianto menekankan pentingnya pembentukan alur komando panitia yang presisi mengingat besarnya kapasitas acara dan keterlibatan VVIP.
“Selain koordinator masing-masing panitia, butuh koordinasi yang lebih jelas, siapa melaksanakan atau bertanggung jawab apa. Apabila mengundang Presiden RI, maka pengamanan harus ekstra sesuai standar pengamanan pimpinan negara,” tegas Letkol Irfan.
Rakor berakhir dengan kesepakatan bulat dari seluruh unsur pimpinan daerah dan perwakilan dunia usaha lintas empat kabupaten untuk merealisasikan seluruh rangkaian agenda, mulai dari pengerahan massa pembentangan bendera hingga penyusunan skema partisipasi pembangunan infrastruktur Kampus UTU. [Humas UTU]
Laporan: YFH | Foto: Zul Eman.




