Perkuat Kolaborasi Internasional, FPIK UTU dan USM Gelar Riset serta Pengabdian di Aceh Barat dan Nagan Raya

MEULABOH – UTU | Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU) bersama Universiti Sains Malaysia (USM) memperkuat kolaborasi akademik melalui rangkaian riset dan pengabdian kepada masyarakat dalam International Collaboration Programme UTU–USM 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya tersebut mencakup penelitian keanekaragaman hayati laut, ekologi perairan, serta edukasi budidaya perikanan bagi masyarakat.

Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kolaborasi internasional tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan USM menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas riset, pengembangan akademik, serta kontribusi UTU kepada masyarakat dan komunitas akademik di tingkat internasional.

Dekan FPIK UTU, Prof. Dr. Ir. Ismail Sulaiman, S.TP., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., mengatakan bahwa rangkaian kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan kolaboratif ini diharapkan tidak hanya menghasilkan data dan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelestarian sumber daya pesisir dan menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pembudidaya,” ujarnya.

Salah satu kegiatan dilakukan oleh Jurusan Ilmu Kelautan FPIK UTU bersama USM melalui riset biodiversitas makroalga dan biota asosiasi di kawasan pesisir dan perairan intertidal Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 2 September 2026 tersebut dikoordinatori oleh Dr. Mohammad Ghazali bersama Mai Suriani, M.Si., dan Hayatun Nufus, M.Si., dengan melibatkan dosen dan mahasiswa FPIK UTU. Dari USM, kegiatan melibatkan Dr. Shuhaida Shuin dan Lau Qi Jin sebagai mitra riset.

Pengamatan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi pasang surut air laut. Selain menghasilkan data mengenai keanekaragaman hayati kawasan intertidal, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk melakukan pengamatan dan pengambilan data biodiversitas laut secara langsung di lapangan.

Kolaborasi UTU dan USM juga diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Jurusan Akuakultur FPIK UTU di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Mina Mandiri, Lhok Seumot, Kabupaten Nagan Raya.

Kegiatan tersebut merespons persoalan yang dihadapi pembudidaya ikan nila, khususnya terkait pertumbuhan ikan yang belum optimal. Tim memberikan edukasi mengenai kebutuhan nutrisi ikan, manajemen pemberian pakan, serta penggunaan bahan tambahan pakan (feed additive) secara tepat.

Ketua Program Studi Akuakultur FPIK UTU, Fazril Saputra, S.Kel., M.Si., mengatakan edukasi tersebut diharapkan dapat diterapkan oleh pembudidaya untuk meningkatkan pengelolaan pakan dan mendukung pertumbuhan ikan nila secara lebih optimal.

Sementara itu, pakar Akuakultur USM, Dr. Noor Khalidah Abdul Hamid, menilai interaksi langsung dengan pembudidaya menjadi bagian penting dalam memahami persoalan di lapangan. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi dasar dalam mengembangkan pendekatan penelitian dan inovasi pakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembudidaya.

Riset kolaboratif lainnya dilakukan oleh Jurusan Perikanan FPIK UTU bersama pakar dari School of Biological Sciences USM dengan fokus pada identifikasi dan analisis isi perut (stomach content analysis) ikan gulama.

Tim melakukan pengamatan terhadap aktivitas pendaratan ikan sekaligus pengumpulan sampel di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPI) Ujong Baroeh, Aceh Barat. Sampel yang diperoleh selanjutnya dianalisis di Laboratorium FPIK UTU melalui pengukuran morfometri dan pembedahan untuk mengetahui isi perut ikan.

Proses analisis mikroskopis dipandu oleh peneliti USM, Dr. Norhafiz Hanafi Ahmad Shah dan Dr. Zarul Hashim. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari transfer pengetahuan kepada tim peneliti Jurusan Perikanan UTU yang dipimpin oleh Dr. Munandar, S.Kel., M.Sc.

Ketua Jurusan Perikanan FPIK UTU, Dr. Munandar, S.Kel., M.Sc., mengatakan kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat hubungan akademik antara UTU dan USM, tetapi juga menghasilkan data ilmiah yang dapat mendukung pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.

“Hasil analisis ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan penelitian lanjutan dan akan kami dorong untuk dipublikasikan bersama dalam jurnal internasional bereputasi,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan International Collaboration Programme UTU–USM 2026 menjadi bagian dari upaya FPIK UTU memperluas jejaring akademik internasional melalui kolaborasi riset, transfer pengetahuan, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan terus berkembang untuk menghasilkan penelitian yang relevan, publikasi ilmiah berkualitas, serta inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengelolaan sumber daya pesisir dan perikanan secara berkelanjutan.

Laporan: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

Related Posts

Leave a Reply