UTU Gandeng Pemko Banda Aceh, Riset Kampus Disiapkan untuk Solusi Pelayanan Publik

Banda Aceh – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) dan Pemerintah Kota Banda Aceh menjalin kerja sama untuk mengarahkan riset dan inovasi kampus pada penyelesaian persoalan daerah serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Tridharma Perguruan Tinggi di Balai Kota Banda Aceh, Kamis (15/10/2026).

Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., dan Wali Kota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, S.E.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UTU, H. Ibrahim Laweung HS., SKM., MNSc., serta Ketua Task Force Fakultas Kedokteran UTU, Prof. Dr. dr. Rajuddin, Sp.OG.K.Fer. Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh didampingi Sekretaris Kota Banda Aceh, Jalaluddin, S.T., M.T.

Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, mengatakan perguruan tinggi perlu menerjemahkan potensi akademik menjadi hasil penelitian dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kontribusi terhadap pembangunan daerah juga menjadi bagian dari upaya UTU menuju Global University pada 2030.

“Keterlibatan perguruan tinggi sangat penting dalam memberikan masukan, melakukan kajian, serta menawarkan inovasi yang mendukung tata kelola lebih baik. Kerja sama ini tidak boleh berhenti pada dokumen kertas, melainkan harus terwujud dalam program yang berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Prof. Nyak Amir.

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa UTU untuk terlibat langsung dalam kegiatan lapangan sesuai kebutuhan pembangunan Kota Banda Aceh. Hasil penelitian dan kajian akademik diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan memperbaiki pelayanan publik.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyampaikan bahwa setiap perangkat daerah akan memetakan kebutuhan dan persoalan di lapangan yang dapat ditangani melalui kolaborasi dengan tim peneliti perguruan tinggi.

“Kita identifikasi peluang kerja sama sesuai bidang masing-masing, lalu susun rencana aksi yang jelas bersama perguruan tinggi. Hasil inovasinya dapat kita usulkan hingga ke Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah pusat agar membawa kemajuan bagi Kota Banda Aceh,” ujar Illiza.

Sebagai tindak lanjut, kedua lembaga akan memetakan kebutuhan setiap perangkat daerah dan menyusun rencana aksi bersama. Kerja sama ini mencakup pengembangan sumber daya manusia, pemanfaatan hasil riset untuk menyelesaikan persoalan daerah, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. [Humas UTU]

Laporan: SRA | Editor: YFH | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply