Ahmad Fauzi, S.Pd. (Arsiparis Ahli Madya UTU)
Setiap amanah adalah kepercayaan, dan setiap kepercayaan akan dipertanggungjawabkan. Ketika sebuah jabatan diberikan kepada seseorang, sesungguhnya yang diberikan bukan hanya kedudukan, tetapi juga tanggung jawab untuk membawa lembaga menuju arah yang lebih baik.
Demikian pula amanah yang kini dipercayakan kepada Prof. Dr. Iskandar sebagai Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Teuku Umar (UTU). Amanah tersebut tentu bukan sekadar sebuah jabatan struktural, tetapi merupakan tanggung jawab besar dalam memastikan bahwa budaya mutu benar-benar tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan akademik di lingkungan UTU.
Di tengah tuntutan perguruan tinggi yang semakin kompetitif, penjaminan mutu menjadi salah satu fondasi utama. Mutu tidak cukup hanya tertulis dalam dokumen, tetapi harus tercermin dalam proses pembelajaran, pelayanan akademik, tata kelola, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga kepuasan mahasiswa dan seluruh sivitas akademika.
Dalam menjalankan amanah tersebut, Prof. Dr. Iskandar akan didampingi oleh Dr. Ikhsan sebagai Sekretaris Lembaga. Keduanya diharapkan mampu membangun hubungan kerja yang harmonis, saling melengkapi, dan saling menguatkan.
Kepala lembaga dan sekretaris bukanlah dua posisi yang berjalan sendiri-sendiri. Keduanya merupakan satu kesatuan dalam membangun sistem penjaminan mutu yang kuat. Prof. Dr. Iskandar dengan pengalaman dan kepemimpinannya, serta Dr. Ikhsan dengan peran koordinasi dan administrasinya, diharapkan mampu menjadi pasangan kerja yang solid dalam mengawal mutu UTU.

Mutu Bukan Sekadar Administrasi
Penjaminan mutu jangan sampai dipahami hanya sebagai pekerjaan administratif untuk memenuhi kebutuhan akreditasi. Lebih dari itu, mutu adalah budaya kerja. Mutu berarti setiap orang berusaha memberikan yang terbaik sesuai tugas dan tanggung jawabnya.
Dosen memberikan pembelajaran terbaik. Tenaga kependidikan memberikan pelayanan terbaik. Program studi membangun sistem akademik yang berkualitas. Pimpinan menghadirkan tata kelola yang baik. Dan mahasiswa mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Karena itu, Lembaga Penjaminan Mutu harus menjadi motor penggerak budaya mutu di lingkungan UTU.
Mendukung Visi Besar Rektor
Kepemimpinan Prof. Nyak Amir sebagai Rektor UTU periode 2026–2030 tentu memiliki cita-cita besar untuk membawa Universitas Teuku Umar semakin maju dan gemilang. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, diperlukan kerja bersama seluruh unsur universitas.
Lembaga Penjaminan Mutu memiliki posisi strategis karena keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari banyaknya program dan kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana mutu setiap program tersebut dapat dijaga dan ditingkatkan secara berkelanjutan. Jika UTU ingin menjadi universitas yang Gemilang, maka budaya mutu harus menjadi nafas dalam setiap aktivitas kelembagaan.
Saling Menguatkan, Bukan Saling Mengunggulkan
Kepada Prof. Dr. Iskandar dan Dr. Ikhsan, amanah ini hendaknya dijadikan momentum untuk membangun pola kerja yang saling menguatkan. Tidak ada lembaga yang bisa maju jika bekerja sendiri. Kepemimpinan membutuhkan kolaborasi. Kebijakan membutuhkan pelaksanaan.
Gagasan membutuhkan kerja nyata. Karena itu, komunikasi, koordinasi, keterbukaan dan saling menghargai menjadi modal penting dalam menjalankan amanah tersebut. Bersama-sama membangun, bersama-sama memperbaiki, dan bersama-sama bertanggung jawab terhadap mutu UTU.
Menuju UTU yang Gemilang
UTU membutuhkan lompatan besar dalam peningkatan mutu. Akreditasi yang baik, publikasi yang meningkat, prestasi mahasiswa yang semakin banyak, kualitas lulusan yang semakin unggul, serta pelayanan akademik yang semakin profesional harus menjadi bagian dari perjalanan menuju UTU yang Gemilang.
Namun, semua itu tidak dapat dicapai hanya dengan slogan. Dibutuhkan kerja keras, disiplin, integritas, inovasi, evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Di sinilah Lembaga Penjaminan Mutu memiliki peran penting untuk memastikan bahwa setiap program berjalan sesuai standar mutu akademik untuk UTU Gemilang.




