P3KM UTU Gelar Focus Group Discussion Rekognisi Prestasi Mahasiswa

Meulaboh – UTU | Kelompok Kerja (Pokja) Prestasi, Peningkatan Kapasitas, dan Kesejahteraan Mahasiswa (P3KM) Universitas Teuku Umar mematangkan panduan rekognisi untuk prestasi mahasiswa. Kegiatan ini digelar di Ruang Rapat Senat UTU, Rabu (15/04/2026). Panduan ini merupakan dasar pengakuan dan konversi Satuan Kredit Semester (SKS) bagi mahasiswa yang berprestasi dalam berbagai ajang baik lokal, nasional, maupun internasional.

Pertemuan yang melibatkan Tim Prestasi, Peningkatan Kapasitas, dan Kesejahteraan Mahasiswa (P3KM), Wakil Dekan Bidang Akademik, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Ketua Program Studi, hingga pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ini bertujuan untuk menciptakan sistem penilaian yang adil bagi rekam jejak mahasiswa selama masa studi.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, H. Ibrahim Laweung, SKM., MNSc., memberikan apresiasi tinggi terhadap penyusunan panduan ini. Menurutnya, dokumen tersebut akan menjadi dasar hukum dalam penerbitan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang sangat berguna bagi lulusan saat memasuki dunia kerja.

“Kuliah bukan hanya mengacu pada bidang akademik, tetapi lebih dari itu mahasiswa juga diharapkan aktif di kegiatan kemahasiswaan serta mengikuti lomba akademik maupun non-akademik,” ujar H. Ibrahim.

Ketua Tim Penyusun, Dr. Munandar, S.Kel., M.Si., menjelaskan bahwa draf yang telah disusun akan segera dilegalkan melalui Surat Keputusan (SK) Rektor. Ia menargetkan mulai awal tahun 2027, seluruh lulusan UTU sudah bisa menerima SKPI yang mencatat seluruh capaian mereka secara mendalam.

Dalam draf tersebut, ruang lingkup kegiatan yang dapat diakui sangat luas. Dr. Munandar memaparkan bahwa poin-poin rekognisi dimulai sejak mahasiswa menginjakkan kaki di kampus, seperti keikutsertaan dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) baik di tingkat universitas maupun fakultas, serta Program Pengembangan Pendidikan Keagamaan.

Selain itu, mahasiswa yang aktif dalam bidang kewirausahaan, pengembangan sains dan teknologi, serta organisasi kepemimpinan juga akan mendapatkan penilaian resmi. Kegiatan yang menyentuh aspek kepedulian sosial, lingkungan, hingga prestasi di bidang olahraga, seni, dan budaya turut masuk dalam daftar aktivitas yang akan tercatat secara formal dalam dokumen pendamping ijazah tersebut. [Humas UTU]

Laporan: Dodi A. | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa

Related Posts

Leave a Reply