Pra-Workshop Manajemen Risiko UTU 2026, Perkuat Budaya Sadar Risiko Menuju UTU Bermutu dan Gemilang

Meulaboh — UTU, 1 September 2026 | Universitas Teuku Umar (UTU) menggelar Pra-Workshop Manajemen Risiko di Aula Iskandar Muda UTU, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini menjadi tahap awal dalam mempersiapkan pelaksanaan Workshop Penyusunan Risk Register bagi seluruh unit kerja di lingkungan UTU.

Kegiatan tersebut diikuti unsur fakultas, lembaga, biro, dan unit kerja di lingkungan UTU. Pra-workshop dilaksanakan untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat pemahaman dalam mengidentifikasi, penilaian, pengendalian, dan mitigasi risiko yang berpotensi memengaruhi pencapaian sasaran universitas.

Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd selaku Rektor Universitas Teuku Umar menegaskan bahwa manajemen risiko perlu diterapkan secara nyata dalam pelaksanaan tugas setiap unit kerja, bukan sekadar menjadi bagian dari penyusunan dokumen Risk Register.

“Saya berharap manajemen risiko dapat diterapkan secara nyata di setiap unit kerja, tidak hanya dalam penyusunan Risk Register untuk memenuhi administrasi, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja untuk mendukung pencapaian kinerja dan terwujudnya UTU Bermutu dan Gemilang,” ujar Rektor UTU.

Ketua Satuan Pengawasan Internal (SPI) UTU, Fatmayanti, S.E., M.Si., CRA., menyampaikan bahwa manajemen risiko merupakan bagian penting dalam memperkuat tata kelola dan sistem pengendalian internal universitas.

“Setiap target kinerja memiliki potensi risiko yang perlu dikenali sejak dini. Dengan pengelolaan risiko yang baik, unit kerja dapat mengambil langkah pengendalian secara tepat sebelum risiko berdampak terhadap pencapaian tujuan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Manajemen Risiko UTU, Delfian Masrura, M.T., CRA.CRP., menekankan bahwa Risk Register harus digunakan sebagai instrumen pengelolaan risiko, bukan sekadar dokumen administratif.

“Risk Register tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi harus menjadi instrumen yang membantu unit kerja memahami risiko, menentukan prioritas, serta menyusun langkah mitigasi yang konkret dan dapat dilaksanakan,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Manajemen Risiko UTU, Agam Rizki, S.Pt., M.Si., juga menyampaikan materi mengenai Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Teuku Umar. Materi tersebut menekankan pentingnya setiap unit kerja memahami target IKU serta mengidentifikasi berbagai risiko yang dapat menghambat pencapaiannya.

Keterkaitan antara IKU dan manajemen risiko menjadi salah satu aspek penting dalam penyusunan Risk Register. Setiap unit kerja diarahkan untuk mengidentifikasi risiko, menilai kemungkinan terjadinya dan dampaknya, serta menentukan langkah pengendalian dan mitigasi yang sesuai dengan target dan sasaran kinerja.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Peserta membahas berbagai kondisi dan tantangan yang dihadapi unit kerja dalam mengidentifikasi risiko, menghubungkannya dengan target kinerja, serta menentukan langkah pengendalian dan mitigasi yang tepat.

Diskusi tersebut menjadi ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat pemahaman peserta sebelum memasuki Workshop Penyusunan Risk Register. Melalui kegiatan ini, setiap unit kerja diharapkan mampu memahami keterkaitan antara sasaran, IKU, risiko, pengendalian, dan mitigasi secara lebih sistematis.

Pra-Workshop Manajemen Risiko Tahun 2026 menjadi salah satu langkah UTU dalam membangun budaya sadar risiko dan budaya mutu di seluruh lingkungan universitas. Melalui penyusunan Risk Register yang terintegrasi dengan sasaran dan IKU, manajemen risiko diharapkan dapat mendukung pencapaian kinerja serta sasaran strategis UTU secara efektif dan berkelanjutan.

Upaya tersebut sejalan dengan semangat UTU Bermutu dan Gemilang dalam memperkuat tata kelola universitas yang efektif, akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Laporan: Tesa Putri | Foto: Istimewa

Related Posts

Leave a Reply