Meulaboh – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) mendorong seluruh program studi segera menuntaskan kesiapan dokumen dan tata kelola akademik untuk mengejar predikat Akreditasi Unggul. Upaya tersebut dimulai melalui Workshop Transformasi Budaya Mutu: Akselerasi SPMI, Inovasi, Penguatan AMI Menuju Kampus Gemilang yang dibuka Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., di Aula Iskandar Muda, Kampus UTU, Senin (5/9/2026).
Workshop yang berlangsung selama dua hari itu diprakarsai Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UTU. Pesertanya mencakup jajaran pimpinan universitas, dekan, ketua jurusan, ketua program studi, Satuan Penjaminan Mutu Fakultas (SPMF), Gugus Kendali Mutu (GKM), hingga auditor mutu internal.
Di hadapan peserta, Prof. Nyak Amir meminta setiap unit kerja menjadikan standar penjaminan mutu sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari, bukan sekadar dokumen yang disiapkan ketika proses akreditasi berlangsung.
Menurutnya, kualitas tata kelola akademik akan berpengaruh pada mutu lulusan ketika memasuki dunia kerja serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Universitas Teuku Umar sedang berlari kencang menuju kampus berdaya saing dan bereputasi unggul. Saya instruksikan kepada seluruh unit kerja, fakultas, hingga program studi. Mutu akademik adalah komitmen mendasar kita bersama,” tegas Prof. Nyak Amir.

Prof. Nyak Amir menjelaskan, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) menjadi instrumen untuk mengukur pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Oleh karena itu, hasil audit harus berujung pada perbaikan yang dapat dilihat dalam proses pembelajaran, tata kelola program studi, layanan mahasiswa, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Pimpinan universitas, lanjutnya, akan memberikan dukungan terhadap program percepatan mutu agar perubahan standar akademik dapat dirasakan langsung oleh mahasiswa.
Kepala LPMPP UTU, Prof. Dr. Iskandar AS., M.App.Ling., mengatakan workshop tersebut menjadi ruang untuk menyamakan pola kerja penjaminan mutu antara LPMPP, fakultas, program studi, dan unit pendukung.
“Penjaminan mutu adalah denyut nadi reputasi universitas kita. Melalui forum workshop ini, kami di LPMPP ingin mengajak seluruh kalangan akademisi menyatukan langkah bahwa SPMI dijadikan sebagai kebiasaan kerja sehari-hari,” ujar Prof. Iskandar.
Untuk membekali peserta dengan kemampuan teknis, LPMPP menghadirkan dua pakar penjaminan mutu dari Universitas Syiah Kuala (USK), yakni Dr. Nurlaili, M.Pd., dan Dr. Ir. Syifaul Husni, M.Sc.

Pendampingan juga dilakukan tim internal LPMPP yang terdiri atas Kepala Pusat Audit Mutu Internal Dony Arung Triantono, MA., Kepala Pusat SPMI & Akreditasi Ikhwan Rahmatika, MIP., serta Kepala Pusat Inovasi Mutu Eka Lisdayanti, M.Si.
Selama workshop, peserta mengikuti penataan dokumen mutu, simulasi pengisian instrumen audit, serta penyusunan target tindak lanjut pada tingkat program studi. Setiap program studi diarahkan untuk menemukan bagian yang masih kurang, menentukan pembenahan, dan menyiapkan bukti pendukung sebelum memasuki tahapan evaluasi akreditasi.
Dengan pola kerja tersebut, target Akreditasi Unggul tidak berhenti pada kelengkapan administrasi. Perbaikan diarahkan masuk ke rutinitas akademik sehingga standar mutu dapat terlihat dalam layanan pendidikan dan capaian tridharma di masing-masing program studi. [Humas UTU]
Laporan: Iskandar | Editor: YFH | Foto: Istimewa




