UTU Bersama Enam Perguruan Tinggi Indonesia dan Malaysia Gelar Pengabdian Masyarakat Internasional di Sabang

Sabang – UTU | Kawasan wisata Iboih, Kota Sabang, menjadi pusat perhatian dalam pelaksanaan program International Service Learning (ISL) 2026 yang mempertemukan mahasiswa lintas negara. Program pengabdian masyarakat hasil kolaborasi antara Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan Universitas Teuku Umar (UTU) ini resmi berlangsung mulai Selasa (12/5/2026) dengan skala peserta yang lebih besar dibandingkan tahun lalu.

Ketua Pelaksana ISL 2026, Dr. Lukman Hakim dari UTM menyebutkan bahwa tahun kedua penyelenggaraan ini mencatat partisipasi sebanyak 89 mahasiswa dan 18 dosen. Para peserta merupakan representasi dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Teuku Umar (UTU), Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Malikussaleh (UNIMAL), Universitas Tadulako (UNTAD), dan Universitas Gunung Leuser (UGL) dari Indonesia. Sementara dari Malaysia, hadir delegasi dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI).

Dekan Fakultas Teknik UTU, Dr. Ir. Irwansyah, ST., M.Eng., IPM., menjelaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui tema “Memperkasa Komuniti dan Mengubah Kehidupan”. Selain menjalankan misi akademik, ia menekankan pentingnya pertukaran budaya yang terjadi selama kegiatan berlangsung di Pulau Weh.

“Program ISL bukan hanya tentang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa Aceh dan Malaysia untuk berinteraksi langsung dengan warga lokal, memahami budaya setempat, serta menikmati kekayaan kuliner khas Sabang,” ujar Dr. Irwansyah.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menjalankan sejumlah program teknis yang menyentuh berbagai sektor. Di bidang energi, tim melakukan instalasi pompa air berbasis tenaga surya untuk kebutuhan masjid. Pada aspek lingkungan, dilakukan edukasi pengelolaan sampah melalui metode Eco-Enzyme dan aktivasi bank sampah. Selain itu, aspek teknologi juga dihadirkan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk pengenalan sejarah lokal serta pelatihan komputer bagi siswa sekolah dasar, yang dibarengi dengan pembentukan komunitas kesehatan dan edukasi gizi.

Pemerintah Kota Sabang menyambut baik inisiatif internasional ini. Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Zunizar, S.H., M.Si., menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa dari dua negara ini memberikan dampak nyata yang sejalan dengan kebutuhan pembangunan di kawasan Iboih.

Di sela-sela agenda pengabdian, para peserta juga berkesempatan mengeksplorasi potensi wisata bahari di Iboih. Pengalaman berinteraksi dengan alam bawah laut Sabang menjadi bagian dari agenda untuk memperkenalkan kekayaan pariwisata Aceh kepada dunia internasional melalui para mahasiswa tersebut. Kesuksesan koordinasi lapangan ini juga tidak lepas dari dukungan tim perjalanan yang dipimpin oleh Lilis selama rangkaian acara di Sabang. [Humas UTU]

Laporan: Humas ISL | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply