Mahasiswa Teknik Industri UTU Ciptakan Phyrotech, Alat Pengolah Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar Alternatif

Meulaboh – UTU | Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Teuku Umar (UTU) berhasil mengembangkan sebuah inovasi teknologi tepat guna yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Inovasi tersebut diwujudkan melalui alat bernama Phyrotech yang memanfaatkan metode pirolisis untuk memproses limbah plastik menjadi cairan yang memiliki nilai ekonomis sekaligus menjadi solusi penanganan pencemaran lingkungan.

Alat pengolah limbah ini dirancang oleh tim mahasiswa yang dipimpin oleh Adi Syahputra sebagai ketua, dengan beranggotakan Husaini, Rangga Fages, dan Robela. Gagasan ini diimplementasikan setelah melalui serangkaian tahapan riset, perancangan desain, hingga uji coba intensif di bawah bimbingan langsung dosen Teknik Industri UTU, Ir. Heri Tri Irawan, S.T., M.T.

Ketua tim pengembang, Adi Syahputra, menjelaskan bahwa kehadiran Phyrotech dilatarbelakangi oleh keprihatinan mendalam terhadap penumpukan sampah plastik di lingkungan sekitar yang sifatnya sangat sulit terurai secara alami. Persoalan lingkungan yang kian kompleks tersebut mendorong mereka untuk mencari alternatif pemanfaatan yang lebih produktif.

“Kami mencari solusi agar sampah plastik tidak hanya berkurang, tetapi juga dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomis. Melalui alat Phyrotech, limbah plastik dipanaskan pada suhu tinggi tanpa oksigen atau melalui proses pirolisis sehingga menghasilkan cairan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif,” ujar Adi saat memberikan keterangan pada Kamis, 2 Juli 2026.

Adi menambahkan bahwa teknologi ini dirancang sedemikian rupa agar dapat diaplikasikan secara praktis oleh masyarakat luas. Dengan demikian, pengelolaan sampah berbasis teknologi ini diharapkan mampu mempercepat pengurangan volume limbah plastik domestik secara signifikan dari sumbernya.

Sepanjang tahapan pengerjaan proyek, tim mahasiswa memperoleh pendampingan teknis secara berkala dari dosen pembimbing. Proses supervisi tersebut mencakup penentuan kalkulasi sistem termal alat, penyusunan rancangan mekanis, hingga penerapan standar keselamatan kerja yang ketat guna memastikan alat aman saat dioperasikan oleh pengguna.

Dosen pembimbing proyek, Ir. Heri Tri Irawan, S.T., M.T., memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian dan kerja keras para mahasiswa dalam melahirkan karya nyata yang memberikan manfaat langsung bagi kelestarian lingkungan dan masyarakat luas.

“Inovasi Phyrotech membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Industri UTU tidak hanya menguasai teori di ruang kuliah, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu teknik dan manajemen lingkungan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat. Kami berharap alat ini dapat terus dikembangkan hingga skala yang lebih besar,” kata Heri.

Menurut Heri, keberhasilan rancangan ini juga memperlihatkan bagaimana kontribusi nyata institusi pendidikan tinggi dalam menyajikan pemecahan masalah berbasis riset ilmiah terhadap tantangan pengelolaan sampah yang hingga kini masih menjadi persoalan krusial di berbagai daerah.

Untuk rencana pengembangan ke depan, tim mahasiswa Teknik Industri UTU ini akan berfokus pada penyempurnaan sistem filtrasi atau penyaringan hasil cairan pirolisis. Selain itu, optimalisasi efisiensi konsumsi energi pada alat juga menjadi prioritas agar bahan bakar alternatif yang dihasilkan memiliki tingkat kemurnian serta kualitas yang lebih baik, sehingga dapat didistribusikan dan digunakan dalam cakupan skala yang lebih luas. [Humas UTU]

Laporan: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply