Lhokseumawe – UTU | Tim mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) yang tergabung dalam tim BaraSiaga meraih penghargaan Gold Medal kategori Business Plan pada ajang Creative Research National and International Competition (CREATION) 3.0. Penganugerahan penghargaan berlangsung di Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Jumat (9/10/2026), usai merampungkan rangkaian kompetisi yang dimulai sejak Kamis (8/10/2026).
Farhan, mahasiswa yang memimpin tim BaraSiaga bersama dua anggotanya, Muhammad Zulfan dan Mutiara Hasnah, mengusung gagasan alat memasak darurat berbasis limbah organik. Ketiganya merupakan mahasiswa yang aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa Riset dan Penalaran Ilmiah (UKM RI PENA) UTU sekaligus mengembangkan startup di bawah binaan Pusat Riset Human Development and Entrepreneurship Center (HDEC UTU).
Inovasi bertajuk “BaraSiaga: Kompor Briket Darurat Portabel Berbasis Biomassa untuk Ketahanan Energi Rumah Tangga, UMKM, dan Komunitas Siaga Bencana” ini dirancang untuk menyelesaikan persoalan riil di lapangan, khususnya saat pasokan LPG atau aliran listrik terputus akibat bencana maupun kelangkaan energi. Bagi pelaku UMKM kuliner, terhentinya pasokan energi memasak berarti terhentinya pendapatan harian, sementara bagi rumah tangga dan posko bencana, hal tersebut mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar pokok.
Rancangan kompor BaraSiaga memanfaatkan briket biomassa lokal dari limbah tempurung kelapa, serbuk kayu, dan sekam padi. Alat ini menerapkan sistem ventilasi primer dan sekunder pasif sehingga tidak membutuhkan daya listrik maupun kipas tambahan. Desain fisik kompor juga dilengkapi pintu akses samping untuk pengisian briket serta ruang penampungan abu yang terpisah.
“BaraSiaga diposisikan sebagai pilihan kompor cadangan ketika akses LPG atau listrik terganggu, bukan untuk menggantikan seluruh kebutuhan memasak harian masyarakat,” kata Utari Azrani, S.P., M.P., dosen pendamping tim sekaligus Penasihat UKM RI PENA dan Sekretaris Pusat Riset HDEC UTU yang mendampingi langsung para mahasiswa di lokasi acara.
Selain menghadirkan bentuk fisik produk, tim menyusun rantai usaha terintegrasi. Produksi kompor direncanakan menggandeng bengkel-bengkel lokal, sementara pasokan briket isi ulang dan panduan penggunaan disiapkan langsung untuk mendampingi konsumen pasca-pembelian.
Saat ini, proyek BaraSiaga berada pada tahapan prototipe fungsional atau pra-komersial. Tim sedang menyiapkan uji spesifikasi teknis, validasi pasar, serta pemetaan skema produksi massal sebelum masuk ke pasar komersial.
Pengembangan bisnis ini menargetkan kontribusi pada pencapaian beberapa indikator Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 7 (energi bersih dan terjangkau), SDG 9 (industri dan inovasi manufaktur lokal), SDG 11 (kota dan komunitas berkelanjutan), serta SDG 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab).
Ajang CREATION 3.0 tahun ini mengusung tema “Empowering Youth Creativity through Science, Technology, and Sustainable Innovation to Achieve the Sustainable Development Goals (SDGs) towards Golden Indonesia 2045.” Kompetisi ini diikuti oleh perwakilan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin, Universitas Jember, Universitas Negeri Padang, Universitas Terbuka, Institut Pertanian Stiper (INSTIPER), Politeknik Negeri Lhokseumawe, Universitas Pamulang, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Bumi Persada, Universitas Samudra, serta tuan rumah Universitas Malikussaleh.
Capaian ini menjadi gambaran nyata bagaimana kolaborasi riset ilmiah mahasiswa di UKM RI PENA dan inkubasi bisnis di HDEC UTU mampu menghasilkan rancangan produk tepat guna yang menjawab kebutuhan langsung masyarakat. [Humas UTU]
Laporan: UTR | Editor: YFH | Foto: Istimewa.




