Meulaboh – UTU | Sebanyak 405 mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) yang terdampak bencana banjir menerima transfer dana bantuan tahap kedua dari Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) sebesar Rp3.750.000 per orang. Penyaluran dengan total nilai Rp1.518.750.000 ini ditransfer langsung ke rekening penerima untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup dan memastikan keberlangsungan kuliah mereka pascabencana.
Penyaluran dana tahap kedua diproses melalui Bank Syariah Nasional (BSN) Cabang Meulaboh. Kepastian pencairan ini disampaikan langsung oleh Pimpinan Cabang BSN Meulaboh, Agus Kurniawan, bersama staf bidang marketing, Indah, saat mendatangi Ruang Beasiswa dan Kesejahteraan Mahasiswa UTU pada Senin (28/9/2026). Kedatangan pihak bank disambut oleh Ketua Tim Beasiswa dan Kesejahteraan Mahasiswa UTU, Ahmad Fauzi, serta operator beasiswa Irwandi Aw.
Dalam pertemuan santai di meja kerja layanan beasiswa tersebut, BSN menyerahkan laporan penyelesaian pembukaan rekening bagi para mahasiswa yang sebelumnya sempat terkendala kelengkapan berkas administrasi.
Penyaluran September ini merupakan susulan dari tahap pertama yang sudah bergulir pada Maret 2026 lalu. PPAPT memfokuskan pencairan tahap kedua bagi mahasiswa yang telah lolos verifikasi akhir setelah menyelesaikan kendala teknis pembuatan rekening bank.
Secara akumulatif, PPAPT mengalokasikan total anggaran Rp12.356.250.000 untuk 3.295 mahasiswa UTU yang masuk dalam daftar usulan penerima dampak banjir, di mana masing-masing mahasiswa mendapatkan alokasi dana segar sebesar Rp3.750.000.
Operator Beasiswa UTU, Irwandi Aw, menuturkan bahwa pencairan susulan ini melegakan para mahasiswa yang sempat menunggu kejelasan status administrasi mereka. Bantuan uang tunai tersebut secara langsung meredam tekanan finansial yang dihadapi keluarga mahasiswa akibat dampak kerusakan banjir.
“Alhamdulillah, dari usulan yang kita sampaikan, mahasiswa yang terdampak banjir kembali mendapatkan bantuan. Ini tentu menjadi dukungan yang sangat berarti bagi mahasiswa dalam menghadapi kondisi pascabencana,” kata Irwandi.
Ketua Tim Beasiswa dan Kesejahteraan Mahasiswa UTU, Ahmad Fauzi, menambahkan bahwa kelancaran penyaluran tahap kedua tidak lepas dari asistensi aktif tim perbankan di lapangan yang mendatangi kampus dan mendampingi mahasiswa menyelesaikan verifikasi data.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada PPAPT atas bantuan yang diberikan kepada mahasiswa UTU terdampak banjir. Bantuan ini sangat berarti bagi mahasiswa, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan mereka setelah terdampak bencana,” tutur Ahmad Fauzi.
Ahmad Fauzi memberikan apresiasi khusus atas kerja sama BSN Cabang Meulaboh dalam menuntaskan hambatan pembukaan rekening mahasiswa.
“Terima kasih juga kami sampaikan kepada Bapak Agus Kurniawan dan jajaran BSN Cabang Meulaboh yang telah membantu proses pembentukan rekening mahasiswa UTU yang berhak menerima bantuan,” ujarnya.
Melalui pencairan dana bantuan sebesar Rp3.750.000 ke rekening masing-masing mahasiswa, beban ekonomi korban banjir berkurang sehingga fokus mereka dapat kembali sepenuhnya pada perkuliahan di kampus UTU. [Humas UTU]
Laporan: A. Fauzi | Editor: YFH | Foto: Istimewa




